Dear All,
   
  Cerita pendek ini sangat menarik untuk kita telaah dengan baik,dan suatu saat 
dapat berguna bagi semua orang yang membacanya.
   
  Alkisah, Tuhan di Akhirat sedang memeriksa antrean panjang orang-orang yang 
sudah meninggal. Giliran SALEH diperiksa. Ia tersenyum merasa yakin masuk surga 
dengan keyakinan yang diyakininya.
  Ketika ia ditanyai apa saja yang sudah dilakukannya selama beliau hidup, ia 
menjawab dengan lantang dan lancarnya, katanya : Menyembah Tuhan dan menyebut 
namaNYA,membaca kitab sucinya, memiliki pengetahuan tentang Iman, menjalankan 
RUKUN AGAMA dan tidak berbuat dosa.
   
  Ketika ditanya lagi apa saja yang sudah dilakukannya selain itu, Saleh merasa 
ada sesuatu yang tidak beres, namun tak ada lagi yang bisa dikatakannya. 
Jatuhlah vonis untuk dirinya. DINERAKAKAN. dan, ia terheran-heran. lebih 
mengherankan lagi, ketika orang lain yang lebih soleh dari dirinya ternyata 
bernasib sama dengan dirinya.
   
  tak pelak terjadi kasak-kusuk di antara orang-orang yang dinerakakan itu. 
Mereka tidak puas dengan vonis itu. Standar penghakiman Tuhan dianggap tidak 
jelas bagi dirinya.lalu mereke memberanikan diri menghadap Tuhan untuk minta 
penjelasan.
  kata Tuhannya : "Dimana kalian Tinggal ?"
  SALEH :  " Di Indonesia Tuhan "
  "TUHAN" :"Negeri yang tanahnya subur,sampai tanaman tumbuh tanpa ditanam 
ya?negeri yang tambangnya kaya raya itu ya?
  SALEH : "Benar Tuhan "
  "TUHAN" : Tetapi penduduknya banyak yang melarat ya?Negeri yang selalu kacau 
balau karena kalian suka berkelahi,senang "diadu domba" dan merasa yakin dengan 
keyakinan kalian akan masuk SURGA ya?Sementara kekayaan alam kalian dikeruk 
orang lain?"
  SALEH : "Benar Tuhan"Kami tidak peduli dengan kekayaan alam kami,Yang penting 
kami menyembah dan memuliakan-MU.
  "TUHAN" :Engkau rela tetap melarat?Juga anak cucumu ikut melarat?"
  SALEH: " Tidak apa-apa Tuhan,asal mereka taat beragama dan rajin sembahyang 
lima waktu dan mejalankan Rukun-MU.
  "TUHAN": Meski ajaran agama kalian itu tidak masuk dihati?"
  SALEH: Masuk di hati Tuhan."
  "TUHAN":Kalau masuk dihati,mengapa kalian membiarkan diri tetap melarat 
sehingga anak cucu kalian dan umat-umat yang lain ikut melarat dan 
teraniaya,kekayaan alam kalian diambil orang lain,warga tenaga kerja 
luar(TKI/TKW) negri kalian dianiaya dan dibunuh dinegara yang katanya tempat 
paling suci itu. Megapa kalian lebih suka menyombongkan AGAMA kalian sendiri 
sementara AGAMA orang lain kalian aniaya,apalagi ketika bulan suci kalian akan 
tiba seenaknya kal.......Mengapa kalian lebih suka saling menipu,korupsi dan 
memeras?Aku beri kalian negeri yang kaya,namun kalian malas dan tidak suka 
bekerja keras,banyak teori-teori yang kalian ungkapkan tetapi tidak pernah 
kalian laksanakan,lebih banyak komentator dan buruk pelaksanaannya. kalian 
lebih suka beribadat,ngoceh sana - ngoceh sini,Kalian kira AKU MABUK PUJIAN 
ATAU SUKA DISEMBAH DAN HATI KALIAN ITU BUSUK BAGAIKAN BANGKAI."kata "TUHAN"
   
  Semua terdiam dan tahulah mereka kini apa yang diridai Allah. masih penasaran 
SALEH bertanya: Apakah salah bila kami Menyembah-MU, Tuhan?"
   
