Sungguh tulisan yang sarat makna, terima kasih ya pak khususnya saya terkesan akan tulisan'Jika engkau harus hidup, hiduplah yang mulia. Jika harus mati, matilah yang mulia.'
Banyak orang yang gagal mati mulia pak karena diperjalanan kehidupannya terperosok dalam tindakan yang tidak mulia atau dianggap tidak mulia, atau sepanjang kehidupannya dijaganya dengan susah payah agar "nampak" mulia namun di akhir hayatnya baru ketahuan belangnya karena justru mati di tempat yang patut dipertanyakan. Karena itu hati nurani harus selalu diasah agar bisa memimpin dan mengendalikan pikiran dan nafsu karena tanpa itu tidak mustahil kita terjerumus ke jurang kenistaan. Salam epos, Lies Sudianti Founder & Moderator the Profec 021-98095248 0813-18873480 [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] 2008/2/1 Harry Uncommon <[EMAIL PROTECTED]>: > Merubah Diri Sendiri: Jika hati > berbicara<http://uncommon-leadership.blogspot.com/2008/01/leadership-undercover-uncommon-heart_30.html> > > <http://bp3.blogger.com/_gDadeHNe87c/R6CKjt4fcuI/AAAAAAAAANA/wXcvAk2EFwA/s1600-h/iklan.rambut.tertarik.jpg> > > *1. MENGECILKAN YANG BESAR* > > "Pasukan akan besar jika dilatih dan dipersenjatai. Pikiran besar sulit > diprediksi. Hati besar sulit dicari. Kata-kata besar, harus dikecilkan. > Badan besar, hatinya kecil. Jika bertempur, si badan besar terbaring pasi. > Pemenangnya ternyata orang kecil yang beriman besar. Keyakinan besar > mengalahkan masalah besar" > > *2. MENEMBUS KEDALAMAN HATI* > > "Tak mudah bagi awam berenang ke Bunaken yang dalam dan indah. Tak sulit > bagi buah kenari jatuh dipinggir jalan. Putri dan raja bercinta dalam > temaram kelambu. Mereka mendalami sumur gelap si buah hati. Manis dan pahit > gelapnya kedalaman hati, hanya bisa diraba dengan kesabaran dan kemurnian. > Itulah dalam & tingginya hati." > > *3. HIDUP MULIA DENGAN HATI* > > "Hati bukan segumpal daging yang bernama hati. Daging hati adalah daging. > Ia akan mati jadi debu dan tanah, habis. Ia tidak memiliki hati nurani, > heart, jiwa. Ia daging organ tubuh, ragawi, jasmani, yang bekerja secara > metablis untuk menyaring racun. Sedangkan hati nurani, tidak berbentuk, > tidak terlihat, tapi dirasakan, menghubungkan kita dengan Tuhan. Dengan hati > nurani, kita mampu mencintai Tuhan. Kita mampu disentuh oleh kebaikan Tuhan > dan kebaikan manusia. Itulah uniknya hati nurani. Ia berkaitan erat dengan > cinta, iman dan jiwa. Ada short philosophy: 'Jika engkau harus hidup, > hiduplah yang mulia. Jika harus mati, matilah yang mulia.' Semuanya itu > hati yang mengambil peranan, bukan otak, pikiran, brain, akal. Pascal > mengatakan: 'pikiran dari hati tidak dimengerti oleh akal'. Hidup tanpa hati > nurani, bukan hidup." > > > *Salam mulia, * > HARRY 'UNCOMMON' PURNAMA > UNCOMMON LEADERSHIP CENTER INDONESIA > > FOR GREAT INDONESIA ! > *021.715.87.887, 0813.8286.3949* > *http://uncommon-leadership.blogspot.com/* > ** > > ------------------------------ > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! > Answers<http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http://id.answers.yahoo.com/> > >
