PROGRAM GEDUNG KESENIAN JAKARTA
JULI 2007                   
 
 
Kata Pengantar  
            
Selamat berjumpa kembali, 
Bulan Juli merupakan waktu yang sangat erat hubungannya dengan suasana liburan 
sekolah, di mana bulan Juli merupakan terminal waktu bagi anak-anak sekolah 
melepaskan segala kegiatan rutinitas yang melelahkan. Gedung Kesenian Jakarta 
hadir menemani suasana liburan sekolah dengan menghadirkan berbagai program 
yang dapat menemani liburan kali ini melalui penampilan Komedi Betawi dengan 
lakon "Pintu Kecil" dan " Pondok Rangon" di mana didukung oleh para 
seniman-seniwati Betawi seperti : H. Udin Bodong, H. Bolot, Mpok Nori dan 
beberapa artis ibukota.
 
Mewakili seni tradisi yang harus tetap dikembangkan hadir melalui pementasan  
"Ketoprak Guyonan Puspo Budoyo" yang disutradarai oleh seniman tradisional 
Aries Mukadis, serta Wayang Orang "Sekar Budaya Nusantara" dengan lakon 'Udowo 
Marojolelo' yang disutradarai oleh Asmoro Hadi.
 
Musik Klasik juga menjadi bagian dari bentuk kreatifitas anak anak dan kaum 
remaja, Purwacaraka Music Studio akan menggelar "Konser Pianis Terbaik" sebagai 
sarana apresiasi terhadap kehidupan pendidikan musik klasik. Teater Siluet akan 
menyemarakan liburan bulan juli ini lewat pementasan "Bunyi Sunyi"  yang 
disutradarai oleh R.Tono.
 
Program ini dirancang dalam berbagai disiplin seni yang berbeda sebagai peran 
serta Gedung Kesenian Jakarta dalam meningkatkan apresiasi masyarakat khususnya 
anak-anak dan remaja terhadap seni pertunjukan.
 
Kehadiran para sahabat Gedung Kesenian Jakarta dan para pecinta seni khususnya, 
yang selalu kami nantikan sebagai partisipasi dan dorongan dalam melangsungkan 
perjalanan kesenian di Jakarta khususnya, dan Indonesia umumnya. Berjalanlah 
selalu bersama Gedung Kesenian Jakarta  Selamat menyaksikan
 
 
Salam Budaya,
 
Marusya NF. Nainggolan. M.A.
Direktur
 
 

Minggu 8 Juli 2007 - Pukul 13.00 WIB
Sunday July 8, 2007 - 6.30 PM
 
PEMILIHAN PIANIS TERBAIK SEKOLAH MUSIK PURWACARAKA
 
Pemilihan pianis terbaik Puwacaraka Music Studio 2007 ini diadakan untuk 
meningkatkan apresiasi musik klasik. Dengan demikian dapat memotivasi 
siswa-siswi kelas piano klasik Purwacaraka Music Studio, selain itu setiap 
siswa juga akan lebih giat belajar dan lebih tekun lagi dalam bermain piano 
klasik khususnya dalam menghadapi event pemilihan pianis terbaik ini, sehingga 
setiap siswa pada akhirnya mampu memainkan piano klasik dengan teknik yang 
benar, interprestasi yang baik dan mampu mengekspresikan permainan piano 
klasiknya dengan baik, maka dari itu diadakanlah pemilihan pianis terbaik 
Purwacaraka Music Studio 2007 untuk memacu dan meningkatkan kualitas 
siswa-siswi kelas piano klasik Purwacaraka Musik Studio.
 
Informasi undangan : Bapak Arif 081324097075

 
Kamis, 12 Juli 2007 - Pukul 19.00 WIB
Thursday, July 12, 2007 - 7.30 P.M.
 