  Kata "TUHAN": Tidak salah,tetapi kesalahan terbesar kalian adalah terlalu 
mementingkan diri sendiri tanpa toleransi umat, kalian menjadi "Polisi bagi 
Umat lain"Kalian taat sembahyang karena takut masuk neraka,kalian melupakan 
kehidupan anak-istrimu, umat lain dan kaummu sehingga mereka teraniaya dan 
melarat.
   
  Wassalam
  Bani


Note: forwarded message attached.
       
---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out. 
--- Begin Message ---
Wah Mang Ucup,
   
  Saya jadi tersindir nich oleh tulisan anda, saya memang yakin apapun penyebab 
penyakit seseorang itu tidak lagi penting namun kenapa Tuhan mengijinkan kita 
menderita penyakit tentunya ada "pesan" dibaliknya yang layak kita renungi.
   
  Saya pernah menderita penyakit yang dikategorikan berat karena banyak orang 
yang tidak bisa survive, yaitu sakit kanker mulut rahim stadium 3B yang 
dianggap cukup berat. 4 bulan di rumah sakit memang membuat saya berubah, saya 
lebih bisa menghargai hidup dan kesehatan, saya juga bisa melihat sendiri siapa 
yang teman dan yang bukan bisa dilihat dari intensitas mereka mengunjungi saya 
di rumah sakit, saya juga lebih mendekatkan diri pada Tuhan karena merasa bahwa 
dalam situasi seperti itu tidak ada dokter yang paling hebat yang bisa 
menyembuhkan penyakit saya jika Tuhan sendiri tidak berkenan. Saya juga belajar 
banyak hal yang telah memperkaya diri saya seperti bagaimana kita bisa survive, 
bagaimana melawan rasa takut, bagaimana mengalihkan rasa sakit sehingga tidak 
perlu minum obat penahan rasa sakit yang bisa merusak organ tubuh, saya bisa 
menyadari makna keadilan Tuhan yang sebelumnya sering saya ragukan. Bagaimana 
Tuhan tidak adil, setiap makhluknya diberikan sarana
 untuk hidup seperti udara dan air dengan gratis. Tuhan si pemilik bumi dan 
seluruh alam semesta tidak pernah menarik biaya penggantian untuk apa yang 
diberikanNya contoh bumi tempat kita hidup, bercocok tanam, membangun rumah 
semua milik Allah, manusia lah yang membuat aturan sehingga seolah kita harus 
membayar tanah tempat kita berpijak. Tuhan tidak mengenakan biaya untuk oksigen 
yang kita hirup padahal di rumah sakit satu tabung oksigen harganya bukan main, 
demikian juga dengan air yang kita gunakan untuk minum, mencuci, menyiram 
tanaman dan mandi semuanya gratis, belum lagi seluruh organ yang kita miliki 
dalam tubuh kita semua gratis sayang kita seringkali lebih terfokus pada apa 
yang kita tidak miliki sehingga lupa bersyukur atas segala yang ada pada diri 
kita. Sekaya apapun seseorang dia cuma mampu membeli makanan yang paling mahal 
yang mampu dijual restoran termahal namun dia tidak akan mampu menelan seluruh 
makanan yang dia mampu beli sekaligus karena perut memiliki
 keterbatasan menyerap makanan yang ditelannya. Kita mampu beli mobil yang 
paling mahal yang kita simpan berpuluh puluh di gudang tapi pasti kalau kita 
menggunakan mobil tentunya cuma bisa satu mobil sekali pakai kan tidak mungkin 
naik dua mobil sekaligus pada saat yang sama. Juga rumah, pakaian, sepatu, 
tanah, uang, perhiasan, investasi, saham,  kekayaan yang kita miliki tidak 
mungkin bisa digunakan setiap saat secara bersamaan.Yang ada malah jantungan 
karena takut dirampok, takut ditipu, takut inflasi, takut dicuri walau tidak 
semua seperti ini. Jika kekayaan yang kita miliki bisa juga bermanfaat buat 
orang banyak dan menyadari sepenuhnya kalau semua ini hanya titipan maka 
ketakutan itu nyaris tidak perlu ada.Setiap orang punya jumlah jam yang sama 
yaitu 24 jam perhari apakah kita orang miskin ataupun kaya sama sama punya 
jatah jam yang sama jadi bagaimana kita bisa bilang Tuhan tidak adil. 
   
