Tepat sekali Mbak Kinaya,

Tadinya ini mau saya bikinkan kuis jika tidak ada yang "bicara". Mbak sudah
bicara.
Ya tepat sekali. Mustinya judul itu bukan "No Complaining Year", tapi "Do
something".

"Something" itulah yang ternyata cukup rumit. Agak sulit bagi kita mencari
lawan kata dari "complaining".

Bersabar?
Lapang dada?
Menahan diri?

Mungkin kita harus menciptakan kata khusus untuk itu, misalnya "xyz"
sehingga bukan "No Complaining Year" melainkan "XYZ year".

Kesimpulannya, memang sulit mencari kata aktif yang menjadi lawan kata
"complaining".

Bisa jadi, itu sebabnya mengeluh cenderung menjadi penyakit yang otomatis
dan sering sulit di atasi.

Saat lintasan keluhan itu muncul, kita seolah tidak punya alternatif lain
untuk bersikap dan menyikapi sesuatu. Pikiran kita langsung menerima begitu
saja berbagai keluhan.

Wallahua'lam.

Sementara itu, bersyukur bukanlah perkara mudah. Kita cenderung mencari
"alasan" untuk bisa bersyukur, dan pada saat yang sama terlalu banyak yang
patut disyukuri. Dan mengurangi mengeluh, adalah langkah awal terbaik untuk
bisa bersyukur.

Gimana, kita bikin kata baru untuk lawan kata "complaining"?

Ikhwan Sopa
Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com

On 2/20/08, Kinaya Larasati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Salam kenal buat semuanya,
> sy merasa LOA pelan2 telah bekerja utk sy. Dan sy yakin sesuatu yg besar
> akan dtng kpd sy.
>
> Menarik skali cerita sdr. Ikhwan sopa mengenai gambaran indonesia today n
> longtime ago hehe..
>
> Well,mengenai semboyan 2008 &quot;no complaning year&quot; menurut LOA or
> the secret klo sy tdk salah bukankah artiny akan lebih banyak komplain yg
> dtng, bukankah dlm LOA sprt yg dkatakan michael losier Kata TIDAK, DILARANG,
> JANGAN tidak boleh dipergunakan? Am i right? Tlng koreksi jika sy salah ya.
>
> Mungkin kita hrs mencari kata yg lain, yg menyatakan Semangat dan motivasi
> dlm menghadapi thn 2008 ini. Any idea?
>
> Salam,
> Liza
>
> Ikhwan Sopa wrote:
> > *2008: No Complaining Year*
> > Pagi-pagi saya mengantar anak-anak saya ke sekolah. Sekolah mereka
> berada di
> > belakang sebuah kompleks perkantoran di Cilandak. Jalan menuju ke sana
> cukup
> > sempit. Sebuah peristiwa kecil menyadarkan saya akan gentingnya keadaan
> > negeri ini. Bukan karena fenomena alam atau ekonominya, tapi karena
> fenomena
> > mentalnya.
> > Jalan tikus sempit yang saya maksud di atas, memang seringkali dijadikan
>
> > shortcut bagi mereka yang masuk dari Jalan TB. Simatupang dan ingin
> keluar
> > ke Kemang lewat pekuburan Jeruk Purut. Lumayan untuk menghindari macet.
> > Makin hari saya perhatikan makin ramai yang lewat sana. Dan peristiwa
> pagi
> > ini cukup menggugah saya untuk memposting tulisan ini.
> > Dua mobil mewah berpapasan jalan. Di belakang mereka sudah antri puluhan
>
> > kendaraan dari dua arah. Di titik tersempit dari jalan itu, kedua sopir
> > mulai bertengkar tentang siapa yang harus lebih dahulu masuk dan
> menggunakan
> > jalan
>






.
>




















> *Ikhwan Sopa*
> > Trainer E.D.A.N.
> > +62 21 70096855
> > QA Communication
> > *School of Motivational Communication*
> > http://milis- bicara.blogspot. com
>

Kirim email ke