[image: bats.jpg]*Integritas merupakan kekayaan yang bisa dipakai untuk
mengatasi kesulitan hidup ini.
*
Perang meletus di planet ini! Bukan perang Baratayuda! Bukan pula perang
Teluk! Perang itu terjadi antara bangsa burung melawan bangsa binatang buas.
Saat pertempuran fajar hari itu, burung-burung nyaris kalah. Lalu kelelawar
melihat gelagat bahwa mereka akan kalah total. Ia menjauh dan bersembunyi di
balik pohon, dan berdiam diri hingga pertempuran itu berakhir.

Lalu binatang-binatang buas meninggalkan medan pertempuran, dan kelelawar
ikut bergabung bersama mereka! Setelah beberapa saat para binatang buas itu
saling bertanya, "Lho, bukankah kelelawar itu termasuk burung yang bertempur
melawan kita?"

Percakapan itu didengar kelelawar, ia pun berkata, "Oh, tidak. Aku termasuk
bangsa kalian. Aku bukan bangsa burung. Apa kalian pernah melihat burung
bergigi ganda? Kalian bisa periksa mulut burung-burung itu, pasti tidak ada
yang bergigi ganda. Kalau kalian bisa menemukan seekor burung saja yang
bergigi ganda, maka aku boleh kalian tuduh sebagai burung. Tapi, kalau
tidak, itu artinya aku adalah sebangsa dengan kalian, binatang buas!"

Binatang-binatang buas terdiam. Dibiarkanlah kelelawar hidup di perkampungan
mereka. Perang sempat jeda, sampai akhirnya tiba-tiba bangsa burung menyerbu
perkampungan binatang buas. Binatang-binatang buas itu kalang kabut.
Pertempuran itu berlangsung tak lama. Kelelawar hanya menyaksikan
pertempuran itu dari balik ranting-ranting pohon. Berakhirlah perang itu
dengan kemenangan bangsa burung! Dan, kelelawar ikut pulang ke perkampungan
bangsa burung. Saat para burung melihatnya, mereka menegur kelelawar, "Hai,
kamu itu musuh kami. Kami melihat engkau bersama binatang buas itu dan ikut
melawan kami!"

"Tidak, kalian salah lihat!" kelelawar mengelak. "Aku ini bangsa kalian. Apa
kalian buta dengan mengatakan aku sebagai binatang buas? Apakah kalian
pernah melihat seekor binatang buas memiliki sayap? Temukan seekor yang
bersayap, baru kalian bisa tuduh aku si binatang buas!" gertak kelelawar.
Burung-burung tak lagi berkicau, mereka diam dan membiarkan kelelawar
membuat sarangnya berdampingan dengan mereka.

Tak ada perang yang tak berakhir! Pepatah itu ternyata berlaku untuk kedua
bangsa binatang itu. Mereka berdamai dan sepakat mendirikan Persatuan Bangsa
Binatang. Dalam sidang perdana PBB itu, mereka gunakan untuk membahas
kelelawar. Setelah sekian banyak prajurit memberikan kesaksian, maka
pimpinan sidang PBB berkesimpulan: "Jadi, kelelawar itu selalu
berpindah-pindah pihak selama peperangan berlangsung? Siasat kelelawar itu
benar-benar menunjukkan bahwa dia itu cacat moral, tercela sebagai binatang.
Kelelawar tidak memiliki integritas!"

Sidang PBB pun menjatuhkan vonis kepada kelelawar, "Hai, kelelawar, kami
akan kenakan sanksi embargo kepadamu! Mulai sekarang kamu hanya boleh
terbang pada malam hari. Kamu tidak akan pernah mempunyai teman, baik mereka
yang terbang maupun yang berjalan!"

Kelelawar pun tertunduk lesu meratapi nasibnya. Ia tidak pernah menyadari
bahwa integritas itu merupakan kekayaan yang bisa dipakai untuk mengatasi
kesulitan hidup ini. *(Jansen H. Sinamo)*

**) Dipetik dari kumpulan tulisan Bp. Jansen H. Sinamo dalam kontempelasi
yang berjudul "Dari Pemikat Perkutut sampai Pemenang Nobel."*







-- 
Regards,
Syamsi Kusyanti
| Collateral Verification | Jakarta Disbursment Department  | Consumer Loan
Group.
PT. Bank Mandiri (PERSERO) Tbk. |  Jl. Jend. Gatot Soebroto Kav. 36-38 |
Jakarta Selatan, 12190 | Phone:(6221) 5274987 |  Fax: (6221) 52964083.
web : syamsikusyanti.multiply.com
fs    : [EMAIL PROTECTED]

<<image002.jpg>>

<<attachment: image001.jpg>>

Kirim email ke