PAGUYUBAN PUSPOBUDOYO
PAGELARAN KETOPRAK GUYONAN CAMPUR TOKOH "PUSPO BUDOYO"
 
Naskah & Sutradara/ Script & Director      : Aries Mukadi
Pemain/Performers  : Bapak Sutiyoso, Ibu Ir. Aurora Tambunan, Msi., Ibu Fiona 
Hoggart, Bapak Rilota Tasmaya, Bapak & Ibu Luluk Sumiarso, Ibu Marusya 
Nainggolan, Ibu Sylviana Murni, Bapak Moerdiman, Bapak Nurfakih Wirawan, Bapak 
Margani Mustar, Bapak Eko Bharuno Subroto, Bapak Taufik Y. Mulyanto, Bapak 
Wiriyatmoko, Bapak Syahrul Effendi, Bapak Syauki Yahya, Bapak Jornal E. 
Siahaan, Bapak Alistair Speirs,  Ibu Peni Susanti, Bapak Muhayat, Bapak Effendi 
Anas, Bapak Kusnan A. Halim, Bapak Riyanto, Bapak Fadjar Panjaitan, Aries 
Mukadi, Sulistiyono, Kenthus, Koko dan Puspo Budoyo.
Negara Demak Bintara dibangun tahun 1481 M oleh Raden Fatah yang bergelar 
Sultan Alam Akbar al Fatah dan didukung para wali pemuka agama islam ditanah 
Jawa. Seiring dengan merosotnya kekuasaan Negara Majapahit -sejak 1478 
diperintah raja Girindrawardhana Dyah Wijayakarana, dan pusat pemerintahannya 
berpindah-pindah di Keling lalu Kediri. Akhirnya Majapahit dapat dikuasai 
Sultan Trenggana raja ke-3 Negara Demak Bintara.

Negara Pajajaran pernah membuat perjanjian kerjasama dengan bangsa Portugis. 
Sultan Trenggana ingin membendung bangsa asing menguasai Persada Nusantara, 
maka diperintahkan prajuritnya menyerang dan menguasai Banten serta Pelabuhan 
Sunda Kelapa yang penguasanya selalu bertindak semena-mena terhadap rakyat yang 
beragama islam. Prajurit Demak yang dipimpin adik ipar Sultan Trenggana bernama 
Pangeran Fadilah atau Fadilah Khan atau Fatahilah atau Tubagus Pasai menjadi 
senopati Demak Bintara bekerjasama dengan Sunan Gunung Jati yang memerintah 
Cirebon dan Pangeran Sobokingkin putra Sunan Gunung Jati yang berada di 
Surosowan Banten, menyerang dan berhasil dengan gemilang. Sunda Kelapa lalu 
berganti nama Jayakarta dan dipimpin Fatahilah, Pangeran Jayakarta. 
 
With the decline of the Kingdom of Majapahit (1478), the Kingdom of 
Demak---built  in 1481 by Raden Patah (also known as Sultan Alam Akbar al 
Fatah)-and its  influence grew rapidly. 
Eventually, the Kingdom of Majapahit was taken over by Sultan Trenggana III 
from the Kingdom of Demak. Meanwhile, the Kingdom of Pajajaran had interacted 
and made economical dealings with the Portuguese--foreigners. This was clearly 
poles apart with what's Demak's policies.
Sultan Trenggana, had decided to take aggressive measure, sent Prince Fadilah 
(also known as Fadilah Khan, Tubagus Pasai and Fatahilah)-his brother in-law -- 
to battle.
With the cooperation from Sunan Gunung Jati and his son, Prince Sobokingkin, 
Prince Fadilah successfully took the port of Sunda Kelapa. Triumphant, the 
Kingdom of Demak changed the name Sunda Kelapa into Jayakarta (which means 
victorius) and Prince Fadilah as the proctetorat of Jayakarta.
The story tells a part about the early history of the region that would later 
be called Jakarta.   

