Pak Jamhari yang saya hormati, dan mohon perhatian moderator milis
bicara, alangkah bijaknya apabila tafsir versi pribadi/golongan atas
ayat suci  yang menyangkut tentang berita dalam al quran tidak usah di
post di ruang publik seperti di milis bicara ini, baiknya didiskusikan
dengan ulama, guru guru dan ahli ahli tafsir pada tempat yang lebih
layak, hal tersebut dikarenakan tidak semua pembaca mempunyai
kedalaman ilmu yang sama untuk mencerna   tafsir tafsir tersebut.
mohon maaf bila ada kata kata yang salah.

hormat saya
zamzam 


 
--- In [email protected], Jamhari Maskat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Tanggapan ini bukan untuk meresahkan tetapi sebagai bahan renungan 
> 
> Salam dari Jakarta,
> 
> Cerita tentang Adam dan Hawa atau Tentang Kakek Adam dan NeneK Hawa
ini sangat menarik jika kita melihat dalam film atau drama ketika
keduanya terusir kedunia dalam keadaan telanjang, kasian...
> 
> Bagi seorang yang selalu memperhatikan ayat-ayat Allah dalam
Al-Quran tentunya akan sama dengan saya yang mempunyai berbagai
pertanyaan : Apa benar cerita itu ........Kalau benar Alhamdulillah.
> 
> Tapi ini ada beberapa catatan yang perlu saya sampaikan untuk
dipakai sebagai bahan renungan.....:
> 
> 1.  Sebelum Nabi Adam diciptakan, Allah telah berfirman : wa-izqaala
rabbuka lilmalaikati : "Innii jaailun fil Ardhi khaalifah", Suatu
ketika Allah berkata kepada Malaikat : "Sesungguhnya Saya  akan
menjadikan Khalifah di permukaan Bumi"
> Dialog selanjutnya adalah tentang budaya jadi kita garis bawahi saja
pada ayat ini bahwa Sebelum Nabi Adam diciptakan Allah telah berkata
bahwa Nabi Adam akan diciptakan di Bumi...
> 
> 2.  Diceritakan bahwa Adam dibuat dari segumpal tanah, timbul
pertanyaan, yang ada tanah itu hanya di Bumi, tapi ada yang bilang itu
Tanah di Surga.... maka terjadilah perdebatan.
> 
> 3.  Pada Ayat yang lain Allah berfirman bahwa : "Inna matsali 'Isya
wa inna kamatsali Adam" Sesungguhnya tentang penciptaan Isya ibnu
Maryam itu seperti penciptaan Adam, jadi analisanya karena Nabi Isa
itu di ciptakan di Bum ini, maka Nabi Adam juga dengan tanah di Bumi ini.
> 
> 4. Kalau ada pendapat yang sudah melekat dari ajaran semua Agama di
Syurga yaitu diatas sana, maka kita susah untuk mengatakan Syurga itu
planet atau Taman (bagian dari planet)
> 
> 5. Istilah di ATAS, inipun membingungkan, jika anda mengatakan atas
itu di atas Indonesia, maka orang di Amerika akan mengatakan atas
sambil menunjuk keatas kepala mereka, sama-sama menunjuk keatas pada
saat yang sama hasilnya berbeda karena bumi itu bulat bukan seperti
perkiraan Columbus bahwa bumi itu datar.
> 
> 6.  Boleh jadi ada kesalahan memandang ayat-ayat dalam bentuk
ungkapan diterjemahkan dalam bentuk leterleyk atau gamblang. Sehingga
kata-kata Jannah itu yang arti terbatasnya adalah Taman atau  Kebun,
adalah dimaksud Allah sebagai ungkapan untuk tempat orang-orang yang
beriman di Dunia ini, Termasuk yang pertama bagi Adam dan Hawa karena
Nabi Adam sudah diajarkan Ilmu sehingga mampu menaklukkan Malaikat
dalam satu mimbar terbuka.
> Jannah yang dimaksud itu merupakan ungkapan, bahwa mereka orang
beriman itu tidak terpengaruh oleh bujukan Syetan, walaupun Syetan
selalu membujuk dengan berbagai cara untuk meninggalkan Jannah atau
Taman itu.
> 
> 7.  Adapun Pohon yang dilarang itu (Syajarah) juga merupakan
ungkapan larangan agar Adam itu jangan pernah mau mendekati kehidupan
Syirik, karena semua kesalahan akan diampuni kecuali Syirik, yaitu
orang yang dengan sombongnya menjadi diri sendiri, makan, makan
sendiri, minum, minum sendiri, kawin, kawin sendiri?
> Jika anda merasa hidup di dunia ini sendiri, maka Syetan akan
menemani anda dalam berpikir dan merasa, yang haram akan dibujuk
menjadi halal, yang dilarang akan dibujuk menjadi yang disuruh.
> 
> 8. Maka ketika Adam terpeleset dengan menjadi diri sendiri, maka
kutukan Allahpun datang, pakaian Surga atau pakaian Taqwa yang
dipakainya menjadi terlepas sehingga Adam dan Hawa telanjang dalam
kehidupan budayanya, mikir, mikir bedua Hawa, makan , makan bedua
Hawa, tidur, tidur bedua Hawa, Syetan pun menjadi yang ketiga. Kata
