saya tentunya tidak akan protest pada pak Rahardi karena postingan ini toh hanya forward an, tapi saya ingin membuka pikiran yang membaca tulisan ini agar tidak terjebak pada suatu pemahaman yang diinginkan penulisnya, rasanya tidak adil bila membandingkan hasil sebuah test dengan takdir dari tuhan, dijelaskan dengan jelas bahwa semua hal hanyalah menyangkut test skill dan kemampuan... hal yg jauh dari ketentuan tentang takdir tentang kematian ataupun kehadiran seorang manusia.....
--- In [email protected], "Rahardi, Mohamad Rian" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin > terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. > Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu > pun terjadilah. > > Gedung Putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam > penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah > seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru. Hari itu juga aku > mengirimkan surat lamaran ke Washington. Setiap hari aku berlari ke > kotak pos. Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku > terkabulkan. Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi > padaku. > > Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat > saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku > menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. > Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program > latihan astronot khusus di Kennedy Space Center. > > Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian > dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji > klaustrofobi , latihan ketangkasan , percobaan mabuk udara. Siapakah di > antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini ? > > Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa. Lalu tibalah > berita yang menghancurkan itu. NASA memilih orang lain yaitu Christina > McAufliffe. Aku kalah. Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi. > Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku. Aku > mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku? > > Bagian diriku yang mana yang kurang?Mengapa aku diperlakukan kejam ? > > Aku berpaling pada ayahku. Katanya: "Semua terjadi karena suatu alasan." > > > Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat > peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, > aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia > melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku? > Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan > menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua > penumpang. > > Aku teringat kata-kata ayahku: "Semua terjadi karena suatu alasan." Aku > tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat > menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di > bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku > seorang pemenang.... > > Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk > bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan. > > Tuhan mengabulkan doa kita dengan 3 cara: > 1. Apabila Tuhan mengatakan YA. Maka kita akan mendapatkan apa yang kita > minta. > 2. Apabila Tuhan mengatakan TIDAK. Maka mungkin kita akan mendapatkan > yang lain yang lebih sesuai untuk kita. > 3. Apabila Tuhan mengatakan TUNGGU. Maka mungkin kita akan mendapatkan > yang terbaik sesuai dengan kehendakNYA. > > > > Sumber : Anonymous > > > > Baca juga artikel motivasi lainnya hanya di : > > > > http://www.beraniegagal.com > > > > Salam Sukses, > > M. Rian Rahardi > > http://www.beranibisnis.com > > > > > > > > This email is confidential. If you are not the addressee tell the sender immediately and destroy this email without using, sending or storing it. Emails are not secure and may suffer errors, viruses, delay, interception and amendment. Standard Chartered PLC and subsidiaries ("SCGroup") do not accept liability for damage caused by this email and may monitor email traffic. >
