Kang Taufik, Terimakasih atas tanggapannya. Melalui tanggapan ini saya menjadi mengerti satu hal lagi, yaitu: asal-usul datangnya ungkapan tersebut. Ternyata itu datang dari hadis ya? (O-ow, aku ketahuan, gak ngerti hadis....haha, dibaca sambil nyanyi). Saya juga pernah mendengar dari teman lain bahwa setiap hadis itu mempunyai 'sejarah' atau asal-usulnya sendiri. Apakah itu betul, Kang?
Jika berkenan, saya mengundang Kang Taufik untuk posting komentar ini di blog saya. Supaya orang-orang yang berkunjung dan membaca artikel ini di blog bisa mendapatkan warna lain mengenai topik ini. Salam, dadang --- In [email protected], Taufik Arifin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kang Dadang, > > Menarik sekali tulisan anda mengenai judul ini, kebetulan saat ini saya > masih sedang membaca hadis-hadis Rasullulah SAW mengenai zakat > dan ada 2 hadis yang menyebutkan mengenai hal di atas. > Pertama saya ingin menyampaikan bahwa itu bukan ungkapan biasa tapi > berasal dari perkataan dari Muhammad SAW rasul panutan umat Islam > sejak 1400 tahun yang lalu. Syukurlah sekarang hadis ini sudah menjadi sebutan > umum untuk mengingatkan kita manusia. > > Hadis ini berkaitan dengan ajaran Zakat dimana Rasullulah mengajarkan > agar manusia senantiasa mengeluarkan zakat untuk saling tolong > menolong sesama manusia. Yang kuat membantu yang lemah, yang kaya > membantu yang miskin dan yang pintar mengajari yang awam dll. > Sehingga terciptalah hubungan yang penuh kasih dan sayang antara > umat manusia ciptaan Allah. > > Yang dimaksud dengan "tangan di atas lebih baik" bukanlah secara > otomatis orang yang melakukannya tapi adalah "perbuatannya" itu. > Bahwa perbuatan memberi itu jauh lebih baik dari menerima, sedangkan > kemuliaan manusia tergantung kepada "taqwanya" orang itu. Tapi > paling tidak dengan peduli dan memberi sang "tangan di atas" sudah > menunjukkan ketaqwaanya... Allahualam.. > Maka tidaklah pantas jika seseorang setelah melakukan "tangan diatas" > lantas menjadi riya dan merasa diri lebih mulia. Sebagai contoh > jika seorang anak memberi uang kepada ibunya, lalu apakah langsung > si anak menjadi lebih mulia dari pada ibunya? tentu tidak. > Pada hadis yang lain disampaikan bahwa "jika tangan kanan memberi > maka tangan kiri tidak perlu tahu" biarlah Allah saja yang tahu dan > semoga dijadikan sebagai ibadah sehingga Allah menjadi Ridha pada > sang "tangan diatas" > > Kang Dadang, demikian pendapat saya mudah-mudahan bermanfaat. > > Salam, > > > > Taufik Arifin > > dkadarusman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Untuk Update Artikel Terbaru Dari Dadang Kadarusman Melalui Email, > klik disini: http://www.dadangkadarusman.com/contact-us/email- alert/ > > > > > > > > L&G Insurance Service > We serve all insurances... > office 021 70302898 - fax 021 73449337 > 081586662730 02199118198 > > --------------------------------- > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. >
