*"Membaca" Manusia ala NLP (Part 2)*

*Read More*? http://antzforlead.com dan http://idnlpsociety.wordpress.com

*Join the Community? [EMAIL PROTECTED]

*Upcoming Event*? *Reading People with NLP <http://antzforlead.com/>, 26-27
Januari 2007*



Aha! Terima kasih Anda masih penasaran dengan meta program, sehingga
menunggu-nunggu kehadiran artikel kedua ini.

*So*, Anda sudah siap dengan ini?

OK, kita mulai petualangan kita ya J. Sembari Anda merasakan duduk yang
nyaman di tempat Anda, Anda boleh mendengar musik atau apapun yang membuat
Anda semakin nyaman sekaligus bergairah, untuk kemudian mulai membaca dan
memahami bahasan kita kali ini.



*Meta Program ala LAB Profile*

Tercatat ada puluhan meta program yang ditemukan oleh para pakar NLP sejak
pertama kali didalami oleh Leslie Cameron Bandler dan Richard Bandler. Dalam
bukunya, *Figuring Out People*, Michael Hall berhasil mengumpulkan 60 meta
program yang ia telaah dari para ahli dan temuannya sendiri.

Wow, begitu banyakkah yang harus kita pelajari untuk dapat 'membaca' orang
dengan NLP?

Tenang, karena NLP bertujuan untuk memudahkan hidup kita maka ada saja
orang-orang yang mengembangkan NLP untuk digunakan secara mudah pula. Dalam
hal Meta Program, *Rodger Bailey* lah orangnya. Tidak saja ia melakukan
analisa terhadap meta program yang penggunaanya paling universal, ia juga
melakukan riset terhadap meta program ini secara empiris dengan menggunakan
metode ilmiah ala akademisi.

Nah, hasil penelitian ini kemudian disebutnya sebagai LAB Profile,
alias *Language
and Behavior Profile*. Mengapa disebut demikian? Sebab menggunakan meta
program sebenarnya adalah mencermati struktur bahasa seseorang untuk dapat
memprediksi perilaku yang akan ia lakukan dalam konteks tertentu. Lebih jauh
lagi, kita dapat membangun *rapport* dan mempengaruhi pola pikir dan
perilaku orang lain dengan menggunakan struktur bahasa sesuai meta program
yang ia gunakan. Untuk mempelajari lebih lengkap mengenai LAB Profile, Anda
bisa membaca buu Words that Change Minds tulisan ....

Dalam LAB Profile, Rodger Bailey mensortir puluhan meta program menjadi
hanya 14 meta program saja. Dari yang 14 tersebut kemudian dikelompokkan
menjadi 2 bagian besar, yaitu *Ciri Sifat Motivasi* dan *Gaya Kerja*. Kita
bahas satu-satu, OK!



*Ciri Sifat Motivasi*

Meta program yang ada di dalam kelompok ini akan membantu Anda untuk dapat
mengenali bagaimana setiap orang memicu motivasi dari dalam diri dan
menggunakan struktur bahasa yang tepat untuk menyentuh tombol motivasi
tersebut.

*Proaktif-Reaktif*

Sebelum kita lanjutkan, saya ingin menggaris bawahi satu hal mengenai meta
program yang satu ini. Meskipun kita bicara kata 'proaktif', mohon jangan
samakan pengertiannya dengan proaktif ala The 7 Habits, sebab memang
proaktif dalam konteks meta program kali ini memiliki definisi yang berbeda.

Orang Proaktif adalah orang yang mengambil inisiatif pertama kali dalam
setiap kesempatan. Mereka cenderung bertindak dengan sedikit atau bahkan
tanpa berpikir panjang sama sekali. Orang dengan meta program ini sangat
baik untuk terjun ke lapangan dan menyelesaikan berbagai tugas hingga
tuntas, karena mereka tidak akan menunggu orang lain untuk memulai.

