Dear Mas Rahardi & All,

mungkin memang itulah sifat dasar kita, sebagai manusia.
Tetapi memang benar apa yang disampaikan Mas Rahardi,
kalau saja kita sanggup tidak mencari kesalahan
dan melempar 'kegagalan' kepada sesuatu
pasti pengembangan pribadi kita akan meningkat pesat.

Dale Carnegie, dalam bukunya How to Win Friends and Influence People
pernah bercerita mengenai Al Capone,Crowley'Si Dua Senjata' dan beberapa
PENJAHAT lainnya. Carnegie dan media masa dijaman itupun seolah menjadi
saksi, betapa penjahat-penjahat keji yang begitu banyak menimbulkan
bencana sosial saat itu, menampakkan gejala yang sama dengan
kita yang notabene 'tidak sejahat' mereka.
Gejala itu adalah : 'menyalahkan' orang lain...dan sama sekali
tidak merasa bersalah. (hebat bukan ??)

Tapi Carnegie punya pandangan unik..
intinya...penyakit kambing hitam..ini dapat dipandang dari 2 sisi
pertama : sebagai penyakit turunan yang sangat perlu diobati
kedua : sebagai suatu kesempatan besar.(mengapa ?)

yang kedua yang unik :bahwa setiap orang yang 'memaklumi' penyakit
ini yang berada didalam diri setiap orang...DAN...bisa 'menggunakannya'
akan memegang KEKUASAAN ATAS MANUSIA LAIN.

om santi...santi..santi

made teddy artiana
www.orang-bali.com

http://prewedding.multiply.com
 http://outdoorprewedding.multiply.com
 http://candidwedding.multiply.com


