FYI, ada data tambahan mengenai pengemis.
glek.!!! sehari 250 ribu....guede juga ya....


---------- Forwarded message ----------
From: Djauhar Muhammad <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 6 Dec 2007 13:00
Subject: RE: ) mengemis jadi profesi
To: syamsi kusyanti <[EMAIL PROTECTED]>, undisclosed-recipients
<undisclosed-recipients>
Cc: [EMAIL PROTECTED]

 Trans TV, dalam acara investigasi, pake' hidden camera diliatin cara mereka
mengkamuflase/acting, mulai dari tipu2 yang nggak punya kaki trus digendong
ama temennya, tipu2 cara membuat luka di anggota badan (kaki or tangan),
mereka bekerja sehari krg lbh 4 jam (jam 10-14) dgn penghasilan rata2
250rb/hari (hsl interview lsg dgn pelaku), makanya nggak heran ketika
reporter Trans TV datang ke rumah pengemis yg pura2 luka tadi, dirumahnya
dijumpai motor bebek, ada tv berwarna 21", rumah permanent (dari batu bata
meskipun belum disemen/diaci) lengkap dgn perabotannya, ada juga yang
ditunjukin hasil ngemisnya berupa sapi 2 ekor di kampung (daerah karawang).


 ------------------------------

*From:* [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On
Behalf Of *syamsi kusyanti
*Sent:* Thursday, December 06, 2007 12:39 PM
*To:* undisclosed-recipients
*Subject:* ) mengemis jadi profesi



Yg agak2 mirip juga pernah nemuin, coba deh liat di setiap perapatan besar
di jakarta ( ex : ITC cemas), disitu tuh anak anak kecil sekitar umur 5-10
thn di ekspoitasi sedemikian rupa untuk ngelap mobil atau motor yg kena
lampu merah atau mereka juga kadang minta untuk makan, sekolah atau apalah.
Sedangkan Ibunya duduk2 disebelahnya sembari bercanda canda dengan gelang
dan kalung emas di leher dan tangannya.
Jadi sedikit mikir juga kalo mau ngasih ke pengemis .....
lha wong mereka cuma casing nya ajah yg pengemis, tapi penghasilannya bisa
bisa melebihi orang kantoran.
Tentang pengemis ini udah pernah di liput di TV (lupa tgl nya dan Tv
apanya), di Tv malah di bilang para pengemis punya rumah dan bangun rumah di
kampung dr hasil mengemis, ..busyet....dah.


---------- Forwarded message ----------
From: *Rudy Thehamihardja* <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 5 Dec 2007 15:25

FYI, dari millis tetangga.

rudy th
 ------------------------------

*From:* [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On
Behalf Of *@|c|h|m|a|d
*Sent:* 05 Desember 2007 15:01
*To:* [EMAIL PROTECTED]
*Subject:* [kota-bogor] mengemis jadi profesi

dari milis sebelah.....
...bagaimana dengan pengemis-pengemis di Bogor??

SURAT PEMBACA pikiran rakyat Bandung

*Pengemis Ber-"handphone" Mahal*

AKHIR pekan lalu tepatnya pada tanggal 11 November, saya dan suami pergi
jalan-jalan sore ke pelataran Masjid Raya Bandung. Kami duduk-duduk di taman
dan menikmati segelas jus yang kami pesan dari pedagang kaki lima. Beberapa
saat setelah kami menikmati pemandangan air mancur yang berada di tengah
taman, kami dihampiri seorang pengemis wanita yang menggendong balita.
Umurnya kira-kira 30 tahun.

Pakaian pengemis itu compang-camping, wajahnya lusuh dan badannya kurus
kering. Sedangkan balita yang ada di pangkuannya tidak memakai celana serta
bertelanjang kaki. Balita itu terlihat kelelahan, matanya sayu seakan ia
ingin cepat-cepat memejamkan mata.

Pengemis itu lalu menyodorkan bekas gelas air mineral kosong yang berisi
uang recehan. Lalu ia mengoceh, "Kasihan Pak, kami belum makan 2 hari," ucap
pengemis itu. Kami pun merasa iba dan langsung mencari uang recehan di saku
celana dan dompet. Tak berapa lama, terdengar ringtone handphone dengan nada
lagu milik grup band yang sedang naik daun, Ungu.

Di tengah-tengah kesibukan kami mencari uang recehan, tiba-tiba pengemis itu
berjalan mundur lalu membelakangi kami. Kami pun heran ketika akan
memberikan selembar uang lima ribuan, tetapi ternyata pengemis tersebut
malah pergi. Kami malah sempat berpikir apa uang yang kami beri tidak cukup?

Pengemis wanita itu lalu berdiri di pojok tembok.

Karena saya penasaran, saya mengamati gerak-gerik pengemis tersebut. Dengan
tergesa-gesa ia mencari sesuatu dalam tasnya yang terbuat dari karung goni.

Lalu sebuah benda dengan lampu berkelap-kelip dan mengeluarkan suara khas
milik Pasha, sang vokalis Ungu, yang ternyata handphone, digenggam oleh
pengemis itu.

Tak percaya akan pemandangan yang saya lihat, saya pun mendekatkan pandangan
saya padanya. Ternyata pengemis tersebut sedang menerima telefon dengan
handphone seri terbaru yang ngetren di kalangan anak muda dan berkamera 3
megapixel.

Saya pun terkejut, karena handphone saya pun kalah dengan milik seorang
pengemis. Lalu dengan santainya, pengemis itu berkata, "Nanti telefon lagi
ya, aku lagi kerja nih," ucapnya dengan suara pelan. Lalu ia pun menyudahi
obrolannya dan pergi melenggang untuk meminta-minta lagi pada orang-orang
yang ada di taman itu. Sungguh ironis, memanfaatkan rasa iba seseorang untuk
mengais uang.

Saya benar-benar melihat bahwa mengemis kini telah menjadi profesi. Jika
makin banyak orang yang seperti ini dengan dalih impitan ekonomi atau makin
sempitnya lahan pekerjaan, mau jadi apa generasi penerus bangsa ini? Mungkin
tak ada salahnya juga jika Bandung memberlakukan Perda K3 seperti di Jakarta
yakni dilarang memberi uang kepada pengemis.

Kepada Wali Kota Bandung, Dada Rosada, tolong tertibkan pengemis-pengemis
seperti ini. Setidaknya, persempitlah lahan mereka untuk mengemis dengan
banyak melakukan razia dan memberlakukan perda seperti di Jakarta, agar
mereka kapok dan tidak ada lagi anak jalanan.

Kepada Redaksi Pikiran Rakyat, terima kasih atas dimuatnya surat ini.

Nita R. Anggraini

Mahasiswa Fikom Unpad

Jurusan Jurnalistik

Jln. Sukawarna Baru F-2

Cicendo Bandung

[Non-text portions of this message have been removed]





-- 
Regards,

Syamsi Kusyanti,

http://syamsikusyanti.blogspot.com/
http://syamsikusyanti.multiply.com/journal
[EMAIL PROTECTED] (FS)
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Pengetahuan tidaklah cukup; kita harus mengamalkannya. Niat tidaklah cukup;
kita harus melakukannya. [By: Wanita Ceria Groups]
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---


-- 
Regards,

Syamsi Kusyanti,

http://syamsikusyanti.blogspot.com/
http://syamsikusyanti.multiply.com/journal
[EMAIL PROTECTED] (FS)

Kirim email ke