*Tips 179: Sesuatu Yang Paling Mahal Anda Bayar*

Ini hanya untuk mengingatkan diri saya sendiri dan syukur Alhamdulillah jika
ini juga bisa membantu mengingatkan Anda kembali, tentang sesuatu yang Anda
bayar dengan harga yang paling mahal.

Ingatlah kembali betapa noraknya berbagai keterlambatan di mana semuanya
terasa seolah berhenti. Serba lambat dan telat.

Jalanan yang macet dan tersendat-sendat. Kendaraan yang sepertinya tak akan
pernah sampai ke tujuan. Komputer tua yang tertinggal tiga, empat, atau lima
tahun di belakang softwarenya, menjadi bolot dan hang melulu. Pelayanan
waitress untuk makanan dan minuman yang mestinya diterima dalam lima belas
menit, ternyata baru bisa mulai tertelan setengah jam kemudian. Proyek yang
tak kunjung selesai. Laporan-laporan yang katanya "tinggal di-print". Norak.

Segala sesuatu berjalan di atasnya. Kilo meter per jam untuk kendaraan Anda.
Empat milyar siklus perhitungan matematis per detik untuk sebuah komputer
yang Anda kemudian menyebutnya Pentium 4. Omzet atau penjualan 5 milyar per
bulan yang kini menjadi ukuran keberhasilan Anda berdagang. Setiap akhir
bulan menerima gaji jika kita pegawai. Dan seterusnya.

Begitulah rupanya, dunia ini amat mencintai apapun yang bisa menungganginya.

Jika kita menjaga kesehatan, jika kita mengejar harta, jika kita ingin
menggapai kesuksesan, semua itu hanya akan berujung pada upaya untuk
memperpanjangnya, seolah-olah kita memang bisa melakukan itu. Padahal tidak,
tidak akan.

Maka bertanyalah kita tentang sumpah Tuhan atas namanya.

Kemudian, terjawab bahwa ia adalah milik-Nya dalam kemutlakan. Ia sama
sekali bukan milik kita manusia yang hanya sekedar terikat erat kepadanya.

Hanya kemurahan-Nya-lah yang menjadikan kita seakan mampu membelinya. Untuk
itupun, kita harus membayar dengan mata uang khusus yang sangat langka:
nyawa.

Waktu, adalah "sesuatu" yang paling mahal Anda bayar.

Bukankah dengan berlalunya dia, usia Anda makin berkurang?

*Ikhwan Sopa*
Trainer E.D.A.N.
+62 21 70096855
QA Communication
*School of Motivational Communication*
http://milis-bicara.blogspot.com

Kirim email ke