PD sebagai sebab, apa maksudnya ?
Selama ini, mungkin kita beranggapan bahwa sukses atau achievement akan memunculkan rasa percaya diri (PD). Makin sukses seseorang, maka makin tinggi kepercayaan dirinya. Orang yang sebelumnya naik motor, dan kemudian berhasil membeli mobil, kepercayaan dirinya akan bertambah. Dalam hal karir juga demikian. Semakin tinggi posisi atau karir seseorang, maka semakin meningkat PD-nya. Sampai tahap ini, sebuah kepercayaan diri barulah menjadi "akibat" dari sebuah sukses atau achivement. Memang tidak ada salahnya. Yang perlu disadari, bahwa ternyata untuk meraih sukses, juga diperlukan kepercayaan diri yang tinggi. Orang akan lebih mudah meraih kesuksesan manakala dia tampil lebih percaya diri. Disinilah Percaya Diri bukan lagi sebagai akibat, melainkan menjadi sebab. PD disini menjadi sebuah skill yang amat diperlukan dalam kehidupan. PD as a life skill. Sebagai sebuah skill, tentu PD bisa dilatih dan dipelajari. Manakala kita masih menempatkan PD, "hanya" sebagai akibat, maka kita harus berhati hati manakala penyebab PD tersebut lepas dari diri kita. Saat kita PD "hanya" karena punya jabatan yang tinggi, bagaimana jadinya kalau kita telah pensiun. Saat kita tampil PD karena kaya, bagaimana kalau tiba tiba bisnis kita bangkrut, dan tiba tiba kita langsung menjadi miskin. Kita akan mengalami krisis kepercayaan diri yang hebat tatkala menempatkan PD hanya sebagai akibat saja. Lain ceritanya kalau kita sudah mampu menjadikan PD sebagai sebab. Apapun kondisi kita, ya....PD aja. Berhubung PD adalah sebuah skill, maka dia bisa menyatu dengan diri kita. Bahkan sudah masuk dalam alam bawah sadar kita manakala kita sudah mahir "memainkan" skill tersebut. Dalam konteks yang lebih luas, PD dalam berkomunikasi amat penting untuk sebuah sukses. Komunikasi ini mencakup komunikasi eksternal dan komunikasi internal. Ketika kita berbicara dengan orang lain, maka kita berkomunikasi secara eksternal. Untuk bisa berkomunikasi secara eksternal dengan baik, diperlukan PD. Kita juga senantiasa berkomunikasi secara internal. Baik itu dalam bentuk refleksi diri, self talk, dan sebagainya. Untuk inipun diperlukan PD sebagai sebuah skill. Sekali lagi, sebagai sebuah skill, PD bisa dilatih dan dipelajari. Uraian di atas, hanyalah sedikit "oleh-oleh" yang saya bawa, selepas menghadiri Kopdar Milis Bicara pada hari Sabtu, tanggal 21 Juli 2007. Bertempat di sebuah gedung, di bilangan Cideng Jakarta Pusat, Pak Sopa selaku tokoh yang "mbahurekso" milis tersebut, menyampaikan berbagai tips kepada para member milis yang hadir. Tentu saja masih banyak insight yang lain. Tapi untuk sementara ini, itu dulu yang bisa saya bagi kepada teman teman. Sukses selalu buat Pak Sopa. Salam Faif Yusuf NB. Ingin lihat gaya Pak Sopa? Kunjungi aja HYPERLINK "http://faifyusuf.com/"http://faifyusuf.com No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.476 / Virus Database: 269.10.16/914 - Release Date: 7/23/2007 7:45 PM
