*Basic Reframing*
*Read More*? http://idnlpsociety.wordpress.com
*Join the Community*? [EMAIL PROTECTED]


Anda memiliki sebuah pengalaman yang mengesalkan?



OK. Pikirkan kembali pengalaman tersebut. Ingat-ingatlah secara mendetil
kejadiannya ketika itu.



Anda bisa melakukannya? Bagus. Apa yang muncul dalam pikiran Anda? Sebuah
gambaran? Suara? Perasaan tertentu?



Sekarang perhatikan lebih detil lagi gambaran yang muncul, perjelas lagi
suara yang Anda dengar, dan tingkatkan lagi intensitas perasaan yang Anda
rasakan. Jadikan pengalaman itu senyata mungkin sehingga Anda bisa merasakan
kembali kondisi Anda ketika itu.



Anda mampu melakukannya? Sangat bagus.



Saya tidak tahu persis bagaimana Anda akan melakukannya, karena sembari Anda
menjalankan proses ini, Anda boleh keluar dari gambaran tersebut dan menjadi
seorang penonton. Ya, Anda sedang menonton sebuah film tentang kejadian
mengesalkan tersebut sekarang. Dengan demikian, Anda melihat dari bangku
penonton, Anda mendengar dari telinga seorang penonton, dan Anda merasa
menggunakan rasa seorang penonton.



Bisa? *Perfect*!



Berhentilah sejenak untuk menuliskan apa yang baru saja Anda lihat, dengar,
dan rasakan. Barangkali Anda melihat pengalaman tersebut berwarna atau hitam
putih, 2 atau 3 dimensi, bergerak atau diam, dll? Mungkin Anda mendengar
suara yang keras atau pelan, cepat atau lambat, dari diri Anda sendiri atau
dari orang lain, dll? Bisa jadi Anda merasakan perasaan tertentu seperti
berat atau ringan, keras atau lembut, dll?



Jika sudah, kembalilah memikirkan kejadian tersebut sepenuhnya, untuk
kemudian kembali menjadi penonton. Selami kembali kejadian tersebut sambil
tetap mempertahankan detil yang sudah Anda temukan sebelumnya.



Sambil tetap menonton film itu diputar di bioskop tadi sebagai seorang
penonton, Anda boleh mulai bertanya kepada diri Anda sendiri:

·        Apa maksud baik dari kejadian ini?

·        Apa persisnya yang bisa kupelajari dari kejadian ini?

·        Bagaimana persisnya pelajaran yang kudapat dari kejadian ini bisa
membantuku untuk mencapai tujuan yang ingin kucapai?



Nikmati waktu Anda sampai Anda menemukan beberapa jawaban atas pertanyaan
tersebut.



Jika Anda merasa sudah menemukan jawabannya, rasakan apa yang Anda rasakan
demi melihat kembali film tersebut. Cermati apa yang Anda lihat dan
dengarkan dengan seksama apa yang Anda dengar.



Nah, bandingkan apa yang baru saja Anda temukan dengan yang sebelumnya sudah
Anda tulis. Anda menemukan perbedaannya, bukan?



Demikianlah cara kerja *reframing*. Masih ingat artikel tentang
*framing*sebelumnya? Salah satunya saya gunakan dalam latihan di atas,
yaitu dari
*problem frame* ke *outcome frame*.



Memahami bahwa setiap kata dan kalimat yang kita rangkai memiliki fungsi
sebagai sebuah kerangka, dengan keduanya pula kita bisa mengubah dan
memindahkan kerangka yang sedang kita gunakan guna menghadirkan makna baru
dalam benak kita. Menggunakan bahasa yang lebih sederhana, kerangka inilah
yang disebut sebagai *sub-modality* dalam NLP. Anda bisa lihat, hanya dengan
menggunakan beberapa pertanyaan reflektif, kita bisa mengotak-atik struktur
dari sebuah pengalaman yang sama.



*So*, selamat bereksperimen!


-- 
Salam Street Smart NLP!

Teddi Prasetya Yuliawan
Indonesia NLP Society <http://idnlpsociety.wordpress.com>

Kirim email ke