Pada tanggal 12/03/08, Rahardi, Mohamad Rian <
[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
>    Saya melihat seorang anak kecil sedang menangis karena kakinya
> tersandung batu, dan anak tersebut berlari kearah orang tuanya sambil
> berkata,
>
> "Mama aku jatuh tersandung batu", dan orang tuanya berkata,
>
> "Diam sayang batunya nakal nanti batunya mama marahi," kenapa harus
> menyalahi batu?
>
> Suatu ketika di lingkungan kantor,
>
> "Kenapa kamu tak dapat mencapai target penjualan?", tanya seorang manager
> ke pada supervisornya
>
> "Iya saya mempunyai tim yang kurang solid", kenapa harus menyalahkan
> teamnya?
>
> Ketika suatu saat saya mempunyai janji dengan kerabat untuk bertemu di
> satu tempat pada pukul 9.00. Ternyata kerabat saya datang pada pukul 10.30,
> dan saya bertanya,
>
> "Kenapa telat?",
>
> "Tadi supir taksinya jalanya pelan, dan jalanan macet", saudara saya
> berkata, kenapa menyalahkan supir taksi dan jalanan macet?
>
> Begitu mudahnya kita melempar kesalahan kepada orang lain, disaat kita
> terdesak.. dari beberapa kasus yang saya tulis diatas. Dari kasus pertama
> saat kecil kita dibimbing untuk menyalahkan batu ketika kita tersandung dan
> jatuh. Saat target penjualan tidak teracapai seorang supervisor dengan mudah
> melemparkan kesalahan kepada teamnya, kenapa tidak mengaku bahwa dia salah,
> karena mungkin salah strategy, atau malah dia tidak melakukan apa-apa hanya
> menyerahkan ke teamnya… dan saat kerabat saya datang terlambat dia
> menyalahkan supir taksi… apakah benar… kenapa kerabat saya tidak berjalan
> lebih awal atau memilih jalan alternative untuk tidak terlambat.
>
> Fenomena sosial yang sangat menyedihkan sedang terjadi pada masyarakat
> kita dimana masing-masing ingin mencari selamat, dan melemparkan kesalahan
> kepada orang lain dan tidak mau bertanggung jawab atas kesalahan yang
> dibuatnya.
>
> Mungkin kah, sikap melemparkan kesalahan tersebut berawal dari saat kita
> kecil di mana kita terbiasa menyalahkan dan melemparkan masalah kepada orang
> lain agar kita aman. Dengan melemparkan kesalahan kepada orang lain tidak
> kah kita merasa salah dan tidak nyaman. Dan saat kita melemparkan kesalahan
> orang lain kita sebenarnya sedang membiasakan diri untuk berbohong kepada
> diri sendiri.
>
> Dengan mencoba untuk melemparkan kesalahan kita kepada orang lain adalah
> suatu candu dan akan menghambat perkembangan jiwa kita… jika kita berhasil
> melemparkan suatu masalah kepada orang lain kita dan kita merasa aman dan
> berhasil, maka kita akan berusaha mengulang melemparkan setiap kesalahan
> kita kepada orang lain.
>
> Mengapa kita tidak bersikap jujur bahwa kesalahan yang kita buat tersebut
> adalah salah kita dan kita bertanggung jawab atas resiko yang ada. Bagaimana
> perasaan anda jika orang lain melemparkan suatu masalah kepada kita…. Marah
> kesal dan kecewa bukan…. Jadi kenapa kita harus melempar kesalahan kepada
> orang lain.
>
> Dengan menerima kesalahan, kita seharusnya senang karena kita mendapat
> pelajaran berharga dan tidak mengulangi kesalahan tersebut. Dan kita punn
> sangat marah jika kita terkena masalah dari lemparan orang lain. Kita harus
> melatih jujur dan menumbuhkan jiwa sportif kepada diri kita sendiri. Dengan
> mengakui kesalahan kita maka orang lain dan lingkungan akan sangat
> menghargai diri kita. Tidak percaya coba buktikan bersifat sportif, dan anda
> akan mendapat tanggapan yang baik.
>
> Begitu indah jika kita tidak saling menyalahkan dan bersikap jujur dan
> sportif kepada orang lain, seperti kita ingin diperlakukan oleh orang lain.
> Dengan ini jika berkenan saya ingin mengajak sahabat-sahabatku untuk tidak
> melemparkan kesalahan kepada orang lain, dan berjiwa sportif dan mengakui
> kesalahan kita jika kita salah, seperti seorang ksatria, dan wujud iman
> kita.
>
> "Menjadi jujur seperti seorang ksatria yang sportif dan berwibawa, atau
> mencoba tidak jujur (bohong) seperti seorang pencuri yang terhina dan tidak
> berharga"
>
> "Walaupun menanam kejujuran terasa pahit, tetapi kejujuran akan
> menghasilkan buah yang manis. Jadi mari kita jujur, walau kejujuran itu
> pahit"
>
>
> Best Regard
> Erwin Arianto,SE
>
>
>
> Baca juga artikel motivasi lainnya hanya di :
>
>
>
> *http://www.berani**e**gagal.com***
>
>
>
> Salam Sukses,
>
> M. Rian Rahardi
>
>
>
> # BeraniBisnis.Com <http://www.beranibisnis.com/?id=inaya>
>
> # KeuanganPribadi.Com <http://www.keuanganpribadi.com/?id=misterryan>
>
> P  *Please consider the environment before printing this email*
>
>
>   This email and any attachments are confidential and may also be
> privileged. If you are not the addressee, do not disclose, copy, circulate
> or in any other way use or rely on the information contained in this email
> or any attachments. If received in error, notify the sender immediately and
> delete this email and any attachments from your system. Emails cannot be
> guaranteed to be secure or error free as the message and any attachments
> could be intercepted, corrupted, lost, delayed, incomplete or amended.
> Standard Chartered PLC and its subsidiaries do not accept liability for
> damage caused by this email or any attachments and may monitor email
> traffic.
>
>
>
> Standard Chartered PLC is incorporated in England with limited liability
> under company number 966425 and has its registered office at 1 Aldermanbury
> Square, London, EC2V 7SB.
>
>
>
> Standard Chartered Bank ("SCB") is incorporated in England with limited
> liability by Royal Charter 1853, under reference ZC18. The Principal Office
> of SCB is situated in England at 1 Aldermanbury Square, London EC2V 7SB. In
> the United Kingdom, SCB is authorised and regulated by the Financial
> Services Authority under FSA register number 114276.
>
>
>
> If you are receiving this email from SCB outside the UK, please click
> http://www.standardchartered.com/global/email_disclaimer.html to refer to
> the information on other jurisdictions.
>
> 
>

Kirim email ke