Mas Agus Suryadi,
Saya tertarik dengan nilai tambah seperti yang anda sebutkan.
Oleh karena itu saya ingin mengetahui lebih lagi tentang pernyataan anda jenis 
berikut,
"...(dihapus)..., tidak terbandingkan dengan kitab sebaik apapun karena yang 
memelihara adalah Allah semata. ...(dihapus)...".
Apakah menurut anda, "milis-bicara" adalah tempat yang tepat untuk 
mengungkapkan pernyataan seperti itu.
Kalau anda membanding buku yang membahas topik tentang "bicara", maka akan 
sangat mudah memahami tujuan "nilai tambah" yang anda maksudkan. Tentu saja 
bisa diduga bahwa anda membaca buku yang anda bandingkan dengan kondisi dan 
minat yang sama.

Sehubungan pernyataan anda, perkenanlah saya memberikan sedikit tanggapan. 
Tanggapan ini tidak bermaksud untuk memperdebatkan agama sama sekali.
Mungkin anda sangat mengerti tentang kitab suci umat muslim. Saya percaya bahwa 
untuk memahami kitab suci religius tidaklah cukup dengan hanya mengandalkan 
logika. Iman kita sangat memiliki peran.
Kalau kita sudah meng-iman-i suatu agama, maka hampir tidak mungkin kita bisa 
memahami kitab suci agama lainnya dengan baik.
Maaf, saya tidak mengatakan bahwa anda tidak mengerti kitab suci agama lain, 
juga tidak bermaksud mengatakan bahwa anda adalah pembohong yang membandingkan 
hal yang tidak anda ketahui.

Sehingga menurut saya, akan menjadi sangat bijaksana, kalau kita tidak 
melakukan pembandingan tipe seperti ini.  
           
Salam,
Aditya


----- Original Message ----
From: AGUS SURYADI <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, January 17, 2008 12:34:57 AM
Subject: Re: [Bicara] Peringatan Flamming! Re: Mukmin Adalah Bersaudara

Urun rembug, Pak. Kalau pendapat saya, sebenarnya kalau melihat esensi dari 
tulisan Pak Agus Syafii tidaklah mengandung maksud untuk pengkotak2an atau 
apapun. Justeru ini dapat memberikan nilai tambah bagi (maaf) non muslim untuk 
memahami dari sudut pandang Islam, yang notabene (kebetulan) mayoritas penduduk 
Indonesia yang serta merta menjadi pembelajaran juga bagi (umat) muslim sendiri 
untuk bertatacara yang benar. Karena setiap individu adalah khalifah/pemimpin 
dan sebaik-baik manusia adalah yang bisa saling mengingatkan kedalam jalan 
kebaikan, dan negasi dari jalan kebaikan adalah jalan setan. Logika agama 
manapun mestinya secara universal sama. Namun Islam memiliki sesuatu yang tidak 
terbandingkan, yaitu Al Quran yang terpelihara sepanjang masa,tidak 
terbandingkan dengan kitab sebaik apapun karena yang memelihara adalah Allah 
semata. Kitab inilah yang harus menjadi tuntunan bagi umat Islam. Jika umat 
muslim sendiri tidak memahami dan mengamalkan
 kitab ini, tentu jalan kesesatan yang didapat. "Kewajiban" muslim lainnya 
adalah mengingatkan. 
 
Demikian pendapat saya dan mudah2an ini jangan membuat (maaf) umat non muslim 
merasa dikotak2kan. Ambilah sisi positif dan cobalah terima dengan kesejukan. 
Jadilah milis ini ajang untuk saling mengasah pemahaman sebagai bekal kita 
"bicara". Sehingga yang keluar tidak "asal bicara". 
 
Terima kasih dan salam,
ASurya

 
On 1/16/08, Ikhwan Sopa <ikhwan.sopa@ gmail.com> wrote: 
Yth Pak Aditya,

Mungkin Pak Adit baru saja menjadi member milis ini. Pak Agus Syafii 
bukan pertama kali ini mengirimkan email yang religius seperti ini.

Saya yakin, postingan ini adalah sebentuk tanggapan tidak langsung 
Pak Agus Syafii berkaitan dengan respon Pak Djamhari Maskat yang 
sedikit panas.

Sekaligus, ini adalah peringatan bagi Pak Djamhari Maskat.

Saya tidak tahu apakah ada keterkaitan khusus antara mereka berdua, 
atau apakah Pak Djamhari justru belum pernah mengenal Pak Agus Syafii.

