Sukses adalah hasil dari berbagai aspek seperti kerja keras, kepandaian,
rencana dan pelaksanaan yang hati-hati, serta, sedikit keberuntungan. Di
samping itu, sukses juga ditentukan oleh displin atau tidaknya seseorang
meraih segala sesuatu dan 'meletakkan sesuatu di tempat yang layak'.

Tanpa disiplin, seseorang tak akan mampu menyelesaikan segala apa yang
telah direncanakannya. Dia tak akan mampu melakukan sebuah strategi
secara berkesinambungan untuk meraih tujuan jika tidak punya disiplin.
Disiplinlah yang membuat kita berada on track, tak peduli seberapa berat
yang dihadapi. Orang yang disiplin tahu apa saja yang perlu dilakukan
dan berfokus pada hal itu.

1. Dimulai pagi hari 

Sebetulnya, disiplin tidak usah dibicarakan terlalu muluk. Secara
sederhana, sejak pagi dimulai, kedisiplinan tanpa sadar sudah menyertai.
Bangun pukul sekian, mandi, kemudian berangkat dari rumah, adalah contoh
kecil tentang disiplin.Banyak orang sukses akan setuju bila faktor
disiplin disertakan sebagai salah satu resep keberhasilan mereka. Bila
kita bangun dengan kaki yang salah misalnya, sebagai akibatnya kita
merasa tidak enak badan, bisa dipastikan bahwa hari itu kita akan lebih
tidak produktif ketimbang hari-hari di mana segala sesuatunya berjalan
lancar.Kiat penting untuk mengoptimalkan pagi hari adalah dengan membuat
semacam rutinitas kecil. Bangunlah di waktu-waktu yang sama - misalnya
pukul 5-6 pagi (bukannya bisa bangun jam lima, bisa juga jam sepuluh
nanti), dan kerjakan hal-hal kecil yang efisien, seperti menyiapkan
pakaian, atau memanaskan mobil, dan sebagainya. Jangan lupa pula sarapan
pagi untuk memberi energi.

2. Optimalkan waktu kerja

Disiplin tak terlepas dari optimalisasi waktu kerja. Kalau di waktu
kerja kita cenderung bermalas-malasan, menunda pekerjaan, dan sebangsa,
kapan kesuksesan itu bakal muncul? Singgah saja pun jangan-jangan tak
sudi.Untuk itu, agar kedisiplinan kita berjalan teratur, buatlah daftar
tugas setiap hari. Kita bisa membaginya dalam beberapa periode,
tergantung dari rutinitas atau proyek yang sedang dikerjakan.Dengan
menuliskan manajemen waktu, kita bisa membayangkan segala tujuan, dan
kemudian mengukur efisiebsi kerja kita sendiri. Selain itu, kita juga
bisa tahu sebanyak apa kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu
proyek tertentu. Dengan melihat hasilnya, kita juga bisa tahu apakah
target yang kita tentukan itu gagal atau tidak. Kalau iya, apakah hal
itu disebabkan rencana yang tidak layak, atau karena terinterupsi oleh
orang lain, atau karena kita sendiri yang tidak disiplin mengerjakan
tugas sesuai jadwal.

3. Seberapa lama ketahanan tubuh ?

Setiap orang tentu punya ketahanan tubuh yang berbeda-beda. Ada orang
yang tahan bekerja di depan komputer sampai 8-10 jam, ada juga yang
tidak. Ukurlah hal ini, lalu terapkan pada daftar tugas.Misalnya, kalau
kita tahu bahwa kita cuma tahan bekerja selama lima jam saja pada hari
Jumat - karena harus ke mesjid atau kita sudah terlalu bosan di kantor,
maka optimalkan saja kerja lima jam itu. Jam kerja lainnya kita isi
dengan kegiatan yang menghibur. Sebab, kalau dipaksakan bekerja sampai
10 jam misalnya, tapi hanya dengan 50% kapasitas kita, itu cuma
buang-buang waktu.

4. Pikiran sehat terdapat dalam tubuh yang sehat 

Ini sudah jelas ada dalam buku sekolah anak SD. Dan tak usah
diperdebatkan lagi, bila kondisi fisik kita prima, kita juga akan
bekerja lebih baik ketimbang ketika kita sakit. Karena itu, jagalah
selalu kesehatan.

5. Seimbangkan kerja dengan hiburan

Catat bahwa kerja hanyalah satu bagian dalam hidup kita. Bila kita
meninggalkan kantor, tinggalkan. Jangan bawa dalam pikiran kita, karena
seharusnya bagian lain dalam hidup kita yang mengambil alih. Untuk itu,
cobalah berdisiplin untuk membagi segala sesuatunya dengan layak.

Sukses bukan cuma di karir saja, tapi dalam kehidupan pribadi kita
sendiri. Di sinilah disiplin mengelola hidup kita akan memberikan hasil.
Percayalah, hidup ini jauh lebih bermakna ketimbang sekadar mencari
uang.

 

Sumber : Anonymous 

 

Baca juga artikel motivasi lainnya hanya di :

 

http://www.beraniegagal.com

 

Salam Sukses,

M. Rian Rahardi

 

http://www.beranibisnis.com <http://www.beranibisnis.com/>  => Cara
Cerdas Menjadi Pebisnis Online

http://www.keuanganpribadi.com/?id=misterryan => Resep Rahasia Dibalik
Kesuksesan Kaum Kaya

 

 



This email and any attachments are confidential and may also be privileged.  If 
you are not the addressee, do not disclose, copy, circulate or in any other way 
use or rely on the information contained in this email or any attachments.  If 
received in error, notify the sender immediately and delete this email and any 
attachments from your system.  Emails cannot be guaranteed to be secure or 
error free as the message and any attachments could be intercepted, corrupted, 
lost, delayed, incomplete or amended.  Standard Chartered PLC and its 
subsidiaries do not accept liability for damage caused by this email or any 
attachments and may monitor email traffic.

 

Standard Chartered PLC is incorporated in England with limited liability under 
company number 966425 and has its registered office at 1 Aldermanbury Square, 
London, EC2V 7SB.

 

Standard Chartered Bank ("SCB") is incorporated in England with limited 
liability by Royal Charter 1853, under reference ZC18.  The Principal Office of 
SCB is situated in England at 1 Aldermanbury Square, London EC2V 7SB. In the 
United Kingdom, SCB is authorised and regulated by the Financial Services 
Authority under FSA register number 114276.

 

If you are receiving this email from SCB outside the UK, please click 
http://www.standardchartered.com/global/email_disclaimer.html to refer to the 
information on other jurisdictions.

Kirim email ke