Sisi lain, orang Reaktif menunggu orang lain mengambil peran terlebih dahulu
atau menunggu hingga datang sebuah situasi yang mereka anggap tepat.
Terkadang, mereka bahkan melakukan analisa secara mendalam tanpa mengambil
tindakan apapun. Hal ini mereka lakukan karena mereka ingin memahami betul
situasi dan kondisi yang sebenarnya. Orang Reaktif yakin betul akan adanya
kesempatan dan keberuntungan. Dalam tingkat yang ekstrim, mereka bisa
menghabiskan banyak waktu hanya untuk menunggu.

*Mengenali Pola*

Mengenali orang Proaktif, Anda akan menemukan mereka banyak menggunakan
kalimat-kalimat pendek. Mereka berbicara seakan-akan mereka memegang kendali
atas kehidupan mereka. Kalimat-kalimat tersebut begitu jelas dan *to the
point*. Dalam titik yang ekstrim, mereka seolah memborbardir dengan
kalimat-kalimat yang mereka luncurkan.

Sementara itu, orang Reaktif banyak berbicara dengan kalimat-kalimat panjang
yang terkadang tidak terselesaikan. Mereka banyak menggunakan
kalimat-kalimat pasif, merasa bahwa dunia lah yang mengatur diri mereka.
Kalimat-kalimat mereka panjang, tampak selalu melakukan analisa yang
mendalam terhadap suatu hal.

*Teknik Mempengaruhi*

Mempengaruhi orang Proaktif, Anda harus menggunakan banyak kata-kata atau
frase seperti: lakukan saja, terjun bebas, langsung, mengapa harus menunggu,
sekarang juga, ambil inisiatif, ambil peran, tunggu apa lagi, selesaikan
sekarang.

Sedang kan untuk orang Reaktif, Anda perlu memakain kata-kata seperti: mari
kita pikirkan hal ini, sembari Anda memikirkan ini, Anda harus benar-benar
memahami, ini akan memberi Anda jawaban tentang, pikirkan kembali keputusan
Anda, Anda mungkin bisa mempertimbangkan.

*Konteks Yang Cocok*

Orang Proaktif amat tepat jika bekerja dalam pekerjaan yang membutuhkan
keputusan tepat dan taktis. Dalam kondisi demikian, orang seperti ini akan
segera mengambil tindakan yang dibutuhkan tanpa perlu berpikir panjang lagi.
Sebaliknya, dalam pekerjaan yang berkaitan dengan keharusan untuk melakukan
analisa secara mendalam, orang Reaktif lah yang akan bisa bekerja secara
efektif. Mereka akan betah berlama-lama mengurai data hingga menghasilkan
suatu kesimpulan yang paling tepat. Namun jika sebuah kesimpulan sudah
didapat, serahkan pada orang Proaktif untuk mengeksekusinya. Sementara
ketika kondisi kritis terjadi secara terus-menerus, maka orang Proaktif
selayaknya menyerahkan para orang Reaktif untuk melakukan analisa karena
pasti lah ada yang salah dalam sistem kerja yang ada. Dan orang Proaktif
tidak akan betah melakukan pekerjaan analisa seperti ini.



*Kriteria*

Saya pernah bertanya kepada seorang peserta training, "Apa hal yang
menyebabkan Anda mau membaca sebuah artikel dari awal sampai habis?"

Ia menjawab, "Mmm...judulnya menarik, paragraf awalnya menggelitik, panjang
hanya sekitar 2-3 halaman saja, dan banyak humornya."

Saya pun merespon, "OK, saya punya sebuah tulisan nih. Kalau kamu baca
judulnya, kamu pasti tertarik. Kalau tidak percaya, coba saja baca paragraf
awalnya yang menggelitik dulu. Tidak panjang kok, cuma 2 halaman. Dan
dijamin kamu pasti terpingkal-pingkal membacanya."

Yap, inilah yang disebut dengan *Kriteria*. Kriteria adalah suatu standar
yang digunakan oleh seseorang untuk menentukan apa yang *ia anggap* sebagai
hal yang bagus, jelek, benar, salah, dll.  Kriteria bisa menjadi
*anchor*yang maut untuk memicu ketertarikan seseorang, sebab ia
tersimpan dalam
memori dan terangkai dengan berbagai serial pengalaman emosional lain yang
pernah kita alami selama kita hidup.

