*Tips 183: Bagaimana Menjual Gagasan Anda*

Sebuah gagasan, bisa berupa murni gagasan atau bisa juga berupa nilai tambah
yang lebih dari sekedar fisik barang.

Menjual gagasan adalah menjual sesuatu yang belum ada. Menjual sesuatu yang
belum jadi. Menjual sesuatu yang masih berupa imajinasi. Tidak mudah
menjualnya, namun Anda tak perlu khawatir hanya karena karakter gagasan ini.
Ingatlah bahwa segala sesuatu tercipta dua kali, dan gagasan adalah
penciptaan yang pertama.

Apa dan bagaimanakah tipe orang-orang yang Anda harapkan mau membeli gagasan
Anda? Berikut ini adalah uraian dari Carl G. Goeller dan William O. Uraneck
dalam buku mereka "13 Steps to a More Dynamic Personality". Ada tips
individualnya dari mereka dan ada tips sapu jagatnya dari pakar marketing
Philip Kotler.

*Tuan A - Curiga*

Kecurigaannya didasarkan pada perhitungan logis tentang efektifitas dan
efisiensi. Ini membuatnya bertanya-tanya tentang banyak hal, mengingat bahwa
gagasan Anda terhitung masih baru atau bahkan belum pernah ada. Ia mengira
bahwa gagasan Anda itu hanya bisa diterima dan direalisir, dengan waktu yang
lebih lama dan biaya yang lebih tinggi.

Tunjukkanlah bahwa kecurigaannya tidak beralasan. Tunjukkanlah bahwa gagasan
Anda akan menghemat waktu dan biaya.

*Tuan B - Dungu*

Tuan B tidak memahami gagasan Anda. Ia cenderung selalu menolak gagasan yang
kurang dipahaminya. Terlebih lagi, jika gagasan itu tidak berarti bagi
dirinya.

Berikanlah pengertian dan penjelasan yang memuaskan.

*Nona C - Dengki*

Kedengkiannya muncul karena bukan dia yang datang dengan gagasan itu. Nona
ini, mungkin kurang kreatif.

Tunjukkanlah tentang peran dan keterlibatannya, baik dalam gagasan itu
sendiri maupun nanti saat gagasan itu mulai direalisasi. Jika perlu,
tunjukkan peluang baginya untuk ikut berkreasi bersama gagasan itu.

*Pak D - Cemas*

Kecemasannya muncul karena ia beranggapan bahwa gagasan Anda atau bahkan
Anda-nya, adalah ancaman bagi dirinya. Ia mungkin berpendapat bahwa gagasan
Anda bisa mengancam posisi atau jabatannya. Ia lebih senang jika tidak ada
perubahan yang terjadi.

Dekatilah ia, dan berilah pengertian bahwa Anda dan gagasan Anda adalah
sahabat dan pendukungnya.

*Nyonya E - Angkuh*

Gagasan Anda dianggap sebagai penghinaan bagi dirinya. Seolah-olah, gagasan
itu menjatuhkan martabatnya. Ia mungkin merasa tersaingi atau merasa
prestisenya menjadi terluka.

Tunjukkanlah bahwa bukan itu maksud Anda dan gagasan Anda.

*Mr. F - Ragu-Ragu*

Ia terlalu takut membuat kesalahan. Ia sangsi mengambil keputusan. Ia lebih
senang menundanya berlama-lama.

Tunjukkanlah bahwa gagasan Anda menuntut timing yang tepat. Tegaslah padanya
dengan mengungkapkan bahwa timing itu penting.

*Pak G - Sibuk*

Ia terlalu sibuk dengan tugasnya sendiri. Ia tak punya waktu untuk Anda.
Mendengarpun ia segan.

Tarik dan sedotlah perhatiannya.

*Ibu H - Masa Bodoh*

Ia merasa punya gagasan yang lebih baik.

Tunjukkanlah bahwa gagasan Anda lebih baik. Lakukannlah dengan menjaga
martabat dan prestisenya.

*Tuan I - Angin-anginan*

Ia terlalu sibuk dengan masalah, persoalan, dan kesulitannya sendiri.
Kepentingan dirinya sedang lebih penting dari apapun. Ia terlalu lambat
untuk menerima perubahan yang cepat.

Carilah waktu yang tepat untuk mempersuasinya. Dan akan lebih baik, jika
Anda bisa menunjukkan hubungan antara gagasan Anda dengan segalah masalah
dan persoalannya.

*Tips`Sapu Jagat*

Bagaimanakah langkah terbaik untuk menyikapi sekaligus semua tipe manusia
seperti di atas?

Philip Kotler, memberikan tips jitu untuk Anda:

1. Tangibilize it.
2. Maintain the evidence.

Jadikanlah gagasan Anda memiliki sensasi bahwa itu sudah ada, sudah jadi
atau sudah terjadi, dan bukan lagi imajinasi. Kreasilah penciptaan pertama
yang mampu mengaktivasi hukum atraksi. Kemudian, maintainlah segala bukti
yang mendukung.

Hopely useful.

*Ikhwan Sopa*
Trainer E.D.A.N.
+62 21 70096855
*Power Communication & Self Confidence Workshop*
http://milis-bicara.blogspot.com

Kirim email ke