Jagoankah Kita?

Suatu hari Nabi Isa berjalan bersama tiga orang muridnya, ketika
melewati perempatan jalan mereka menjumpai bangkai binatang yang
sangat besar dan baunya menyengat. Setelah sampai tujuan, mereka
ditanya oleh sohibul bait, apakah mereka melihat sesuatu di
perempatan jalan. Yang satu menjawab bahwa ia melihat bangkai besar
sekali, yang satu lagi mengaku melihat bangkai yang baunya sangat
menyengat, dan yang satu lagi mengaku melihat bangkai yang seram
dilihat mata.

Giliran Nabi Isa, beliau menjawab bahwa ia melihat bangkai yang
giginya sangat putih. Dari empat jawaban itu mengindikasikan
adanya "isi jiwa" atau pusat perhatian yang berbeda-beda. Jadi pada
dasarnya siapa itu seseorang dapat dilihat apa yang dikatakan, apa
yang dilaporkan dan apa yang dikeluhkan. Kata-kata mutiara tasauf
berbunyi ; Kullu wi`a in bima fihi yandloh, wa kullu ina in bima
fihi tarsyuh, artinya jika ada cipratan dari gelas, pasti isi gelas
itu sama dengan yang mencipratnya, dan jika ada suatu wadah rembes,
pasti isi wadah itu ada kesamaannya dengan yang merembes. Bagaimana
akidah seseorang, bagaimana tingkat iabadah seseorang dan bagaimana
kualitas akhlaknya dapat ditengarahi dari apa yang keluar atau yang
dikeluarkan olehnya.

Memang manusia bisa berpura-pura, tetapi keaslian seseorang akan
muncul ketika mengalami keadaan puncak; sangat gembira, sangat
sedih, sangat takut, sangat berkuasa, sangat terpojok dan sangat
leluasa. Fenomena yang sering memperlihatkan keaslian seseorang
antara lain adalah ketika kehilangan sesuatu, ketika ditinggalkan
sesuatu, ketika ditimpa sesuatu.

Nabi bersabda; laisa as syadidu bis shur`ati innama asyadidu man
yamliku nafsahu `indal aghodlobi. Artinya; jagoan itu tidak diukur
dari kemampuanya bertarung, tetapi yang sebenarnya jagoan adalah
orang yang tetap mampu menguasai dirinya terutama ketika sedang
marah.

(selengkapnya lihat http://agussyafii.blogspot.com/2006/11/jagoankah-
kita.html)

Wassalam,
agussyafii
=============================================================
Selamatkan keluarga dari kehancuran! Mari dukung kampanye "Stop 
Perceraian". sebagai wujud penolakan pemikiran & perbuatan yang 
menyebabkan perceraian

Kirimkan komentar & dukungan anda di http://agussyafii.blogspot.com 
dan 0888 176 48 72
=============================================================






Kirim email ke