*Mengenali Pola*

Untuk memunculkan kriteria seseorang, kita bisa menanyakan beberapa
pertanyaan berikut:

*        Apa yang Anda inginkan dari sebuah... (pekerjaan, keluarga,
hubungan, dll)?

*        Apa yang penting dari sebuah...?

*        Apa yang harus ada dalam sebuah...?

Satu hal yang harus diingat dalam menggunakan meta program ini adalah:
urutan yang disebutkan oleh seseorang belum tentu merupakan urutan kriteria
berdasarkan tingkat kepentingannya. Untuk itu, jika situasinya memungkinkan,
Anda perlu berdiskusi lebih dalam mengenai mana di antara sekian kriteria
tersebut yang paling penting dibandingkan dengan yang lan.

*Teknik Mempengaruhi*

Jika Anda sudah mendapatkan kriterianya, gunakan kata-kata dalam kriteria
tersebut secara tepat sama dengan kata-kata aslinya. Ingat, tepat sama!
Well, Anda tentu bisa mengubahnya sesuai dengan gramatikal kalimat Anda,
namun kata-nya sendiri harus tepat sama. Mengapa? Kembali kepada konsep
kriteria tadi. Sebuah kriteria memiliki ikatan emosional di dalamnya. Dan
kata yang mewakili kriteria tersebut adalah *anchor* bagi kondisi emosional
tadi. Anda tentu ingat prinsip *anchor *yang efektif, bukan?

Omong-omong soal peserta training saya tadi, dia pun mengambil artikel
tersebut dari tangan saya, dan saya melihatnya membaca artikel tadi tanpa
henti ketika *break*. Sebuah kebetulan yang menarik bahwa ia mengucapkan
kriteria membaca artikel sesuai dengan urutan tingkat kepentingannya. Sekali
tekan, langsung jos... J

*Kegunaan Kriteria*

Kita adalah makhluk kriteria. Cobalah mengingat-ingat pengalaman Anda
membeli sebuah barang, memilih pasangan hidup, memilih teman bergaul,
menonton film, dll. Mengapa Anda membeli barang tersebut alih-alih barang
yang lain? Mengapa Anda memilih si dia sebagai pasangan hidup alih-alih
orang lain yang sudah mengantri menunggu keputusan Anda? Mengapa Anda
memilih sekelompok orang tertentu untuk Anda ajak bergaul daripada
sekelompok yang lain? Mengapa Anda menonton film-film dengan jenis tertentu
dan bukannya jenis yang lain?

Temukan kriteria Anda dalam berbagai konteks. Dan, kapanpun Anda memiliki
kesulitan untuk mengambil keputusan dalam konteks tersebut, gunakan saja
kriteria yang sudah Anda identifikasi. Mau lebih mantap? Gunakan permainan *
submodality* untuk mendramatisasi efek dari kriteria Anda.

Omong-omong soal peserta training saya tadi, dia pun mengambil artikel
tersebut dari tangan saya, dan saya melihatnya membaca artikel tadi tanpa
henti ketika *break*. Sebuah kebetulan yang menarik bahwa ia mengucapkan
kriteria membaca artikel sesuai dengan urutan tingkat kepentingannya. Sekali
tekan, langsung jos... J



*Mendekati-Menjauhi*

Seorang Ibu pernah bertanya kepada seorang terapis mengapa ia begitu sulit
menyuruh anaknya untuk membereskan tempat tidur. Segala hadiah sudah ia
iming-imingkan. Tidak juga sang anak mau membersihkan tempat tidur tanpa
harus disuruh.

Sang terapis pun tersenyum, dan bertanya satu hal yang membuat sang Ibu
tertegun.

*Well*, Anda ingat kisah manajer kita di artikel yang lalu? Tidak semua
orang memiliki karakteristik yang sama dalam setiap situasi. Demikian pula
dengan sang manajer yang begitu ambisius mengejar target, namun begitu
ketakutan jika berbicara soal masa depan anak-anaknya.

