Dear All,

Memang MLM ada yg bagus & ada pula yg buruk.

Saya sudah pernah tertipu, dan istri saya jg pernah mendapatkan benefit dari 
MLM perusahaan lain.

Bagi, MLM yg baik, pls keep your performance..

Namun bagi MLM yg gak baik.. brandnya gak perlu saya sebutin .. toh udah banyak 
yg tau.. SADAR lah !

Jangan ajarin team anda untuk menipu, krn saya sudah lihat sendiri kalo 
kesalahan para oknum itu krn guidance yg salah dari pimpinan MLM tsb.

Yg anda ciptakan hanyalah rasa sakit hati.. yg semakin lama bertumpuk, dan 
mengakibatkan perusahaan MLM lainnya terkena imbasnya...

Saya ngerti kalo kalian ngejar omset.. tp jgn korbankan harga diri, teman & 
masa depan anda hanya buat bohong sebentar.. yg akibatnya rugi panjang..

Yg nipu saya pun udah cukup rugi.. harus ngebalikin duit training, namanya 
jelek, sakit hati krn saya omelin, dll..

Bagi yg pernah ditipu, dan ingin duitnya kembali, gampang kok.. ini yg sudah 
saya lakukan :
1. Selidiki org tsb sebenernya kerja dimana. Gak mungkin cuma di MLM tsb.. 
Pasti dia punya main Job nya.
2. Siapkan surat aduan & buktinya ke pimpinannya, bahwa dia menipu anda, dan 
mengakibatkan nama perusahaan dia bekerja bisa ikut tercoreng. Jangan tanggung2 
lapornya.. Langsung ke President Direkturnya, kalo perlu CC ke Head Office, di 
amrik, ato dimana aja,  CC ke HRD jg boleh.
3. Sebelum surat itu anda kirim, minta pasangan penipu tsb (bisanya mrk 
suami-istri) utk membaca surat tsb. kalo dlm 3 hari gak ada response, berarti 
dia sudah setuju utk dikirim.. 
He.. he.. saya pura2 salah kirim SMS ke istrinya, bilang kalo surat sudah saya 
siap kirimkan ke presdirnya.. minta dia check dulu..
Stress bgt tuh istrinya.. takut suaminya dipecat hanya gara2 uang kecil..
Mau ?
4. Nah si penipu tsb akan segera merespons.. so, siap2 aja minta ganti rugi..
5. Kalo gak ada respons ? ya kirim aja suratnya.. Itung-itung buat ngasih tau 
prsh tsb, agar karyawan lainnya tidak menjadi korban karyawan nakalnya.

Kalo perlu contoh suratnya.. JAPRI aja yah


Thanks & good luck!


Rizza





----- Original Message ----
From: Martin Tarigan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, January 7, 2008 4:39:06 PM
Subject: Re: [Bicara] Moderasi: Si CANTIK Rupa Itu Bernama MLM!

Rekan semua,
 
Suka atau tidak, mau atau tidak, secara tidak sadar pada umumnya orang dalam 
beberapa aktivitas terlibat dengan MLM. Hanya saja karena ada yang tidak 
tersistem, hal ini tidak dirasakan, dianggap biasa saja ataupun alami. 
 
Sebagai contoh misalnya jika mau membeli satu barang tertentu, sering kali kita 
mencari berbagai informasi dari teman atau orang yang punya pengalaman. 
Berdasarkan info tersebut akan diputuskan membeli atau tidak setelah melakukan 
analisis dari berbagai sisi. Ini sebenarnya sudah masuk dalam tataran multi 
level, walaupun hanya dari segi informasi. Teman sumber informasi bisa 
dikatakan level dasar dan kita penerima info menjadi level berikutnya, atau 
sebaliknya, terserah...
 
Contoh lain, sole agent dengan distributor dan pengecer merupakan tingkatan 
pemasaran yang terstruktur sesuai besarnya wilayah dan omset. Tanpa pembagian 
tingkatan tersebut saya kira distribusi sebuah barang akan sulit dilakukan dan 
disebarkan. Semua tingkatan tersebut tentunya mempunyai dan mendapatkan profit 
masing-masing. Apakah pengecer merasa dirinya sapi perah atau....?
 
