*Tips 163: Sepuluh Cara Mudah Mencerdaskan Emosi Anda*

Saya kok merasa agak gimana gitu ya. Soalnya, Saya lupa dari mana sumbernya
tips ini. Tapi menurut Saya, akan sangat bermanfaat bagi kita semua jika
Saya berbagi tips ini dengan Anda. Berikut ini adalah 10 tips yang cukup
sederhana untuk memuluskan jalan Anda menuju keberhasilan dan kesuksesan.

10 tips ini adalah tips-tips yang terbilang mudah untuk dilatih dan
diimplementasikan. Seingat Saya, semuanya powerful dan sangat membantu untuk
kepentingan stabilitas emosi di tengah cuaca dan musim yang gak karuan
seperti sekarang.

*MULAILAH DENGAN CERDAS LITERASI*

Maxudnya, perkayalah vocabulary emosi Anda dengan berbagai kata-kata yang
erat hubungannya dengan perasaan. Menurut sejumlah sumber, daftar "perasaan"
itu ada sekitar 200-an kosa kata. Kemudian, biasakanlah mengatakannya secara
eksplisit atau implisit, dalam cara yang "gue banget".

Berilah label pada perasaan Anda dan bukan pada orang atau situasinya.
Gunakanlah kata-kata perasaan se-spesifik mungkin.

*"Aku ngerasa udah nggak sabar nih."*

bukan

*"Ini udah keterlaluan."*

*"Ndengerin kamu, aku kok merasa sakit hati ya."*

bukan

*"Kamu emang nggak sensitif deh."*

*"Heehh... gua jadi ngeri nih!"*

bukan

*"Elu nyupir udah kayak oran gila!"*

*"Saya kok merasa tidak enak hati ya,"* bukan seperti kalimat pertama Saya
di atas.

Dengan cerdas emosi secara literasi, Anda akan menjadi lebih mudah memahami,
menyelami, dan mengontrol emosi Anda pribadi.

*BEDAKAN PIKIRAN DARI PERASAAN*

Pikiran:

*"Saya merasa seperti..."
"Saya merasa seolah-olah..."
"Saya merasa bahwa..."*

Perasaan:

*"Saya merasa..."*

Gunakan secara langsung kata-kata perasaan yang terkait dengan perasaan
Anda. Hilangkan kata penghubungnya.

Dengan lebih mampu membedakan pikiran dari perasaan, Anda akan menjadi lebih
yakin dengan berbagai jawaban, inspirasi, keputusan dan tindakan Anda
sendiri.

*BERTANGGUNGJAWABLAH UNTUK PERASAAN ANDA*

*"Aku merasa cemburu."*

bukan

*"Engkau membuatku cemburu."*

Yang cemburu adalah diri Anda sendiri. Yang menciptakan perasaan cemburu
adalah emosi Anda sendiri. Bukan orang lain, bukan situasi atau keadaan.

*"Saya merasa marah karena perbuatan kamu!"*

bukan

*"Perbuatan kamu membuat Saya marah!"*

Yang marah adalah diri Anda sendiri. Yang menciptakan kemarahan adalah emosi
Anda sendiri. Bukan orang lain, bukan situasi atau kejadian.

Dengan bisa bertanggungjawab untuk emosi Anda, Anda akan lebih independen,
lebih mandiri, dan lebih percaya diri.

*GUNAKAN PERASAAN UNTUK MENGAMBIL KEPUTUSAN*

Tips yang satu ini bisa cukup berbahaya. So untuk latihan awal, sebaiknya
Anda TIDAK KELUAR dari kerangka berikut ini.

*"Apa yang akan Saya rasakan jika Saya melakukan ini?"
"Apa yang akan Saya rasakan jika Saya tidak melakukannya?"*

Dengan terlatih jernih dalam melibatkan perasaan di dalam mengambil
keputusan, Anda akan terlatih lebih baik untuk mengambil keputusan dalam
cara yang lebih presisi. Intuisi Anda akan bisa diandalkan dan tidak akan
menyesatkan.

Tips keputusan berbasis
intuisi<http://milis-bicara.blogspot.com/2007/07/tips-161-keputusan-intuitif-penuh.html>ini
bisa membantu Anda.

*DEMONSTRASIKAN PENGHARGAAN TERHADAP PERASAAN ORANG*

Bukan hanya menghargai, tapi lebih dari itu demonstrasikanlah penghargaan
Anda terhadap perasaan orang lain.