  Banyak lagi keadilan Tuhan yang telah membuka mata saya saat sakit, di saat 
mulut saya sama sekali tidak bisa menelan makanan walaupun semuanya enak dan 
mahal terbayang seorang pengemis makan nasi bungkus cuma sama tempe dengan 
lahap, juga saat aku mengerang kesakitan di tempat tidur rumah sakit terbayang 
para gelandangan yang tidur pulas di bawah jembatan.
   
  Terima kasih ya untuk tulisannya semoga bisa juga mengingatkan kita kepada 
Tuhan.
   
  Salam EPOS,
   
  Lies Sudianti
  Founder & Moderator Milis the Profec
  0816995258
  [EMAIL PROTECTED]
  [EMAIL PROTECTED]
  [EMAIL PROTECTED]
   
   
  
mangucup88 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Apabila kita jatuh sakit ataupun menderita? Pertanyaan yg hampir 
selalu diajukan ialah: „Siapa yg mengirim penderitaan ini? Apakah 
sakit ini dari si setan atau dari Allah? Kalau dari Allah apa 
dosaku? Kalho dari si setan, kok Allah tdk melindungi saya? Se-akan2 
kita ingin mencari dalang maupun aktor intelektualnya dari penyakit 
kita ini, bahkan tidak sedikit dari kita yg langsung mengadili dan 
memvonis Sang Pencipta, sebagai Allah yg jahat dan tidak adil!

Tidak bisa dipungkiri, bahwa si setan pun bisa mengirimkan penyakit 
maupun santet, tetapi perlu diketahui bahwa tidak ada penyakit atau 
penderitaan apapun juga di dunia ini bisa terjadi dgn tanpa 
sepengetahuan maupun se-ijin dari Sang Pencipta, karena Allah tidak 
pernah kecolongan. Walaupun demikian satu pemikiran yg salah apabila 
kita menilai bahwa sakit itu adalah takdir yg sudah ditentukan dari 
sononya sambil berkata itu kan sudah kehendak-Nya, begitu juga satu 
pemikiran yg salah lainnya dimana kita berfikir bahwa Allah akan 
membebaskan manusia dari penyakit, entah ia itu orang soleh maupun 
Nabi sekalipun mereka harus sakit! Karena dunia ini bukanlah Disney 
World tempat untuk ber-senang2. 

Pertama perlu diketahui bahwa manusia itu bukannya robot ato sesuatu 
yg bisa di program, mulai dari cara makannya saja sdh beda dari 
makhluk2 lainnya, mana ada makhluk lainnya yg memiliki puluhan ribu 
macem resep makanan seperti manusia, sedangkan kuda dan sapi sudah 
ditakdirkan untuk makan makanan yg itu2 saja, begitu juga dgn 
prilaku seksual kita, kalau anjing dan kucing gayanya hanya gitu2 
azah, tetapi kita manusia memiliki berbagai macam variasi lihat azah 
tuh buku Joy of Sex ato Kamasutra. Oleh sebab itulah juga manusia 
mendapat julukan sebagai binatang yg paling liar, karena manusia itu 
tidak bisa diprogram maupun menghargai apa yg telah ditentukan 
sebelumnya. Manusia selalu berkeinginan untuk memberontak dan 
melawan aturan entah yg ditentukan oleh Sang Pencipta maupun oleh 
manusianya sendiri, kita selalu mencari jalan pintas yg bisa 
menyenangkan ego kita tanpa mau menghiraukan yg lainnya.