Apapun yang kita lakukan sebenarnya tergantung pada kita. Bagaimana kita 
melihat dan melakukannya. Semua adalah pilihan, jika mau silahkan ikut, kalau 
tidak, ya ora opo-opo too.....

Taufik Arifin <taufikarifin@ yahoo.com> wrote: 
Hai teman-teman. ..

Maaf ya subject saya rubah dari si buruk jadi SI CANTIK! biar suasana
jadi positif... 

Saya pelaku networking business yang sudah 10 tahun berkecimpung
dan selama masa itu kira-kita selama 8 tahun saya fokus dan serious
dan hasilnya ada... luar biasa..... 
Biasanya kalau orang lain bertanya bagaimana pendapatan anda dari
bisnis MLM anda? jawabannya biasanya wah..luar biasa! jawaban 
terusannya bisa luar biasa gedhe atau luar biasa kecil....ha. .ha..ha.. .

MLM adalah sebuah bisnis biasa... bisa bagus tapi juga bisa tidak bagus
banyak kelebihan tapi juga banyak kekurangannya. Cuma bedanya kalau
bisnis MLM untuk menarik perhatian sering dengan cara "narsis" suka
memamerkan kesuksesan. Lihatlah di setiap pertemuan MLM selalu 
menonjolkan mereka-mereka yang sukses... dan mereka melakukan
Impact atau semacam testimoni sehingga semua yang hadir terbius
dan ingin juga sukses seperti mereka yang sukses sehingga muncul
trigger "Kalau dia bisa, saya juga bisa" dan langsung sang upline 
menggongi, "oh iya... dia aja bisa masa bapak tidak bisa! dst.
Disinilah awal banyak orang berhasil tapi lebih banyak lagi yang kecewa
karena ternyata dia tidak bisa seperti orang yang menjadi contoh yang
memberikan impact di depan.
Banyak penyebabnya, bisa dari mereka sendiri, dari team kerja yang 
kurang mendukung atau dari perusahaannya. .. jadi bisa banyak alasan.

Jawabannya bagi saya adalah ADA ORANG YANG BERHASIL DI MLM
tapi BANYAK JUGA YANG TIDAK dan sama juga dengan di bisnis lain
BANYAK JUGA ORANG BERHASIL MENJADI PENGUSAHA tapi 
JUGA BANYAK YANG TIDAK.

Setiap orang bisa berhasil sukses sesuai dengan jalannya sendiri-sendiri.
Menurut rahasia dari pak Tung bahwa sebuah bisnis yang berhasil adalah
bisnis yang paling ALAMI anda lakukan, bidang yang anda senangi, yang
anda kuasai dan anda yakini....
Kalau bisnisnya anda TIDAK SENANG, menurut saya anda hanya akan
buang waktu. Wong anda saja nggak senang apa lagi orang yang anda 
ajak...

Jadi BURUK atau CANTIKnya tergantung anda.... karena keputusan ada
ditangan anda!

Selamat bekerja semoga hari penuh berkah dan rahmat Allah.


Salam,



Taufik Arifin 

Ikhwan Sopa <ikhwan.sopa@ gmail.com> wrote: 
Naahhh... begini pan baru rame. Mulai banyak yang BICARA.

Cuman saya selaku moderator merasa perlu mewanti-wanti dengan 
beberapa pemikiran berikut ini.

Seperti biasa, manakala topiknya sampai pada sesuatu yang bernama 
MLM, beginilah arahnya berbagai pembicaraan. Tajam, keras, kadang 
malah ketus. Hati-hati ya bapak, ibu, mbak, dan mas sekalian.

Kali ini kita bikin berbeda.

Coba aja kita renungkan. Sepertinya apa yang sering diributkan orang 
bukan "MLM-nya", melainkan "caranya". Alias "kata kerjanya" bukan 
"kata bendanya".

