Dear All,
Anda dan saya sudah tahu, bahwa WAKTU adalah SUMBERDAYA yang UNIK.
Setiap orang memilikinya dalam jumlah yang sama. Segala sesuatu pasti
"memakan" waktu, dan ia tidak dapat diproduksi ataupun dibeli!
Solusi nyata satu-satunya mengenai masalah waktu ini adalah dengan
menggunakan waktu secara lebih baik. Setidaknya kita harus tahu kemana
waktu itu kita manfaatkan, dan kemana waktu tersebut seharusnya
digunakan.
Belajar mengelola waktu sesungguhnya dapat dipelajari oleh setiap orang,
dan selanjutnya dapat menjadikannya sebuah kebiasaan. Yaa, KEBIASAAN
MENGELOLA WAKTU.
Mengelola waktu tentunya dapat dipelajari dan dilakukan dengan berbagai
cara. Salah satu cara awal, yang biasanya dipakai oleh sebagian dari
kita adalah dengan mencoba, dan
membuat kesalahan, yang sering kita
dengar dengan istilah TRY and ERROR. Cukup banyak pebisnis atau kalangan
eksekutif perusahaan telah belajar dengan cara ini, dan mereka berhasil
mengelola waktunya secara lebih baik. Tetapi, cara belajar lainnya, yang
lebih disarankan dan diutamakan adalah lewat pendekatan METODIS dan
SISTEMATIS ke persoalannya.
Sangat banyak artikel telah ditulis dengan subyek pengelolaan waktu ini,
dan banyak artikel diantaranya memberikan saran yang sama tentang
bagaimana memanfaatkan sumberdaya yang berharga ini. Dan, kalau
dicermati, cukup banyak artikel mengenai waktu ini yang memberikan
"saran menipu", seperti menghemat waktu dengan mendikte di dalam
mobil untuk menghemat waktu satu jam, atau membawa pekerjaan kantor
untuk dikerjakan di rumah pada malam hari untuk menghemat waktu sekian
jam di hari besoknya.
Kembali ke saran mengelola waktu lebih diutamakan pendekatannya dengan
cara metodis dan sistematis, ini disebabkan pemikiran, bahwa pengelolaan
waktu itu sendiri, merupakan suatu proses yang terdiri dari fungsi
perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian. Sehingga, untuk bisa
mengelola waktu secara lebih baik, maka diperlukan perencanaan dan
pengorganisasian, untuk pemanfaatannya dengan efisien, dan juga
mengendalikan penggunaannya secara efektif.
Di bawah ini, saya cuplikkan tulisan Prof. John W. Lee dari The Florida
State University, yang memberikan ulasan tentang pentingnya memiliki
prinsip-prinsip pengelolaan waktu. Karena belajar mengelola waktu akan
lebih mudah terjadi pada individu yang sudah pernah diajarkan tentang
prinsip-prinsip mengelola waktu, dan diperkuat lagi lewat pengembangan
prinsip yang dapat diterapkan sesuai dengan situasi.
Nah, Prof. John W. Lee mencoba mengembangkan SEPULUH PRINSIP PENGELOLAAN
WAKTU yang diambilnya berdasarkan peninjauan luas atas literatur tentang
pengelolaan waktu yang sudah terbit. Menurut dia, kesepuluh prinsip ini
sebaiknya dipandang sebagai "pernyataan sementara", yang masih
dapat diuji, dikembangkan, dan diperhalus lagi.
SEPULUH PRINSIP PENGELOLAAN WAKTU:
1. Prinsip Analisis Waktu. Analisis waktu adalah pra-syarat bagi
pengelolaan waktu. Pembuatan catatan waktu harian dari kegiatan yang
mencatat jarak waktu 15 sampai 30 menit, selama waktu tidak kurang dari
dua minggu, adalah esensial sebagai dasar dari analisis.
2. Prinsip Perencanaan Harian. Rencana harian yang dirumuskan
setelah jam kerja hari sebelumnya, atau di pagi hari sekali sebelum jam
kerja dimulai; dan disesuaikan secara obyektif dengan kejadian yang
hampir selesai; ini esensial untuk penggunaan efektif dari waktu
pribadi.
3. Prinsip Menjadwalkan Menurut Prioritas. Waktu yang tersedia dalam
hari kerja harus dijadwalkan untuk menyelesaikan item kerja yang
mempunyai prioritas tertinggi.
4. Prinsip Keluwesan. Keluwesan atau fleksibilitas harus menjadi
pertimbangan utama dalam pemilihan rencana mengenai pemanfaatan waktu
pribadi. Atau jika dikatakan dengan sederhana: janganlah menjadwalkan
waktu lebih atau kurang!
5. Prinsip Pendelegasian. Pendelegasian dari semua item kerja
konsisten dengan pembatasan pekerjaan manajer, penting untuk menyediakan
waktu yang lebih diperlukan bagi pekerjaan manajerial.
6. Prinsip Segmentasi Aktif. Item pekerjaan yang serupa sifatnya,
yang memerlukan sumber dan keadaan lingkungan serupa untuk
penyelesaiannya, harus dikelompokkan dalam pembagian hari kerja.
7. Prinsip Pengendalian Gangguan. Pengendalian dan / atau pengaturan
kegiatan lain, yang mencukupi untuk meminimalkan banyak dan lamanya
gangguan, sangat penting bagi pengelolaan waktu.
8. Prinsip Meminimalkan Pekerjaan Rutin. Item pekerjaan yang
bersifat rutin dan tidak mengandung banyak nilai secara obyektif pada
umumnya, harus diminimalkan.
9. Prinsip Penerapan Rencana dan Tindak-Lanjut. Penerapan rencana
harian dan tindak-lanjut harian, sangat penting bagi pengelolaan waktu.
10. Prinsip Analisis Berulang. Analisis penggunaan waktu harus
diulang, paling tidak sekali setiap enam bulan, untuk mencegah kembali
ke kebiasaan pengelolaan waktu yang buruk.
Kesepuluh prinsip waktu tersebut di atas, telah dirumuskan oleh Prof.
John W. Lee dari The Florida State University, yang bisa kita coba juga
buat prinsip mengelola waktu dan pengembangan bisnis kita. Bahkan
mungkin saja, kita dapat merumuskan prinsip tambahan lagi, yang semakin
menyempurnakan kesepuluh prinsip tersebut.
Jika kita sebagai Entrepreneur atau Pimpinan atau Manajer Perusahaan,
bisa menerapkan kesepuluh prinsip itu, dan bahkan dapat menambahkan
prinsip lainnya dari pengalaman kita, maka kita akan terhindar dari
PRINSIP ASAL JALAN saja
sangat sedikit rencana, tidak
terorganisasi, tidak mau belajar, dan tentunya praktis tidak ada
pengendalian! Saya berani "bertaruh", jika ini yang Anda
lakukan
PRINSIP ASAL JALAN
dalam bisnis atau memimpin
perusahaan, maka itu pasti dengan cepat akan menghancurkan bisnis dan
perusahaan Anda.
To be continue
Salam Luar Biasa Prima!
Wuryanano
http://wuryanano.com/ <http://wuryanano.com/>