Manusia melawan hukum maupun undang2 itu sih udah biasa dan bisa 
dimaklumi mulai melanggar aturan lalu-lintas s/d hukum pidana, 
karena apa sih yg perlu ditakuti, bukankah hukum itu bisa dibeli. Yg 
hukuman dan vonis nya udah jelas ada di depan mata sekalipun sdh 
kita tidak mereka takuti lagi, kagak percaya tanya saja sama Dr 
Anda, berapa persen dari pasiennya yg benar2 mo nurut nasehatnya, 
padahal mereka sdh mengetahuinya dgn jelas, bahwa apabila nasehatnya 
tidak diturut maka akibatnya bisa fatal, bahkan bisa menyeretnya ke 
dlm maut.

Sebagai contoh udah tahu, bahwa merokok itu merusak kesehatan, 
bahkan dgn Warning yg jelas dan gede ditulis diatas kotak rokoknya, 
tetapi kenyataannya tetap saja mereka cuek, begitu juga dgn pola 
makan kita, lihatlah menu makanan yg Anda makan se-hari2 apakah ini 
bisa dinilai sehat?

Manusia jaman sekarang sudah budeg dan sudah buta, sehingga tidak 
bisa atau lebih tepatnya tidak mau lagi melihat ataupun mendengar 
nasehat yg baik, karena kebutaan dan kebudegan kita inilah maka 
Allah terpaksa menggugah kesadaran manusia dgn suara yg keras! 

C.S. Lewis mengatakan bahwa "kesakitan" itu adalah "megafon" 
atau "pengeras suara" yg dipakai oleh Allah untuk membangunkan 
kesadaran manusia. Bisikan maupun getaran hati nurani kita sdh tidak 
digubris lagi, oleh sebab itulah Allah membentak kita dgn 
teriakannya yg keras melalui kesakitan2 kita. Kesakitan adalah 
megafon Allah untuk membangunkan dunia yg telah budeg ini.

Kesakitan merupakan erangan, jeritan, teriakan dari manusia, tetapi 
perlu diketahui bahwa "kesakitan" itu juga merupakan "megafon" 
atau "pengeras suara" yg dipakai oleh Sang Pencipta untuk menggugah 
kesadaran manusia, sebab bisikan halus sdh tidak akan mempan lagi 
pada manusia jaman sekarang ini, boro2 bujukan manis dari sang 
istri, ancaman keras dari Dr sekalipun acap kali diabaikan. 

Oleh sebab itulah hanya "kesakitan" yg berbunyi cukup lantang untuk 
membuat manusia menjadi tersentak untuk mau mengintropeksi dan 
memeriksa dirinya, siapa tahu dgn demikian mereka mau merobah cara 
pola hidupnya, bahkan bisa berpaling kepada Allah kembali.

Tanya saja sama diri sendiri, orang bagaimana bandelnya sekalipun, 
ia akan berhenti merokok apabila ia sudah kejangkitan penyakit 
kanker paru2. Begitu juga orang akan merubah cara pola makan maupun 
pola hidupnya apabila ia sudah kena stroke. Para pencandu alkohol 
maupun narkoba sekalipun banyak yg menjadi sadar dan clean total 
setelah mereka mengalami sakit berat.

Berapa puluh ribu orang baru mulai berlutut lagi untuk berdoa untuk 
berpaling kembali kepada Sang Pencipta setelah mereka jatuh sakit, 
oleh sebab itulah juga secara sadar atau tidak sadar pada saat kita 
menderita sakit mereka sering menggerang dan memanggil nama Allah, 
kagak percaya cobalah dengar erangan maupu keluhan orang sakit, 
mereka sering menggerang sambil mengucapkan kata2 seperti "Duh 
Gusti" atau "Ya Tuhan" atau "Masya´allah" sesuai dgn cara maupun 
kepercayaannya masing2.

Mang Ucup – The Drunken Priest
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.net



         

--- End Message ---

Kirim email ke