Hari Keempat
SOSIAL

Memiliki pengertian, menerima, dan membangun hubungan yang akrab
dengan orang lain secara bertanggung jawab dan saling tolong menolong.

1. Menciptakan kepribadian yang bersahabat dan tulus
Tulus artinya memberikan tanpa pamrih, tanpa mengharapkan balasan.
Ada orang-orang yang melakukan sesuatu dan mengharapkan pamrih
daripadanya sehingga tanpa imbalan orang tersebut tidak akan mau
melakukannya. Jangan pernah kuatir dengan apa yang akan Anda peroleh.
Fokus saja pada apa yang dapat Anda berikan karena apapun yang Anda
kirim ke Alam Semesta akan datang kembali kepada Anda (Hukum Sebab
Akibat, salah satu Hukum Alam yang mendukung Hukum Daya Tarik).

Sewaktu saya menawarkan produk (motor) dengan harga lebih mahal
(bahkan ditambah ongkos antar) tetapi ketika saya bersungguh-sungguh
dan tulus, orang lebih memilih untuk membeli dari saya dibandingkan
dari kompetitor. Atau dalam bahasa Mandarin "Yong Xin Fu Wu" –
melayani dengan hati.

2. Mengerti dan menghargai kebiasaan dan tradisi orang lain
Indonesia penuh dengan kultur budayanya yang beraneka ragam. Tren
Cipika Cipiki (Cium Pipi Kanan & Kiri) adalah sangat lazim di negara-
negara Barat seperti Amerika, Canada, Inggris, Jerman, Prancis, dll.
Saya yang pernah kuliah beasiswa di Inggris pun merasakan ketika
budaya cipika-cipiki tersebut saya bawa ke Indonesia, hasilnya adalah
tidak baik karena umumnya masyarakat kita belum bisa menerima hal
tersebut.

SMA saya di Yogya mengajarkan nilai-nilai Kristiani yang kuat (Ad
Maiorem Dei Gloriam – untuk kemuliaan Allah yang lebih besar),
pendidikan yang bebas tetapi bertanggung jawab, dan keperdulian
sosial terhadap sesama (Man for Others). Contoh: pakaian boleh tidak
seragam tetapi sopan, bisa mengenakan sepatu sandal. Tetapi ketika
kami datang ke Departemen P&K wilayah Yogya, kami dicemooh sebagai
anak berandalan.

3. Meningkatkan penampilan dan etika pergaulan
Orang lain pertama kali akan menilai dan melihat kita melalui cara
kita berpakaian, berjalan, berbicara, melihat, duduk, makan dan
minum, bekerja, berjabat tangan, menata rambut, dll yang semuanya
adalah penampilan luar kita.

Anda tentunya tidak akan menerima seorang calon karyawan sebagai
petugas cleaning service jika penampilan luarnya kumal, kuku panjang
dan kotor, rambut tidak rapi, bau badan/ mulut yang berlebihan, dll
karena secara logika bagaimana orang ini dapat membersihkan kantor
jika penampilan fisiknya sendiri tidak dijaga.

4. Memperlakukan orang lain seperti yang kita ingin orang lain
perlakukan terhadap kita
Katakanlah hal-hal yang baik kepada setiap orang. Perlakukan setiap
orang dengan hormat dan itu semuanya akan kembali ke Anda.
Seperti puisi berikut:

Setiap tetes air yang keluar dari mata air, tahu mereka mengalir
menuju ke laut.
Meski harus melalui anak sungai, selokan, kali keruh, danau dan
muara, mereka yakin perjalanan mereka bukan tanpa tujuan.
Bahkan, ketika menunggu di samudra, setiap tetes air tahu bahwa suatu
saat panas dan angin akan membawa mereka ke pucuk-pucuk gunung.
Menjadi awan dan menurunkan hujan.
Sebagian menyuburkan rerumputan, sebagian tertampung dalam sumur-
sumur.
Sebagian kembali ke laut.
Adakah sesuatu yang sia-sia dari setiap tetes air yang kita temui di
selokan rumah kita ?

Adakah yang akan sia sia dari apa yang kita lakukan dan kita
berikan ??

Sumber : Unknown

5. Membantu orang lain dengan menjadi anggota dan pemimpin dari
pelayanan suatu komunitas, klub, dan badan-badan profesional
Dengan bergabung dalam suatu klub, komunitas, dan badan profesional
akan lebih membuka cakrawala berpikir dan bersosialisasi kita karena
di situ kita akan bertemu dengan orang yang memiliki visi yang sama,
misi yang sama, paradigma yang sepaham.

Ada profesional yang bila ditanyai berapa relasi yang dia ingat, di
dalam maupun di luar perusahaan, hanya bisa menghitung sampai angka
20. Tapi coba bandingkan dengan profesional yang mempunyai ratusan
relasi, keluarga, kerabat, tetangga, teman, atasan, manajemen top,
dsbnya. Relasi yang banyak, tepat, dan benar akan lebih memudahkan
jalan kita dalam mencapai kesuksesan.
Portofolio sosial kita bukan terdiri dari orang-orang yang kita
kenal, tetapi dari orang-orang yang kenal dan mengingat kita.

Salam Sukses dan Dahsyat untuk Anda!

Putera Lengkong
http://puteralengkong.blogspot.com

Kirim email ke