Informasi Undangan : Ibu Uning - 08558896868 & Ibu Erri - 0811960827
 

Selasa, 17 Juli 2007 - Pukul 20.00 WIB
Tuesday, July 17, 2007 - 8 pm
 
KOMEDI BETAWI 
 
Sutradara/ Directed                     : Syaiful Amri
Penata Musik/Musik Director       : Andi Suhandi
Penata Panggung/Stage Manager : Djudjun Cs.
Pemain/Players                           : H. Bolot, H. Bodong, Hj. Nori, Edi 
Oglek, Rini SBB, Kubil, Rita Hamzah, 
                                                    Rudi Sipit, Jaya, Malih dan 
lain-lain
Bintang Tamu/Guest Stars           : Tessa Kaunang & Dicky Chandra
 

" PONDOK RANGON"
 
Pada Zaman Betawi tempo dulu, hiduplah sepasang suami istri yang sudah tua, 
sang suami yang sudah aki-aki dipanggil Mbah Santri oleh masyarakat setempat. 
Rumah kediaman mereka berbentuk panggung dengan tinggi lebih kurang 2 meter. 
Bentuk bangunan yang demikian itu disebut "Rangon". 
 
Mbah Santri terkeal di lingkungannya, ada yang menyukainya dan ada juga yang 
tidak menyukai keberadaan Mbah Santri. Hingga suatu hari saat menjelang 
ajalnya, Mbah Santri berpesan agar kelak nama daerah tempat ia tinggal 
dinamakan "Rangon" dan sampai saat ini daerah tersebut masih ada di perbatasan 
Jakarta dengan Bekasi di Kec. Pasar Rebo Jakarta Timur.
 
Information & Invitation:
Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta/
The Culture and Museum Service of the Greater Jakarta Province . T. (021) 
5263236
 
 
Jumat dan Sabtu, 20 - 21 Juli 2007 - Pukul 20.00 WIB
Friday and Saturday, July 20 & 21, 2007 - 8 PM
 
TEATER SILUET "BUNYI SUNYI"
 
Production Team Teater Siluet
Production Manager    : Herry Wahyu Nugroho
Production Head         : Dony Suryatin Hasan
Director                      : R. Tono
Director Assistant       : Herry Wahyu Nugroho
Stage Manager           : Eko Balck Ferianto.
Artistic                       : Arief Riyadi 
Players                      : Bayu Dharmawan Saleh, Dharmestya Adyana, Lilis 
Jubaedah, Daniel Hariman Jacob, 
                                   Isron, Joseph Viar Suhendar, Zulfi R. , 
Achmad Chotib, Tissa Septiani Indra, Iqbal, 
                                   Romualdo, Dwi Hadiyanto. Winarno, Arie 
Gumilang, Bayu Degay, Gigih Gilang,
                                   dan Rohro Endah Setyowati.
 
 
BUNYI SUNYI
Karya: R. Tono 
 
Kalung emas dengan liontin bertuliskan nama istrinya, WARSIH, itu yang 
dijanjikan WARSO sebagai hadiah ulang tahun ketika mereka belum menikah. Dan 
pada tahun ketiga perkawinan mereka, WARSIH menagih janji. Sebetulnya WARSO tak 
lupa pada janji itu. Sebetulnya WARSIH hanya bercanda, tetapi itu membuat WARSO 
berniat mengadu nasib ke Jakarta dan mencari uang lebih untuk memenuhi janji 
itu.
 
Nasib tak berpihak, lelaki yang tak lulus SD itu malah terlunta-lunta di 
Jakarta sebagai kuli jalanan. Di Jakarta ia terus digoda MARIA, pemilik warteg 
tempat ia biasa makan. Di kampung WARSIH dikejar-kejar oleh Juragan BROTO, 
orang terkaya di desa itu. Ujungnya WARSIH diperkosa Juragan BROTO. WARSO jatuh 
sakit dan sekarat.
 
Merasa tak bisa menepati janjinya, WARSO memutuskan tak akan kembali ke desa. 
Merasa tak bisa menepati janjinya, WARSIH memutuskan pergi meninggalkan desa.
Tragis, barangkali .
Manis, barangkali .
Inilah kisah mereka .
 
