Bukalah presentasi dengan slide penuh teks... dan bacalah kata per kata. 

Dalam buku "Laugh and Learn", Doni Tamblyn menyampaikan bahwa begitu
mulai berbicara, kita hanya punya sepuluh detik untuk menangkap
perhatian hadirin selama lima menit ke depan. Walaupun angka ini bisa
berbeda-beda di berbagai budaya, pesannya tetap universal: kita perlu
memiliki pembuka yang menggebrak. 

Pada putaran final Imagine Cup 2007 (yang saya bahas di mail
sebelumnya--link dapat dilihat di bagian bawah mail), Tim Aksara
(wakil Indonesia) memproduksi video khusus untuk menggugah emosi
hadirin dari awal. Namun, pembuka yang menarik perhatian sebenarnya
tidak harus serumit itu. Ini sekadar satu cara. 

Wakil Austria, misalnya, mempraktikkan pembuka presentasi yang
sederhana. Tapi menarik. Produk yang mereka presentasikan adalah
flipchart elektronis. Bentuknya seperti flipchart biasa, namun
sebenarnya layar proyeksi komputer. Dan kita bisa menulisi
permukaannya dengan pena khusus.  

Para tim sebelum Austria membuka dengan pola serupa: perkenalan diri,
lantas perkenalan produk. Dan ini mulai menjadi pola yang membosankan.
Perhatian penonton tampak ke mana-mana. Ada yang mengobrol atau
mengambil foto. Dalam buku Tujuh Dosa Besar (Penggunaan) PowerPoint,
saya mengingatkan akan bahayanya dosa besar ketiga: membosankan. Ini
sama fatalnya dengan menyulitkan pembacaan. 

Dan Tim Austria tampaknya sadar akan hal itu. Sayangnya, mereka tidak
menyiapkan materi khusus untuk pembuka. Mereka tidak menyiapkan video
pembuka khusus, misalnya, seperti yang dilakukan Tim Aksara. Hanya
berbekalkan produk dan rekaman mereka saat menggunakan produk.
Bagaimana mereka bisa mengawali dengan gebrakan? 

Tanpa berlama-lama, juru bicara mereka melangkah ke arah flipchart dan
menuliskan besar-besar, "AUSTRALIA". Ia kemudian menghadap para juri.
"Ini," ujarnya, "adalah kebiasaan mayoritas orang mengeja nama negara
kami." 

Hadirin tergelak. 

Sang juru bicara lantas menghapus huruf "T", "A", dan "L" secara
elektronis. "Seharusnya begini. Di negara kami tidak ada kangguru!"
protesnya. 

Tawa pun menyebar. 

Dalam beberapa detik pertama, ia berhasil memikat hadirin, sekaligus
mengenalkan kelompok dan produk secara sekilas. Berikutnya, saat ia
menjelaskan lebih detail, perhatian penonton pun sudah terarah
sepenuhnya pada presentasi ini.

Banyak cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk memikat hadirin
dari awal.  

Seorang teman yang menjadi guru bimbel pernah memasuki kelas yang
gaduh. Ia dengan tenang mengambil spidol dan menggambar jalinan jaring
di papan putih. Terusik rasa ingin tahu, kegaduhan pun mereda. Hingga
akhirnya hening. Hanya terdengar suara goresan spidol. Teman saya
lantas berbalik dan bertanya, "Ada yang tahu apa yang baru saja
dijerat oleh jaring ini?" 

Sejumlah kepala menggeleng. 

"Perhatian kalian," ujar teman saya sambil tersenyum. 

Temukanlah cara-cara untuk memikat hadirin kita dari awal. Hasil
penerapannya bisa jadi akan mengejutkan kita sendiri. 


--isman
Waspadai Tujuh Dosa Besar (Penggunaan) PowerPoint!
http://bertanyaataumati.blogspot.com

_____________________


[1] Link ke mail mengenai persiapan presentasi menghadapi putaran
final Imagine Cup Korean 2007:
http://groups.yahoo.com/group/bicara/message/1263

Kirim email ke