Meta Model Magic (Part IV)
Read More? http://idnlpsociety.wordpress.com
Join the Community? [EMAIL PROTECTED]
Upcoming Event? Transforming Language, Emang Kemang Arcade, 15 September
2007, 13.30-18.00


Selamat pagi! Tidak peduli kapanpun Anda membaca artikel ini, saya berharap
Anda selalu mempertahankan semangat pagi Anda. *Well*, Terima kasih telah
menunggu datangnya artikel ini di hadapan Anda. Di artikel pamungkas tentang
konsep dasar Meta Model ini kita akan belajar tentang penggunaan Meta Model
secara efektif, efisien, dan yang pasti elegan.

"Monster Meta Model" adalah istilah yang pernah dilontarkan oleh salah
seorang peserta The NLP Adventure bulan Juli lalu. Tidak mengherankan, sebab
jika Anda menggunakan Meta Model mentah-mentah dengan segala bentuknya,
pastilah Anda akan menjelma menjadi seorang dengan rentetan pertanyaan yang
tiada henti bak tentara sedang menembak dengan senapannya. Alhasil,
alih-alih menghasilkan keajaiban, resistensi lah yang muncul. Padahal, jika
kita bisa melakukan Meta Model dengan tepat, seringkali kita tidak perlu
menawarkan solusi apapun sebab lawan bicara kita sudah bisa memunculkan
solusi yang muncul dari pemikirannya sendiri.

Lalu, bagaimana persisnya kita melakukan Meta Model yang elegan seperti ini?


Masih ingat dengan "Seminar 3 Menit NLP"? Awali semuanya dengan *outcome*,
lanjutkan dengan *pacing* disertai kalibrasi untuk kemudian kita
manfaatkan,dan terapkan teknik secara fleksibel untuk *leading* *
unconsciously*.



*Outcome*

*There is no change without* *an outcome*. Ya, bukan perubahan yang efektif
namanya jika tidak memiliki tujuan akhir yang jelas. Karena bahasa yang kita
gunakan sehari-hari hakikatnya mengandung amat banyak "pelanggaran" Meta
Model, akan terlalu panjang jika kita tanyakan secara presisi setiap *
deletion*, *distortion*, ataupun *generalisasi* yang muncul.
*Outcome*adalah kuncinya. Tanyakan hanya pada bagian yang menurut Anda
paling dekat
mengantarkan Anda pada tujuan dari pembicaraan. Meminjam saran dari Bob
Bodenhammer, mulailah dengan me-Meta Model *distortion* terlebih dahulu.
Lanjutkan dengan *generalization*, dan akhiri dengan *deletion*. Mengapa
demikian? Karena porsi terbesar "pelanggaran" Meta Model dalam penggunaan
bahasa kita terletak pada *deletion*. Memulai dengan *deletion *terlebih
dahulu hanya akan mengantarkan kita untuk melakukan Meta Model seharian
penuh tanpa akhir. Sisi lain, memulai dengan *distortion* akan membantu kita
untuk memahami level berpikir pada tingkat yang lebih tinggi seperti
keyakinan, nilai-nilai, dsb. Alhasil, kita akan lebih mudah 'menangkap' *deep
structure* dari kalimat yang dilontarkan.



*Pacing and Calibration*

Jika Anda masih ingat dengan bahasan kita tentang menjadi NLPers yang
sensitif, Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan dua istilah ini. *Pacing
*dan kalibrasi akan membuat Anda memahami *state* dari lawan bicara sehingga
Anda dapat melihat, mendengar, dan merasakan dari sudut pandangnya. Dengan
demikian, secara *unconscious* Anda akan mampu menggunakan Meta Model dengan
"bahasa" lawan bicara Anda dan karenanya akan mengurangi resistensi yang
mungkin muncul akibat pertanyaan berseri Anda. Caranya, gunakan prinsip 3P1L
alias *Pacing-Pacing-PacingĀ­-Leading*. Lakukan *pacing* 3 kali baik secara *
verbal* maupun *non verbal*, baru kemudian *leading* dengan pertanyaan yang
telah Anda siapkan. Dengan bahasa yang lebih mudah, rumus ini bisa juga
menjadi 3A1T alias Amini-Amini-Amini-Tanyakan. Amini dalam hal ini adalah
proses mengiyakan/membenarkan apa yang dikatakan oleh lawan bicara sehingga
ia merasa diterima dan dipahami.

*Hubungan kami semakin lama semakin memburuk.*

Oh, begitu ya. Jadi kamu merasa hubunganmu dengan istrimu semakin lama
semakin memburuk. (Sembari melakukan *pacing* fisiologi)

*Ya, begitulah. *

Mmm...begitu ya rasanya. (Tetap lakukan *pacing* fisiologi sembari
memperagakan kembali ekspresi yang ditunjukkan oleh lawan bicarai)

*Ya, lelah rasanya. *

Lelah ya. Bagaimana sih persisnya hubungan kalian selama ini?



*Leading Unconsciously and Future Pacing*

Jika *pacing* Anda sudah tepat, maka *leading* akan menjadi mudah. Melakukan
Meta Model secara tepat dengan berbekal *outcome* yang jelas akan membuat
pertanyaan-pertanyaan yang Anda ajukan menjadi pertanyaan ajaib. Ya, saya
sendiri seringkali menemui pertanyaan saya mampu membuat lawan bicara saya
menemukan *insight* tanpa perlu saya 'ceramahi'. Anda tentu pernah mendengar
kisah guru-guru hebat yang zaman dulu yang mengajar dengan cara bertanya,
bukan? Nah, kira-kira seperti itulah caranya. Setelah solusi itu muncul,
perkuatlah ia dengan membenarkan dan mengajaknya untuk melakukan *future
pacing*. Bagi Anda yang belum pernah mendengar, *future pacing* adalah
proses membayangkan, mendengarkan, dan merasakan diri kita di masa depan
melakukan perubahan yang kita ingin. Hebatnya, Anda tetap bisa menggunakan
Meta Model untuk melakukan ini.

*Nah, bisa kamu bayangkan bagaimana persisnya besok kamu mulai menerapkan
solusi ini?*



OK, sampai disini teorinya. Anda siap untuk menciptakan keajaiban?


-- 
Salam Street Smart NLP!

Teddi Prasetya Yuliawan
Indonesia NLP Society <http://idnlpsociety.wordpress.com>

Kirim email ke