Maka, please dijaga proporsinya. Asyik sih rame begini. Ayo BICARA 
semua. Tapi ya jangan cuman yang panas dan hot doang kayak MLM ini. 
Topik lainnya juga dong. Pesen saya cuman satu:

"Diri Anda yang ideal dan menjadi cita-cita diri Anda, bukanlah Anda 
yang sekarang. Bedanya bukan pada waktu tapi pada perubahan. 
Berubahlah mulai sekarang. Angkat bicara!!!"

Bicaralah yang baik dan proposrsional. Hangat atau sedikit panas gak apa-apa 
kok. Tapi, saling menjaga perasaan ya... plus kalo terkait dengan sebuah MLM, 
jangan disebut namanya ya...

NB: Buat Mas Teddy atau Mas Ronny, coba deh ini didekati dengan NLP. Ini khan 
fenomena "generalization" atau "simple deletion" gitu.

Sopa.
Moderator
http://milis- bicara.blogspot. com

--- In [EMAIL PROTECTED] com, wicaksono aji <[EMAIL PROTECTED] > wrote:
>
> Setuju, Pak.
> 
> Aktivitas marketing-nya pun cenderung sembunyi-sembunyi, atau tidak 
blak-blakan. Kalau memang MLM itu bagus, mbok ya coba aktivitas 
marketin-nya dilakukan secara terbuka, misalnya bikin undangan di 
koran atau media massa bahkan akan ada presentasi produk MLM, gitu.
> 
> Beberapa kali saya diundang oleh teman saya, maka cara 
mengundangnya juga tidak blak-blakan. Dia cuma bilang, "Ada peluang 
proyek nih?" Saya tanya proyek apa, dia cuma bilang, "Pokoknya datang 
dulu deh."
> 
> Saya pun datang, karena memang dia teman akrab saya. Eh, nggak 
taunya saya mau jadi target "makanan" upper-line teman saya itu...!
> 
> Contoh kedua, waktu saya kuliah dulu dan butuh kerjaan part-time 
untuk modal biaya kerja praktik dan bikin skripsi. Saya cek di koran, 
waktu itu Kompas. Di situ ada iklan baris yang kira-kira menawarkan 
pekerjaan part-time dengan potensi pendapatan Rp 5- 20 juta/
bulan...!!!
> 
> Well, fantastis! Bahkan bagi seorang fresh graduate yang belum 
berpengalaman kerja pun pendapatan sebesar itu adalah luar biasa. 
Syaratnya ringan, cuma datang dan ada "walk in interview".
> 
> Di iklan tersebut ada nomor yang bisa dihubungi. Karena penasaran, 
saya pun menelepon. Saya tanya pekerjaannya apa, si penjawab telepon 
cuma bilang, "Anda datang dulu saja ke kantor kami, baru nanti akan 
kami jelaskan." Saat saya tanya apakah saya harus bawa surat lamaran 
dan CV, si penjawab telepon bilang, "Boleh..."
> 
> Hahhh??? Boleh??? Dalam logika saya, untuk pekerjaan dengan potensi 
penghasilan sebesar itu NORMAL-nya butuh "credentials" yang tidak 
main-main dari para pelamarnya!
> 
> Namun karena penasaran, saya paksakan untuk datang. Yang disebut 
"kantor" adalah sebuah gedung pertemuan (aula) di Gedung Wisma 
Dharmala Sakti, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta.
> 
> Saat itu sudah banyak orang yang datang, mungkin ada 200-an. 
Maklum, iklan lowongan di koran memang cukup efektif untuk menjaring 
pelamar kerja. Dan seperti saya, banyak orang yang datang dengan 
membawa data lengkap, mulai dari surat lamaran, CV, sampe fotokopi 
transkrip nilai. Bahkan sekitar 30% yang datang mengenakan "dress" 
layaknya mau WAWANCARA, mengingat ada proses "walk in interview" pada 
kesempatan tersebut.
> 
> Apa yang terjadi? Kami diundang masuk ke dalam aula yang sudah 
ditata rapi dengan banyak kursi dan meja-meja tempat menaruh minum 
dan snack. Dan beberapa kemudian barulah saya sadar bahwa acara 
tersebut adalah presentasi produk sebuah MLM.
> 
> Karena merasa "dikerjain", ada beberapa orang yang sudah niat untuk 
ikut "walk in interview" langsung ngacir "walk out" karena merasa apa 