*"Apa perasaan kamu kalo aku pilih yang ini?"
"Apa perasaan Anda jika Saya tidak melakukannya?"*

Dengan menghargai emosi orang lain, orang lain juga akan menghargai emosi
Anda. Dengan mendemosntrasikannya kepada orang lain, orang lain juga akan
mendemonstrasikannya untuk Anda.

*FEEL THE ENERGY NOT THE ANGRY*

Manfaatkanlah apa yang disebut orang dengan "marah", sebagai alat bantu dan
motivasi untuk bertindak produktif.

Belajarlah untuk mahir memisahkan "sebab kemarahan" dari "energi kemarahan".
Saat Anda berhasil, Anda bisa melupakan sebabnya dan memanfaatkan energinya.

Cara yang mudah adalah dengan menjadikan apa yang pasti pernah Anda katakan
ini menjadi sebuah skill. Sadarilah saat Anda mengatakannya. Latihlah
mengatakannya dalam konteks positif.

*"Awas ya..."
"Liat nanti..."
"Pada suatu saat..."
"Liat gue dua tahun lagi..."*

Tempatkanlah ungkapan di atas dalam kerangka positive thinking, supaya
energinya juga positif.

Dengan mampu mengelola energi emosi, Anda akan mendapatkan "turbo charge"
untuk perjalanan Anda menuju sukses. Emosi Anda tidak lagi destruktif, ia
telah menjadi bahan bakar.

Tips ini 
emosi<http://milis-bicara.blogspot.com/2007/04/game-of-success-tips-150-kendalikan.html>mungkin
bisa mengingatkan Anda kembali.

*VALIDASI PERASAAN ORANG*

Bukan hanya penghargaan, tapi juga tunjukkan bahwa perasaan orang lain itu
memang "ada".

Tunjukkan empati, simpati, pengertian, dan PENERIMAAN akan keberadaan
perasaan orang lain.

Latihlah kemampuan ber-empati dan ber-simpati Anda.

Jika Anda bisa menemukan bahwa emosi orang lain memang ada, maka mereka juga
akan menemukan bahwa emosi Anda pun ada.

*AMBIL NILAI POSITIF DARI BERBAGAI EMOSI*

Latihlah paket-paket pertanyaan ini.

*"Bagaimana rasanya?"* dan *"Apa yang bisa membuat Saya merasa lebih baik?"*

*"Bagaimana perasaan Anda?"* dan *"Apa yang bisa membuat Anda merasa lebih
baik?"*

Dengan terbiasa mengambil nilai positif, Anda akan makin pandai
"menyamankan" perasaan Anda. Dengan perasaan yang nyaman, Anda akan bisa
berjalan dengan melenggang.

*BELAJARLAH MENDENGAR*

DENGARLAH dengan EMPATI tanpa PENGHAKIMAN.

Mendengar, adalah keahlian yang paling sulit untuk dikuasai.

Dengan kemampuan mendengar yang lebih baik, orang lain akan lebih
mendengarkan Anda.

Tips 
mendengar<http://milis-bicara.blogspot.com/2007/02/tips-138-kendala-mendengar.html>ini
bisa membantu Anda.

*HINDARI MEREKA DAN APA YANG MENYIKSA PERASAAN ANDA*

Tentu saja, ini tidak bisa selalu Anda lakukan, tapi setidaknya, kurangilah
kebersamaan Anda bersama mereka. Atau, cobalah berbagai cara agar Anda tidak
berada di bawah kekuasaan psikologis mereka.

Cara yang paling tokcer, adalah "balas kejahatan dengan kebaikan." Dan dalam
banyak hal, Anda pasti lebih mudah melakukannya. Dengan pilihan ini, Anda
malah tidak menghindar tapi menghadapi dengan tenang. Alias, bersabar.

Menerima kiriman spam? Ya tinggal dihapus saja, nggak perlu marah.
Diejek orang? Senyum aja, walaupun kecut.

*KESIMPULAN*

Saya merasa senang karena sekarang, Anda pasti makin paham tentang semua
ini. Semoga bermanfaat.

Saya Ingin Anda Sukses,
Saya Harus Membuat Anda Sukses.

Ikhwan Sopa
Trainer E.D.A.N.
ikhwan dot sopa at gmail dot com
http://milis-bicara.blogspot.com
*Monggo di-copy, paste, republish, print, fotokopi, dan dibagi-bagi*

Kirim email ke