Inilah meta program *Mendekati-Menjauhi*. Mereka yang Mendekati sangat fokus
terhadap tujuan yang ingin mereka capai. Mereka berpikir berdasarkan tujuan,
ingin mendapatkan sesuatu. Karena mereka begitu fokus pada tujuan ini lah,
mereka umumnya orang-orang yang pandai menempatkan prioritas. Dalam kasus
yang ekstrim, orang Mendekati agak kesulitan dalam menentukan hal-hal yang
harus dihindari. Mereka seringkali dianggap naif karena tidak pernah
memperhitungkan berbagai hambatan yang mungkin muncul.

Sementara itu, orang Menjauhi bergerak karena menghindari kondisi yang tidak
mereka inginkan. Mereka amat mudah terpacu ketika ada sebuah masalah yang
harus diselesaikan. Tenggat waktu pekerjaan adalah tombol motivasi orang
Menjauhi. Sisi lain, orang Menjauhi amat ahli dalam *troubleshooting*.
Karena fokus pada penghindaran, orang Menjauhi cenderung sulit untuk
menentukan prioritas. Dapat dipahami, karena mereka senantiasa terganggu
dengan setiap masalah yang muncul dan berkeinginan untuk segera
menyelesaikannya.

*Mengenali Pola*

Menggali meta program ini, Anda bisa bertanya, "Mengapa memiliki hal
tersebut (kriteria) penting bagi Anda?" atau "Apa yang akan terjadi pada
diri Anda jika kriteria tersebut terpenuhi?"

Pada orang  Mendekati, Anda akan menemui jawaban yang menjabarkan
tujuan-tujuan yang ingin mereka capai atau hal-hal yang bisa mereka
dapatkan. Sementara pada orang  Menjauhi, Anda akan mendapati jawaban
mengenai hal-hal yang ingin mereka hindari, masalah-masalah yang tidak ingin
mereka hadapi, dll.

*Teknik Mempengaruhi*

Pada orang Mendekati, gunakan kata-kata seperti: mendapatkan, mencapai,
termasuk di dalamnya, memungkinkan Anda untuk, keuntungan, dll.

Sementara pada orang Menjauhi, pakailah kata-kata seperti: menghindari,
tidak akan mengalami, memperbaiki, menjaga Anda dari, tidak sempurna, mari
kita cari tahu dimana kesalahannya, dll.

*Konteks Yang Cocok*

Anda membutuhkan orang Mendekati untuk pencapaian melebihi target. Orang
Menjauhi bisa saja menjalankan pekerjaan *sales*, misalnya, tapi ia tidak
akan melebihi target—sesuatu yang disukai oleh perusahaan Anda. Pastikan
pekerjaan yang seperti ini ditangani oleh orang Mendekati.

Sisi lain, biarkan orang Menjauhi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan
yang timbul, karena mereka memiliki *passion* dalam soal ini. Anda akan
membuat orang Mendekati lari jauh-jauh jika dihadapkan pada soal *
troubleshooting*.

Dan, Anda ingin tahu apa yang dikatakan oleh sang terapis kepada sang ibu?
"Sudahkah Anda mengancamnya, benar-benar mengancamnya, untuk mengurangi uang
saku atau hal apapun yang ia senangi?"

Wuih, benar-benar belum terpikirkan oleh sang Ibu, karena ia memang ingin
lebih banyak memotivasi anak-anaknya untuk mencapai sesuatu alih-alih
menghindari sesuatu.

"Bisakah ini bekerja?" tanya sang Ibu penasaran.

"Mengapa tidak? Tidak semua orang bisa terpacu karena hadiah. Ada kondisi
tertentu mereka justru terpicu karena rasa sakit yang cukup sakit tapi tidak
terlalu menyakitkan," jawab sang terapis.

Sang Ibu pun pulang. Seminggu kemudian, ia menelepon sang terapis, untuk
mengabarkan kesuksesannya.



Dan...meta program yang selanjutnya adalah....


-- 
Salam Street Smart NLP!

Teddi Prasetya Yuliawan
Indonesia NLP Society <http://idnlpsociety.wordpress.com>

Kirim email ke