Saudara'ku, perkenankan saya mengajak anda untuk tersadar bahwa harta budaya Negara Indonesia ini sudah benar-benar di rampok disana sini. Mulai dari lagu-lagu daerah kita, batik-batik kita, arca peninggalan sejarah kita hingga tempe sekalipun ikut di rampok dari negeri kita ini. Tidak banyak yang bisa saya tulis di posting ini. Terlalu panjang untuk mengurai cerita luka negeri ini.
Di posting kali ini, saya mengajak anda sekalian untuk bersama-sama kembali menghargai kebudayaan negeri kita, mulai S.E.K.A.R.A.N.G!!! Apakah anda masih seseorang yang malu menggunakan BATIK saat pergi ke kantor, pada acara pernikahan atau pada saat pergi ke kampus atau mall sekalipun? Saya jelaskan disini, bahwa saya saat ini masih berumur 25 tahun lahir dari suku BATAK (bukan 100% jawa), seringkali saat saya berada di tempat umum sedang menggunakan BATIK banyak orang yang mempertanyakan "ada apa kamu menggunakan BATIK"?, bukankah justru saya yang harusnya bertanya, ada apa dengan diri'mu hingga tidak kenal budaya sendiri? Saya tidak 100% berasal dari Jawa, tapi saya ingin menghargai budaya Indonesia! Hanya itu! Kenapa saya yang harus di tertawakan? Mengapa banyak orang yang teriak-teriak Malaysia adalah maling budaya kita (MALINGSIA)? Bukankah kita yang tidak menjaga warisan budaya kita? Sudah pernah lihat BATIK made in Malaysia? Saya punya satu, sebagai oleh-oleh dari teman saya tercinta yang bekerja di Malaysia sebagai Engineer Professional. Batik tersebut sungguh hanya print-print'an belaka, bukan lahir sebagai karya terindah dari tangan manusia. Lalu, apakah anda sudah lestarikan budaya kita sendiri? Lalu, apakah semua kesalahan Malaysia 100%? Kita yang salah, setidaknya kita yang pernah salah hingga baru saat ini tersadar! Bukankah Bapak Jusuf Kalla tidak kalah gagah saat menggunakan BATIK di bandingkan saat beliau menggunakan Jas, begitu pula dengan Bapak SBY saat menggunakan BATIK? Kini, masih malukah anda gunakan BATIK? Bila YA jawaban anda, hentikan baca postingan saya ini, S.E.K.A.R.A.N.G! Tahun ini adalah pertama kali saya menginjakan kaki di Borobudur dan di Keraton Jogjakarta, sungguh dua tempat terindah yang pernah saya datangi di pulau Jawa ini. Sayang, saya tidak sempat mengunjungi Keraton Solo yang merupakan tanah leluhur saya. Sama halnya seperti saya mengagumi keindahan budaya ke-Sumatera'an saya yang Alhamdulillah sempat saya kunjungi tahun lalu. Namun apa mau di kata, di balik keindahan Borobudur dan Keraton banyak tangan-tangan usil dan manusia tamak yang turut menggerus peninggalan budaya kita, yang notabene peninggalan peradaban manusia juga. Semoga, ke depannya tidak ada lagi kasus arca-arca di palsukan, atau arca-arca di Borobudur yang di congkel-congkel, atau Reog yang akui milik Negara lain. Hal terakhir yang ingin saya bahas adalah TEMPE, mewakili kuliner Indonesia. Berapa banyak Jenis soto di Indonesia yang bisa anda sebutkan? Bila anda rajin dan segera menulis segala jenis soto-soto yang anda tahu, coba segera konfirmasikan kepada Mas Bondan "Mak Nyus" Winarno, pengasuh Jalan Sutra (komunitas kuliner). Sudah berapa banyak yang anda tahu tentang kuliner Indonesia? Chicken Gordon Bleu anda mungkin tahu berasala dari mana, tapi apakah anda tahu jajanan Rujak Juhi itu berasal dari mana budaya apa? Sungguh, sebuah kerugian besar bila kita yang kaya raya malah menunjukan grafik kemiskinan atas kesadaran cinta budaya sendiri. Akhir kata, saya tidak ingin menimbulkan sesuatu yang negative dari posting saya. Saya mengajak anda untuk bahu membahu, kembalikan kehebatan Indonesia. Kirimkan energy positive ke semua rekan anda, saya harapkan adanya perubahan dari kita semua. Sungguh, betapa hebatnya anda semua bila postingan ini dapat tiba di e-mail Menteri Kebudayaan dan Pariwisata kita yang terhormat serta ke dalam inbox Bapak Presiden RI yang kita cintai hingga dapat menggagas perubahan kebijakan bagi Kebudayaan, Kesenian dan Kuliner Indonesia! Hanya dengan rangkaian tangan anda, hal kecil tersebut dapat terjadi. Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon bantuan anda, S.E.K.A.R.A.N.G! Regards, Perdanawan P. Pane +62 817 8 13 7 82 +62 21 9280 5275 [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] Business Delopment INSANI CREATIVE Workshop & Headquarter i.creative Jl. Sindanglaya No. 18 a. Menteng Jakarta 10310 T +62 21 3147791 [EMAIL PROTECTED]
