Yth Mas Adi Yosep, Mas Adi Yosep, Saya turut prihatin atas apa yang terjadi pada saudara- saudara kita. Saya masih ingat saat kita bertemu di acara kita dulu:
http://milis-bicara.blogspot.com/2007/02/leprosy-stigma-yang-ternyata-memang.html Saya bisa melihat bagaimana ekspresi dari saudara-saudara kita yang merasa terpinggirkan hanya karena mereka mengalami cobaan berat. Semoga ini bisa menjadi pelajaran bahwasanya: 1. Saudara-saudara kita ini memerlukan dukungan dari masyarakat agar mereka bisa kembali merengkuh hidupnya yang sempat "hilang". 2. Masyarakat umum di Indonesia masih belum memahami dan mengerti apa dan bagaimana lepra dan kusta. 3. Ini menjadi tugas besar asosiasi dan kita semua untuk lebih memperhatikan saudara-saudara kita yang diberi cobaan itu. Saya yakin seyakin-yakinnya, Mas Adi Yosep dan saudara-saudara kita, akan tetap bersemangat, pantang menyerah, bersabar, dan tetap penuh dengan cinta dan kasih. Dunia memang tak selamanya ramah, tapi Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang. Sampaikan salam Saya kepada saudara-saudara kita, sampaikan kepada mereka keyakinan Saya. Sebab mereka juga, adalah pemilik sah dunia ini. Sukses untuk Mas Adi dan saudara-saudara kita. Ikhwan Sopa Trainer E.D.A.N. http://milis-bicara.blogspot.com --- In [email protected], adi yosep <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Selasa, 20 November 2007 KOMPAS: > > Bekas Penderita Kusta Protes Tindakan Hotel > Makassar, Kompas - Puluhan bekas penderita kusta yang mengikuti pelatihan kepemimpinan di salah satu hotel kelas melati di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (19/11), protes. Mereka tidak hanya diusir pengelola hotel, tetapi juga merasa dihina. Advokasi Manajer Yayasan Transformasi Lepra Indonesia Hadi Josef bahkan mengaku dipukul oleh seseorang yang diduga suruhan pihak hotel. > "Sebenarnya kami sudah minta izin menggunakan hotel untuk acara dan sekaligus tempat menginap bagi para peserta. Kami memang tidak menyebut pesertanya adalah bekas penderita kusta, karena di acara- acara serupa sebelumnya kami juga tidak melakukan itu," kata Hadi Josef. > Lagipula, lanjutnya, peserta pelatihan itu sudah tidak menderita kusta. "Mereka sudah sembuh," ujar Hadi menambahkan. Saat bekas penderita kusta itu sedang menunggu pembukaan pelatihan, lanjut Hadi, pihak manajemen hotel tiba-tiba datang dan meminta mereka meninggalkan tempat. "Katanya sejumlah tamu hotel komplain atas keberadaan kami. Bahkan banyak yang meninggalkan hotel," kata Hadi menceritakan. > Tentang pemukulan terhadap dirinya, menurut Hadi, hal itu akibat kesalahpahaman. Saat itu mereka sedang berkemas untuk meninggalkan hotel. Namun, pihak hotel tidak sabar. Akhirnya terjadi adu mulut hingga seseorang memukulnya. > "Yang menyedihkan, saat kami masih di hotel dan menunggu mobil jemputan, pihak hotel melakukan fogging (pengasapan) di ruangan yang sebelumnya menjadi tempat pertemuan. Bahkan fogging juga dilakukan di lantai satu. Ini membuat para peserta benar-benar terpukul. Saya melihat perlakuan ini adalah bentuk diskriminasi dan stigma bagi bekas penderita kusta," kata Sherli Natar, Wakil Supervisor Penanggung Jawab Program Kusta Kota Makassar, yang juga hadir di acara itu. > Kepala Kepolisian Resor Makassar Barat Ajun Komisaris Besar Endi Sutendi membenarkan kejadian tersebut. Namun, menurut Endi, kasusnya berakhir damai. (REN) > > Please see also in: > http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/ index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/11/tgl/19/time/160000/idnews/ 854524/idkanal/10 > > Salam > adi yosep > > Send instant messages to your online friends http:// uk.messenger.yahoo.com >
