Pak Jamhari Maksat yang budiman,

terima kasih atas komentarnya, saya setuju bahwa hidup ini menjadikan
kita bahagia jika kita banyak-banyak bersyukur seperti hari ini
sebelum saya berangkat istri saya mengucapkan, "Mas, terima kasih ya
cintamu.." ditengah keheranan selama pernikahan kami belum pernah
istri saya mengucapkan hal itu dan saya bersyukur telah dipertemukan
dengan istri saya, tiada kata paling indah yang diucapkan dengan
setulus hati. hari ini saya bahagia dan bersyukur karena hal itu.

"Terima kasih ya Alloh atas semua karuniaMU.."

Salam hangat,
agussyafii

--- In [email protected], Jamhari Maskat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Salam dari Jakarta,
> 
> Pertanyaan yang wajib dijawab :Berbahagiakah anda? Apa jawaban yang
sebenarnya?
> Bung Agussyafi, jikalau manusia selalu berpikir subjektip seperti
faham yang ada sekarang ini, maka jawabnya bisa bahagia, tapi juga
bisa tidak. Kultur Indonesia sangat suka dengan basa-basi, jikalau
ditanya apa kabar ? pasti orang Indonesia akan menjawab : Baik.
> Padahal mungkin dia baru saja dipecat dari pekerjaannya atau dia
baru habis bertengkar dengan isterinya dan lain-lain.
> Kenapa jawabannya harus bertolak belakang dengan kenyataan, disini
kita menemukan bahwa orang Indonesia sangat senang apabila setiap saat
dia membahagiakan orang lain. Rahasia tentang kesedihannya tetap
disembunyikan, kenapa? Karena kalau diceritakan pun orang tidak akan
membantunya, hanya mengatakan : Kasian.......
> Dan Orang Indonesia tidak mau dikasihani, kecuali sudah keterlaluan,
apa boleh buat.
> Kembali pada  pertanyaan apakah anda berbahagia hari ini, sebagai
orang beriman seharusnya melihat kebawah dan tidak melihat orang-orang
yang lebih dari dirinya, paling tidak kita harus melihat, bahwa udara
yang kita hirup setiap hari sebagai nikmat Allah kepada kita, tidak
dibeda-bedakan oleh Allah, kita bahagia karena hari ini kita tetap
sehat jika kita bandingkan dengan orang yang sedang sakit, kita
bahagia karena hari ini kita masih berdampingan dengan istri dan
anak-anak tercinta, kita harus bahagia apabila kita selalu menghitung
nikmat Allah kepada kita.
> Kita mulai akan tidak berbahagia ketika kita mulai bepikir bahwa apa
yang kita lakukan tidak sesuai target yang dibuat kita sendiri atau
target perusahaan.
> Tips yang paling baik agar kita bahagia, kerjakan sesuatu itu jangan
dipaksakan, ingat kita manusia hidup di dunia ini sudah diprogram oleh
Pencipta kita, hanya satu yang dapat merobah program itu, ialah Do'a.
> 
> Salam sejahtera  dari Jakarta
> Djamhari Maskat
> 
> agussyafii <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                              
Berbahagiakah Anda?  
>  
>  Pagi yang cerah ini, disaat matahari bersinar menampakkan dirinya. 
>  Perkenankan saya menyapa anda dengan sebuah pertanyaan, "adakah yang 
>  anda kerjakan hari ini yang telah membuat anda bahagia? Jika anda 
>  berbahagia hari ini mari kita berbagi cerita kebahagiaan itu..
>  
>  Wassalam,
>  agussyafii
>  
>  ==============================================
>  Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui
>  http://agussyafii.blogspot.com atau sms 0888 176 48 72
>  ==============================================
>  
>  
>      
>                                
> 
> 
> 
>        
> ---------------------------------
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di
Yahoo! Answers
>


Kirim email ke