Tiga Jenis Kecerdasan

Semula orang hanya membanggakan kecerdasan intelektual, tetapi
sekarang sudah diperkenalkan dua kecerdasan lainnya yaitu kecerdasan
emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ). 

1. Kecerdasan Intelektual dapat dilihat dari kemampuan seseorang
memandang masalah secara ilmiah, menerangkan masalah secara logis dan
menyusun rumusan problem solving berdasarkan teori. Hanya saja orang
yang hanya cerdas secara intelektual terkadang tersesat kepada logika
yang tidak relevan dengan problem solving itu sendiri. Ia puas dengan
analisanya yang masuk akal dan bangga dengan kesetiaannya kepada
kaidah keilmuan. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang IQ nya sangat
tinggi jarang sukses memimpin sebuah institusi, sebaliknya kebanyakkan
mereka justru bekerja pada institusi yang dipimpin oleh orang yang
justru IQnya sedang-sedang saja.

2. Kecerdasan Emosional ditandai dengan kemampuan seseorang
mengendalikan diri dalam menghadapi keadaan yang sulit. Dengan
pengendalian diri yang kuat, ia bisa dengan tenang melihat
permasalahan dan dengan tenang memperhitungkan dampak dari suatu
keputusan atau suatu tindakan. Perhatian orang yang cerdas secara
emosi bukan pada kaidah ilmu atau kaidah logika tetapi pada bagaimana
problem solving dapat dijalankan, oleh karena itu ia bukan hanya
berpikir logis tetapi juga berpikir arif dan bijak. Ia bukan hanya
mengenali siapa dirinya, tetapi ia juga bekerja keras mengenali orang
lain yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi. Baginya bukan
kemenangan yang menjadi target, tetapi keberhasilan. Banyak orang yang
menang diawal tapi gagal di belakang, sebaliknya orang yang cerdas
secara emosi tak mengapa mengalah di depan demi untuk kemenangan yang
sesungguhnya dibelakang nanti.

3. Kecerdasan Spiritual ditandai dengan kemampuan seseorang memandang
masalah secara batin sebagai lawan dari pandangan mata kepala. Jika
pandangan mata kepala terhalang sekat ruang dan waktu. Orang yang
memiliki kecerdasan spiritual bukan saja bisa melihat hal-hal dibalik
ruang tetapi juga bisa berkomunikasi dengan siapa saja di masa lalu
dan yang akan bermain di masa depan. Jika ciri utama orang yang
memiliki kecerdsan emosional itu mampu berinteraksi secara hamonis
dengan keadaan atau problem hari ini, maka cirri orang yang memiliki
kecerdasan spiritual adalah memiliki visi jauh ke depan, melampaui
zamannya. 

Negarawan yang idealis biasanya memiliki ketiga unsur kecerdasan ini,
sehingga puluhan atau bahkan ratusan tahun setelah kematiannya,
gagasan-gagasan politiknya masih relevan, sementara politisi
pragmatis, gagasan politiknya sudah terkubur bersama dengan kelengserannya


Wassalam,
Agussyafii

==============================================
Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui
[EMAIL PROTECTED] atau http://mubarok-institute.blogspot.com
==============================================


Kirim email ke