yang telah dilakukan oleh MLM tersebut sangat tidak etis.
> 
> Salam,
> 
> WICAKSONO
> Jakarta
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: hartojo gondomulia <hgondomulia@ ...>
> To: [EMAIL PROTECTED] com
> Sent: Saturday, January 5, 2008 1:09:59 PM
> Subject: Re: [Bicara] Si Buruk Rupa Itu Bernama MLM!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> <!--
> 
> #ygrp-mkp{
> border:1px solid #d8d8d8;font- family:Arial; margin:14px 
0px;padding: 0px 14px;}
> #ygrp-mkp hr{
> border:1px solid #d8d8d8;}
> #ygrp-mkp #hd{
> color:#628c2a; font-size: 85%;font- weight:bold; line-
height:122%; margin:10px 0px;}
> #ygrp-mkp #ads{
> margin-bottom: 10px;}
> #ygrp-mkp .ad{
> padding:0 0;}
> #ygrp-mkp .ad a{
> color:#0000ff; text-decoration: none;}
> -->
> 
> 
> 
> 
> Saya setuju 100% mengenai manfaat dari MLM sebagaimana yg 
disampaikan Bpk Dadang Kadarusman, namun kelihatannya Bpk Dadang lupa 
menyampaikan sisi keburukannya, sehingga pembaca dapat memberikan 
justifikasi secara adil terhadap suatu produk MLM yang ditawarkan 
kepadanya.
> 
> Saya sih bukan ahli marketing / sales, namun saya mencoba membahas 
sisi gelap dari MLM seperti di bawah ini:
> Kalau yang dicontohkan oleh Bpk Dadang bahwa si A membeli barang 
dari Tanah Abang / Harco Glodok / Lindeteves / Pasar Pagi, dll dengan 
discount 30%, memang para pedagang pusat grosir spt Tanah Abang / 
Harco / Lindeteves / Pasar Pagi, dll merupakan pedagang yg sudah 
kawakan, shg mereka harga yg diberikan oleh mereka sudah merupakan 
BEST PRICE for the VALUE. Namun, harga produk yg ditawarkan oleh MLM 
bukan best price for the value, karena HARGANYA TERLALU TINGGI 
DIBANDINGKAN MANFAAT / KUALITASNYA. Memang para pengusaha MLM sengaja 
men-design harga overpriced tersebut agar dapat memberikan
> kontribusi yg cukup lumayan kepada setiap member ( direct maupun 
indirect ) agar para member termotivasi utk menjualkan produknya & 
mencari member baru. Akan tetapi menurut pandangan saya, kebijakan 
menetapkan harga yang OVERPRICED tsb TIDAK BIJAK, karena konsumen 
akhirnya akan menyadari bahwa mereka DITIPU ( BACA : membeli barang 
dengan harga kemahalan ). Akan tetapi para pengusaha MLM tidak berani 
menetapkan harga suatu produk dengan harga yg pantas, karena mereka 
kuatir akan susah mendapatkan member, khususnya member iseng2 ( ibu 
rumah tangga, karyawan kantor, dll yg tidak mengerti sistem 
perdagangan yg baik, yakni mengejar kuantitas penjualan dengan profit 
margin kecil JAUH LEBIH BAIK daripada memperoleh menjual sedikit / 
amat sedikit dengan profit margin besar ), shg kenaikan penjualan 
mereka tidak mungkin menjadi deret ukur, namun hanya berupa deret 
hitung ( slow but sure ) & menjadi tidak ada bedanya dengan 
perdagangan secara tradisional, bahkan
> bisa kalah,
> karena induk usaha produk dari perdagangan tradisional menggunakan 
promosi yg canggih melalui berbagai media.
> 
> Demikian, semoga bermanfaat & apabila tidak berkenan anggap saja 
tulisan ini TIDAK PERNAH ADA.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
> Never miss a thing. Make Yahoo your home page. 
> http://www.yahoo. com/r/hs
>






L&G Insurance Service 
We serve all insurances.. . 
office 021 70302898 - fax 021 73449337
081586662730 02199118198 


Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search. 




Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.



      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 

Kirim email ke