Jika Pak Djamhari Maskat meneruskan upaya flamming yang justru 
membuat tidak nyaman ini, maka Pak Djamhari akan segera di banned 
dari milis ini. 

Pak Djamhari, mohon tanggapannya secara terbuka. Apakah Anda 
bermusuhan dengan Pak Agus Syafii, apakah Anda sudah pernah 
berkenalan dengan Pak Agus Syafii?

Mari kita lihat apa reaksi Pak Djamhari tentang semua ini. 

Ikhwan Sopa
Moderator.

--- In [EMAIL PROTECTED] com, Aditya Warman Gintings 
<gintingsugihen@ ...> wrote: 
>
> Salam,
> Mo numpang tanya.
> Apakah mail spt ini tidak kesasar masuk ke bicara-group?
> Tadinya saya kira, mail ini datang dari agama-group.
> Trims,
> Aditya
> 
> ----- Original Message ---- 
> From: agussyafii <[EMAIL PROTECTED] ..>
> To: [EMAIL PROTECTED] com
> Sent: Tuesday, January 15, 2008 6:10:22 PM 
> Subject: [Bicara] Mukmin Adalah Bersaudara
> 
> Mukmin Adalah Bersaudara 
> 
> Menurut pandangan hidup muslim, setiap mu'min adalah bersaudara,
> innama al mu'mu'minuna ikhwah fa aslikhu baina akhowaikum. Secara 
> konsepsional, setiap mu'min memiliki komitmen mengabdi kepada Alloh
> SWT; salatnya, ibadahnya hidupnya dan bahkan matinya semata-mata
> dibadikan untuk Alloh SWT semata, oleh karena itu kesamaan visi 
> vertikal akan memudahkan mengorganisir visi horizontal.
> 
> Sesama orang beriman- dalam keimanannya- pasti bersaudara. Kawan
> dalam bertugas yang paling tepat adalah yang seaspirasi dalam
> iman.Tetapi jika orang beriman memiliki interest selain Alloh SWT,
> maka potensi persaudaraan imaniyah akan mudah retak.
> 
> Adapun yang selalu menjadi lawan dalam menjalankan tugas hidup 
menurut
> pandangan hidup muslim adalah syaitan. Secara konsepsional syaitan
> adalah musuh, aduwwun mubin., karena syaitan diciptakan Alloh SWT
> memang sebagai unsur penggoda, penguji kualitas manusia. Syaitan 
bisa
> berujud makhluk halus (jin) bisa juga berujud manusia, min al 
jinnati
> wa an nas. 
> 
> Esensi syaitan adalah ajakan kepada kejahatan. Ia berada dalam 
aliran
> darah manusia dimana setiap saat mengintai peluang untuk menyesatkan 
> manusia dengan menggunakan hawa nafsu dan syahwat sebagai 
kendaraannya
> . Di dalam kemarahan, kesombongan, keserakahan dan kemaksiatan yang
> dilakukan orang syaitan selalu mendorongnya. 
> 
> Menurut hadis Nabi syaitan suka mangkal di pasar dan di perempatan
> jalan Maknanya pengaruh jahat selalu mengintai setiap ada transaksi
> dan masa peralihan. Dalam setiap transaksi manusia selalu digoda 
untuk
> melakukan kejahatan seperti mengambil keuntungan dengan cara tidak
> jujur. Demikian juga dalam setiap masa peralihan, peralihan zaman,
> peralihan jabatan, orang sering digoda untuk mengambil keuntungan 
> dalam kesempitan waktu. 
> 
> Syaitan memiliki wilayah yang sangat luas , menembus sekat-sekat 
ruang
> dan waktu. Hanya kekuatan zikir (ingat kepada Alloh SWT) yang bisa
> mengusir kehadiran syaitan, oleh karena itu kita dianjurkan untuk 
> selalu membaca bismillah dan ta`awudz; a`udzu billahi min as 
syaithan
> ar rajim, artinya; aku berlindung kepada Alloh SWT dari godaan 
syaitan
> yang terkutuk.
> 
> Wassalam,
> agussyafii 
> 
> ============ ========= ========= ========= =======
> Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui
> achmad.mubarok@ yahoo.com atau http://mubarok- institute. blogspot. 
com
> ============ ========= ========= ========= ======= 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
> Be a better friend, newshound, and 
> know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://
mobile.yahoo. com/;_ylt= Ahu06i62sR8HDtDy pao8Wcj9tAcJ
>







      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

Kirim email ke