Bagaimana tetap termotivasi walau banyak rintangan

"The ancestor of every action is a thought."
— Ralph Waldo Emerson


Saya sebut diri saya penulis pemula sebab sejak berhenti bekerja 
dari perusahaan milik negara dan pernah menjadi redaksi majalah 
kantor 7 tahun yang lalu,  otomatis saya tinggalkan dunia menulis. 
Berkat tulis-menulis saya menemukan kembali sesuatu yang pernah 
hilang, dan berkat menulis saya punya nuklir motivasi yang meledak 
pada saat dibutuhkan ketika  menulis ( hmm meledaknya di kepala saya 
sendiri ).
   

Hidup ini penuh rintangan,  sering kita dengar kalimat tersebut.  
Bukan hidup saja yang penuh rintangan, motivasi itu sendiri punya 
banyak rintangan. Jika boleh saya berpendapat bahwa ada beberapa 
rintangan yang perlu diwaspadai agar motivasi tidak padam yaitu; 
pertama usia, kedua orang terdekat atau keluarga, ketiga lingkungan 
dan keempat diri anda sendiri.

Pertama, faktor usia: pernah suatu hari saya chatting dengan seorang 
seniman,  ia bertanya berapa umur saya; lalu saya katakan usia saya 
sudah 39 tahun lebih. Lalu ia berkata,  " wah Mbak,  tahu tidak usia 
saya baru 28 tahun". Saya tafsirkan ucapannya ketika itu sebagai 
tantangan dan agar saya sadar bahwa saya sudah tua dan ia masih 
muda. Kemudian, saya jawab " Life is begin at forty, dan target saya 
di usia 40 nanti buku saya sudah terbit dan bestseller".

Bisa saja anggapan seorang yang berusia 20-an menganggap usia 30-an 
sudah tua dan bisa saja anak usia belasan menanggap orang yang 
berusia 20-an sebagai orang yang lebih tua. So what?

Bicara soal usia dan soal motivasi memang ada korelasinya, pernah 
disebutkan dalam istilah HR (kepegawaian) ada tipe "dead horse" 
artinya SDM yang sudah menjelang  usia pensiun dan latar belakang 
pendidikan rendah ( dulu jaman orde baru kantor-kantor pemerintah   
masih bisa merekrut pegawai tamatan setingkat SMP) dan kebijakan 
perusahaan ketika itu   tidak akan pernah mengirim "dead horse "  
untuk mengikuti training atau pelatihan dari perusahaan yang 
biasanya diadakan bekerjasama dengan lembaga pendidikan tinggi, 
misalnya MM UI dll.  Bahkan ada seorang motivator beken; Jim Rohn  
menulis artikel judulnya "Dont send your Ducks to Eagle School",  ia 
beranggapan lebih baik merekrut pegawai baru yang sudah punya 
motivasi daripada memberi motivasi.  Saya tidak sependapat 
dengannya,  sebab semua manusia bisa diberi motivasi asal punya 
kesempatan dan diperlakukan "equal".


Jaman sekarang berbeda,  kecenderungan sekarang justru orang yang 
lebih tua usianya yang lebih termotivasi untuk awet muda, untuk 
hidup lebih lama. Bisa dilihat sepintas produk-produk obat awet muda 
laris di pasaran dalam negeri, bahkan di mancanegara. Padahal kalau 
mau jujur obat awet muda sebetulnya datang dari dalam diri ,  salah 
satunya banyak saja senyum akan awet muda dan juga senyum merupakan 
sedekah.  Mengkonsumsi minyak zaitun asli sesendok tiap hari menurut 
pakar kesehatan obat awet muda, minum teh juga obat awet muda.

Banyak contoh orang yang sudah gaek masih kuat: presiden negara yang 
menjajah tanah Palestina,  baru saja dilantik beberapa hari yang 
lalu sudah sangat gaek. Pemimpin Cuba Fidel Castro,  masih tetap 
hidup.  Orang tertua di dunia pemecah record dunia bisa mencapai 
usia lebih dari 110 tahun.  Di Amerika ada nenek gaek usia 90 tahun 
masih nyetir mobil. Jadi jumlah usia bukan alasan untuk tidak perlu 
motivasi. 

Kedua, keluarga atau orang terdekat bisa menjadi rintangan.  Saya 
mengalami sendiri, ketika awal Maret lalu mulai menulis sebuah 
naskah buku pertama.  Suami complain, anak rewel dan bahkan anak 
bungsu sempat kena demam.  Semangat menulis dan motivasi ingin jadi 
penulis (author) harus menghadapi komentar-komentar orang terdekat 
yang terkadang jika kita tidak kuat mental bisa goyah.  Justru 
dengan kendala ini saya lebih terpacu agar membuktikan pada mereka 
bahwa saya mampu menjadi penulis dan bisa mentraktir makan keluarga 
hasil dari tulisan.

Ketiga, faktor lingkungan; waktu yang terbatas,  faktor ekonomi 
antara lain kenaikan biaya hidup, situasi dan kondisi lingkungan 
yang tidak mendukung dalam hal ini bisa saja lingkungan baru terkena 
bencana alam,  kondisi politik yang tidak stabil, ada perang, ada 
kerusuhan, dll.  Akibat bencana tsunami dan gempa di Yogya,  memberi 
inspirasi  seniman untuk lebih kreatif dan mengadakan pentas 
menggalang dana bantuan bagi para korban. Banyak blogger asal Iraq 
muncul sejak pecah perang Iraq yang memberi info langsung bagaimana 
sebenarnya yang terjadi disana.  Hal ini menunjukkan motivasi  
mereka tidak padam walau dalam kondisi sesulit apapun.

Keempat, diri anda sendiri;  " ahh enggak mood nulis hari ini atau 
saya lagi enggak mood nih pergi ke seminar,  paling sama aja ikut 
seminar apa enggak nanti juga bisa baca makalahnya".  Itu salah satu 
contoh rintangan yang datang dari diri sendiri. Contoh lainnya bisa 
anda renungkan masing-masing dan jangan pernah redup motivasi dalam 
diri anda. 
Kendala keempat ini adalah kendala terbesar; diri anda sendiri 
merupakan kendala terbesar yang harus diatasi.

Ada faktor lain yang saya abaikan yaitu faktor masyarakat, teman, 
atau kenalan bisa jadi penghambat motivasi, tetapi faktor ini bukan 
hal yang signifikan sebab dengan mudah kita dapat abaikan. Ingat 
pepatah Betawi  " Terserah deh ape katenye nyee,  yang penting aye 
sek bodo' teing".




Kirim email ke