Saya selalu menganggap bahwa hidup ini adalah sekedar permainan belaka.
Namun jangan salah tafsir dulu, permainan yang saya maksud disini
adalah permainan penuh rewards and punishments. Rules nya adalah
peraturan2 di kitab suci, sabda sang Rabb yang disampaikan oleh Rasul-Nya.

Though life is just a game, there is no reset button on it!!!
Permainan hidup ini juga sudah di set dengan sangat amat super duper
perfect oleh sang Rabb.
Pilihan-pilihan adalah keasikan dan kekhasan dari permainan kehidupan ini.

Saya punya cerita tentang pilihan yang baru saja saya putuskan
beberapa hari yang lalu.
Seorang teman yang baru saja saya kenal beberapa pekan menawarkan job
yang sangat menggiurkan. Bayangkan, hanya dengan mengajar privat
seorang anak saya dijanjikan akan diberi imbalan Puluhan juta rupiah!!
(menjadi guru privat adalah job yang biasa dikerjakan oleh teman2
kampus saya, termasuk saya).
Saya tertarik dengan tawaran tersebut dan menanyakan detil job desc-nya.
Ternyata, privat yang harus saya berikan hanyalah formalitas dari
rencana yang tidak terpuji.
Rencananya seperti ini, anak yang akan saya ajar tersebut rencananya
akan mengikuti Ujian Masuk di PTK tempat saya kuliah.
Nah, teman saya ini mengaku mempunyai link untuk bisa membocorkan soal
tepat 1 hari sebelum Ujian Masuk dilaksanakan.
jika soal tersebut keluar dikeesokan harinya dan anak yang saya ajar
berhasil masuk, maka si wali murid dihatruskan membayar puluhan juta
rupiah dan saya akan mendapat bagian 1/3 nya.

Ingin sekali saya menolak saat itu juga!
Namun saya memilih mengikuti 'permainan kecil' yang diberikan.
Sewaktu saya dipertemukan dengan Wali si murid, saya; si murid; wali
murid dan teman saya itu membahas tertang detil rencana.
bagaimana cara kerjanya, berapa biayanya dan deal kesepakatan.
saya hanya mengambil andil sedikit dari pembicaraan tersebut.

Setelah pertemuan selesai, saya berpura-pura pulang ke rumah.
menunggu teman saya pulang. 
setelah saya yakin kalu teman saya sudah pulang, saya kembali
melakukan pembicaraan dengan si wali murid.
Saya berusaha meyakinkan keluarga itu bahwa bisa jadi kesepakatan yang
ditawarkan teman saya adalah penipuan. (walau saya tahu bahwa teman
saya tersebut kemungkinan memang bisa membocorkan soal)
Saya paparkan fakta yang diucapkan oleh dosen2 saya bahwa tidak ada
mahasiswa yang bisa lolos ujian dengan sogokan maupun pengaruh dari
pihak ketiga, tidak ada yang namanya kebocoran soal Ujian Masuk.
Jika ada yang menyogok dan lolos Ujian Masuk, maka sebenarnya dia
dapat lolos karena kemampuan dirinya sendiri, bukan karena sogokan
yang diberikan kepada oknum.

Si Wali murid terpengaruh dan sadar.
Kesepakatan pun dapat saya batalkan.
Seandainya saya menolak mengikuti permainan ini sedari ditawarkan,
maka saya tidak dapat membatalkannya rencana ini.
oleh karena itu saya berpura-pura mengikutinya dan mempengaruhi si
calon korban untuk mau keluar dari permainan ini.

Alasan saya simpel.
Saya tidak mau nama baik kampus temnpat saya kuliah tercemar.
Saya ingin menjadi bagian dari orang2 yang membuktikan bahwa rumor
tentang adanya sogok-menyogok untuk bisa masuk PTK ini.
Saya ingin junior2 saya nanti memang benar2 pantas untuk masuk PTK ini. 
Saya tidak ingin nantinya calon2 PNS di PTK ini adalah orang2 yang
masuk dengan sogokan.
That's it.

Just another game of life.


Wait and see another game of life of mine!

Amirullah

[EMAIL PROTECTED]
0856.193.7726

Kirim email ke