BELAJAR MENJADI “PENEMU BARANG BAIK” Banyak dari kesempatan terbesar dalam hidup kita masuk ke dalam hidup kita secara tersamar sebagai masalah.
Penemu barang baik adalah orang yang mencari dan menemukan apa yang baik dalam dirinya, dalam orang lain, dan dalam semua situasi hidup. Barangkali memang benar bahwa kita biasanya menemukan apa yang kita cari. Jika kita mencari yang jahat, banyak hal yang jahat akan ditemukan. Sebaliknya, jika mencari apa yang baik, juga ada banyak hal yang baik yang akan kita temukan. Segalanya bergantung kepada apa yang kita cari. “Dua orang memandang keluar dari palang – palang penjara. Orang yang satu melihat Lumpur dan orang yang lain melihat bintang – bintang.” Mencari apa yang baik dalam diri kita sama sekali bukan kecongkakan atau kesia – siaan. Perbuatan ini dapat dan harus berakhir dengan tindak bersyukur dengan penuh rendah hati. Untuk menjadi penemu barang baik yang sejati, kita harus melihat banyak pemberian Tuhan kepada kita. Dengan perlahan – lahan kita harus menghitung dengan penuh kasih berkat yang telah kita terima. Kita harus mencari dan menemukan semua hal baik dan bakat yang telah kita terima dari Tuhan sebagai berkat-Nya. Kita harus menghadapi kenyataan jelas bahwa apa pun yang kita punya adalah pemberian Tuhan. Kita harus bersyukur dengan penuh bahagia atas pemberian – pemberian yang merupakan bagian dari diri kita. Orang – orang adalah sesuatu seperti bunga – bunga liar. Kebaikan dan keindahan mereka dengan sangat mudah dapat dilewati begitu saja. Suatu ketika setiap orang harus memetik setangkai bunga liar dan mempelajarinya dengan seksama. Ada urat – urat halus dalam daun – daunnya. Daun – daun bunganya mudah lepas, mekarnya sangat indah. Jika Anda mengamati bunga ini, putar – putarlah bunga itu dalam sinar matahari dan carilah simetrinya yang istimewa. Bunga itu memiliki keindahannya tersendiri. Orang – orang pun perlu dilihat dan diamati lebih dekat. Akan tetapi, kita harus melihat melampaui hal – hal lemah dan dungu yang menyelimuti kebaikan dalam kebanyakan orang dari kita. Kita harus mencari keindahan yang oleh orang lain tidak pernah dilihat cukup lama atau cukup jauh untuk menemukan keindahan itu. Akan tetapi, hendaknya semua pencari dan penemu barang baik mencamkan peringatan ini : Orang – orang lain akan mengira Anda itu naïf atau aneh. Dunia pada umumnya tidak dapat dipercaya dengan mudah akan optimisme mereka yang mencari / menemukan barang baik. Telah kerap kali terpikir bahwa fungsi krisis dalam hubungan manusia ialah sebenarnya tantangan. Kebanyakan orang dalam hubungan seperti itu kelihatannya untuk sementara hidup damai. Kemudian datanglah badai krisis. Barangkali awal mulanya adalah ketakutan akan keakraban atau kejemuan belaka. Atau barangkali ada kecenderungan bersikap “aku menang / kamu kalah”. Apapun sebabnya atau sifat dasarnya, timbullah krisis. Sebagaimana dikatakan oleh orang Cina, krisis merupakan bahaya dan sekaligus kesempatan. Kebanyakan krisis adalah tanda peringatan. Krisis itu memberi tanda kepada kedua kawan untuk saling menemukan pada taraf penemuan yang lebih mendalam. Banyak dari kesempatan terbesar dalam hidup kita masuk ke dalam hidup kita secara tersamar sebagai masalah.AGUNG WIDYATMOKOTangerang _________________________________________________________________ Publish your photos to your Space easily with Photo Gallery http://www.get.live.com/wl/all