Nabi Muhammad jika ada dua insan berlainan jenis berkumpul di suatu
kamar, maka datang pihak ketiga yaitu Syaithon untuk menggoda. Jadi
godaan Syaithan itu selalu ada dimana-mana.
> 
> 9. Maka Adam bertobat, dimana? di Mekah tempat pertama kali
kebudayaan manusia diciptakan Allah, Doa Adam itu sampai sekarang
masih  diikuti oleh Ummat Islam diseluruh dunia, kecuali  yang tidak
mau. Akhirnya di Arafah Taubat mereka diterima Allah..........
> Maka Allah berfirman : Di Bumi ini kamu diciptakan, di Bumi ini kamu
dimatikan dan di Bumi ini kamu akan dibangkitkan....
> 
> Nah dengan masukkan ini, saya mau mengingatkan kenapa Nabi Muhammad
bersabda : Ummatku akan masuk Syurga (sejak abad ketujuh sampai qiamat
nanti) tanpa disentuh oleh api neraka adalah 70.000 orang, yang lain
masuk dulu naraka baru akan memperoleh pengampunan hi hi hi hi.
> 
> Ngomong-ngomong, orang Indonesia kebagian jatah berapa yaa?
> 200.000 kaya jatah Haji ? Ngga mungkin lah yau..
> 
> Wassalam
> Djamhari Maskat
> www.biofir.com/maskat
> 
>    
> 
> agussyafii <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                              
Kesulitan Sebagai bagian Sistem Hidup
>  
>  Syahdan ketika Adam dan Hawa masih berada di sorga, Alloh SWT
>  mempersilahkan kepada keduanya untuk menikmati semua fasilitas sorga
>  tanpa harus berjuang lebih dahulu, karena sorga memang bukan medan
>  perjuangan. Dari fasilitas kenikmatan surgawi yang tak terhitung
>  jumlahnya, seperti disebut dalam al Qur'an, hanya satu yang dilarang
>  oleh Alloh SWT, yaitu tidak boleh memetik buah khuldi, wala taqroba
>  hadzihis syajarota fatakuna min al khosirin, jangan kalian dekati
>  pohon ini, kalian berdua bisa rugi nanti.
>  
>  Rupanya sudah menjadi scenario pembelajaran, bahwa manusia terkadang
>  tidak pandai bersyukur. Sudah diperbolehkan mengambil semua kecuali
>  yang satu ini, eh justeru larangan itulah yang menggodanya. Syetan
>  menggoda Adam dengan menanamkan logika bahwa kunci keabadian itu ada
>  dalam pohon yang terlarang itu . Semua fasilitas surgawi tak bermakna
>  tanpa yang satu itu, rayu syaitan. Adam bersikukuh tak mau menyentuh
>  yang dilarang. Namanya juga syaitan,gagal menggoda Adam, syaitan tak
>  berputus asa, ia mendatangi Hawa isterinya. Rupanya juga sudah menjadi
>  scenario, wanita lebih mudah tergoda untuk mengetahui rahasia dibalik
>  larangan itu, maka Hawa lah yang merajuk merayu Adam supaya dipetikkan
>  buah terlarang itu. Juga sudah menjadi scenario, laki-laki sering tak
>  tahan berpegang kepada prinsip jika mendapat rayuan wanita, maka
>  Adampun melanggar prinsip yang dianut, melanggar apa yang dilarang
>  Alloh SWT, memetik buah khuldi demi menyenangkan isteri tercinta.
>  
>  Setelah pelanggaran itu babak baru kehidupan manusia dimulai. Adam dan
>  Hawa terlempar dari surga yang segalanya serba mudah dan nikmat, lalu
>  ditempatkan dimuka bumi sebagai khalifah Alloh. 
>  
>  Firman Alloh SWT, di bumi segalanya juga telah Kusediakan untukmu,
>  tetapi tidak ada yang gratis di sana. Segala kesenangan,kenikmatan
>  bisa kalian peroleh setelah kalian berhasil berjuang menaklukkan
>  kesulitan. Lama Adam dan Hawa harus beradaptasi dengan sunnatulloh
>  kehidupan dibumi. Tapi Adam dan Hawa tidak bisa lari dari system
>  hidup, Adam pun harus menghadapi kenyataan dua anaknya, Qabil dan
>  Habil terlibat konflik hingga berbunuhan. Benarkah hidup di dunia ini
>  tidak enak karena harus menghadapi kesulitan ? Ternyata, seperti yang
>  disebut al Qur.an, bersama kesulitan ada kemudahan, inna ma`a al`usri
>  yusro, dan dibalik kesulitan ada kenikmatan.
>  
>  Salam Cinta,
>  Agussyafii
>  
>  ==============================================
>  Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui
>  [EMAIL PROTECTED] atau http://mubarok-institute.blogspot.com
>  ==============================================
>  
>  
>      
>                                
> 
> 
> 
>        
> ---------------------------------
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di
Yahoo! Answers
>


Kirim email ke