Admission: Rp 50.000,- GKJ : 3808283/ 3441892
 
 
Minggu, 29 Juli 2007 - Pukul 20.00 WIB
Sunday, July 29 & 21, 2007 - 8 PM
 
SEKAR BUDAYA NUSANTARA & WAYANG ORANG MAESTRO 
Pimpinan        : Ibu Nani Sudarsono               Pimpinan     : Bapak Harry 
Sulistiono
 
"UDOWO MAROJOLELO"
Sutradara/Directed    : Bapak Asmoro Hadi
Pemain/Players        : Bapak Hari Sulistiono, Bapak Asmoro Hadi, Bapak Kies 
Slamet, Mawik K.S,  Norava, 
Muri, Aries Mukadi dan pemain-pemain maestro wayang orang dari Jakarta, Solo, 
Yogyakarta dan Malang.
 
Udowo mengadakan sayembara, siapapun yang dapat mengalahkannya akan dapat 
mempersunting Larasati adik kandungnya karena ingin mengangkat citra keluarga 
Widoro Kandang.
 
Prabu Kresna yang mengetahui kesaktian Udowo tidak memadai, maka Kresna 
membantu supaya Larasati jatuh ke tangan Harjuno. Seperti keinginan Udowo 
supaya Larasati sah menjadi istri Raden Arjuna.
 
Udowo memang merajalela, setelah Raden Arjuna dapat memenangkan sayembara, 
Udowo masih meminta untuk mendapatkan kembali gadis idamannya Dewi Kuniwati 
anak Patih Sengkuni yang di culik seorang raja dari keraton Kismantoro.
 
 
 
PROGRAM MENDATANG 
 
Tanggal : 8 - 15 Agustus 2007 (August 8 - 15, 2007)
Indonesia Independent Art Festival 2007
 
Rabu, 15 Agustus 2007 - Pukul 20.00 WIB
Wednesday, August 15, 2007 - 8 PM

Konser Musik Jazz Italia 
Kerjasama dengan Istituto Italiano di Cultura Jakarta
 
 
Kamis, 16 Agustus 2007 - Pukul 20.00 WIB
Thursday, August 23, 2007 - 8 PM
 
Pertunjukan Musik Winda MA (Bali)
 
Kamis, 23 Agustus 2007 - Pukul 20.00 WIB
Thursday, August 23, 2007 - 8 PM
 
Konser Musik Klasik Piano & Biola :
"From Russia To Indonesia With Love"
 
Pemain/ Players : Vitaly Unitsky (piano) & Pavel Sedov (Violin) - Rusia
Kerjasama dengan Kedutaan Besar Rusia / Co - operations with Russian Embassy
 
Repertoar:
 
1.      ZIMBALIST                      - The Golden Cockerel, Konzertfantasie 
                                                - (Rimsky-Korsakow N.)
2.      GLAZOUNOFF-ZIMBALIST  - Grand Adagio (Raymonda)
3.      GLAZOUNOFF                 - Heifetz - Valse (Raymonda)
4.      RUBINSTEIN                    - Dances (<<Demon>>)
5.      RACHMANINOFF-HEIFETZ - Adante (Cello sonata, III Mvt.)
6.      TCHAIKOVSKY                - Rusian Dance (from Swan lake)
                                                - Melodie
                                                - Valse-scherzo
7.      SHOSTAKOVITCH           - 2 Preludes
                                                - Valse - Joke
8.      SCHNITTKE                     - Suite im uralten Stil . Pantomime.
9.      PROVOKOFIEV - HEFETZ  - March, Larghetto, Gavotta
10.    PROVOKOFIEV                - Sonata No 2 D-dur (III, IV Mvt.)
 
 
Selasa & Rabu, 28 & 29 Agustus 2007 - Pukul 20.000 WIB
Tuesday & Wednesday, August 28 & 29, 2007 - 8 PM
 
Wallet Dance

GEDUNG KESENIAN JAKARTA
Jalan Gedung Kesenian No.1, Jakarta 10710.
T. (021) 3808283, 3441892 - F. (021) 3810924 
E-mail: [EMAIL PROTECTED] - Website: www.gedungkesenianjakarta.com 

Kirim email ke