Sombong dan Percaya Diri, Apa Bedanya?

Oleh: Jonru

http://www.jonru.net/sombong-dan-percaya-diri-apa-bedanya


Setelah mengikuti Workshop EDAN setahun lalu, alhamdulillah rasa percaya
diri saya meningkat secara drastis. Jika dulu saya sering bertanya "Apa saya
mampu? Apa saya punya kompetensi?", kini saya dengan penuh percaya diri
berkata bahwa saya mampu, saya punya kompetensi.

Namun setelah beberapa minggu berlalu, setelah beberapa saat "terlena" oleh
rasa percaya diri yang demikian kuat dan menggebu-gebu, tiba-tiba saya
sadar. Saya dilanda rasa takut yang luar biasa. Saya khawatir bila saya
secara sangat halus terjebak ke dalam sebuah sikap yang sangat dibenci oleh
Allah: SOMBONG!

"Apakah saya telah berubah menjadi orang sombong? Apakah saya sekarang
merasa sebagai orang yang sangat hebat?"

Ketika saya berkata "Saya seorang penulis dengan kompetensi yang tak dapat
diragukan" (ini adalah salah satu hal yang diajarkan pada Workshop EDAN),
apakah itu menandakan bahwa saya sedang sombong?

Terus terang, saya lama berpikir soal ini. Saya pelajari ISI HATI saya
baik-baik. Sejujurnya, saya paling takut bila saya akhirnya berubah menjadi
orang yang sombong. Tapi di sisi lain, saya ingin menjadi orang yang penuh
percaya diri.

Pertanyaannya:
Bagaimana caranya memisahkan SOMBONG dan PERCAYA DIRI?

Sepertinya kedua hal ini memiliki jarak yang sangat tipis, membuat saya
bingung bagaimana cara membedakannya.

* * *

Di tengah kebingungan itu, tiba-tiba saya teringat pada film Spiderman.
Peter Parker, tokoh yang "dikutuk" menjadi Spiderman, adalah seorang pemuda
yang sama sekali tidak pernah menghendaki dirinya menjadi Spiderman. Tapi
tiba-tiba saja, tanpa dia kehendaki sama sekali, dia telah menjadi seorang
MANUSIA SUPER. Dia punya kekuatan yang sangat luar biasa.

Awalnya, Peter Parker menjadi sangat bahagia atas KARUNIA yang dia dapatkan.
Ia gunakan kemampuannya itu untuk membeli sebuah mobil impian. Tapi ternyata
gagal.

Lantas, pamannya memberikan sebuah petuah yang akhirnya mengubah seluruh
jalan hidup Peter Parker, "With great power comes great responsibility."

Ya, ternyata di balik kekuatan SpiderMan yang sangat luar biasa tersebut
tersimpan sebuah tanggung jawab yang sangat luar biasa pula. Peter Parker
akhirnya menyadari hal ini. Maka dia pun menggunakan kekuatan supernya untuk
membela kebenaran dan memberantas kejahatan.

* * *

SpidermanWalau Spiderman hanyalah fiksi, saya percaya bahwa cerita ini
mengandung pesan moral yang sangat luar biasa.

Peter Parker pernah berkata, "I am Spiderman, It's my curse." Dia sangat
yakin bahwa menjadi Spiderman adalah "kutukan" hidupnya. Maka dia menerima
hal itu dengan lapang dada. Dia dengan penuh percaya diri memanfaatkan
kekuatan supernya untuk melaksanakan tanggung jawab yang tersimpan di balik
"great power" tersebut.

* * *

Alhamdulillah, cerita ini akhirnya membuat saya paham tentang perbedaan
antara SOMBONG dengan PERCAYA DIRI.

Sama seperti Spiderman, saya pun harus sadar bahwa di balik "great power"
yang saya miliki, tersimpan sebuah "great responsibility". Saya bertanggung
jawab penuh kepada Allah untuk menjalankan tanggung jawab tersebut
sebaik-baiknya.

Penulis novel best seller Gajah Mada, Kresna Hadi, pernah berkata, "Ketika
Tuhan memberikan Anda bakat menulis, itu artinya Tuhan menyuruh Anda
memanfaatkan keahlian menulis tersebut untuk mencari rezeki. Anda harus
menjadikan kegiatan menulis sebagai sumber penghasilan utama Anda."

Dalam konteks yang lebih luas, saya sadar bahwa di balik bakat menulis yang
saya miliki, sebenarnya Tuhan berbicara pada saya, "Hai Jonru, manfaatkanlah
bakat yang AKU berikan padamu ini untuk menjalankan tanggung jawab ibadah
dan dakwah sebagaimana yang Aku perintahkan kepada seluruh makhluk
ciptaanKu."

Maka… dalam konteks inilah saya akhirnya menemukan perbedaan antara PERCAYA
DIRI dengan SOMBONG.

PERCAYA DIRI adalah ketika saya menyadari apa "kutukan" saya, dan dengan
penuh kesadaran saya menjalankan tanggung jawab yang tersimpan di baliknya.
Saya manfaatkan bakat dan keahlian saya untuk mencari rezeki, berdakwah,
beribadah, memberikan yang terbaik bagi umat manusia.

Sedangkan SOMBONG adalah ketika saya merasa paling hebat, merasa takut
bahkan tersinggung bila punya pesaing, dan suka meremehkan kemampuan orang
lain yang memiliki bakat/keahlian yang sama dengan saya. SOMBONG juga adalah
ketika saya memanfaatkan "great power" sekehendak saya, untuk kepentingan
saya sendiri.

Dengan pemikiran seperti itu, alhamdulillah saya akhirnya bisa lega dan
tidak takut lagi. Saya tidak khawatir lagi ketika memelihara rasa percaya
diri yang telah tumbuh secara luar biasa dalam diri saya.

Kini, saya memahami APA tugas utama saya di muka bumi ini. Sama seperti
Spiderman, tugas saya adalah menerima KUTUKAN saya secara TAWAKKAL, lalu
menjalankan TANGGUNG JAWAB yang tersimpan di balik kutukan itu.

Maka, kini dengan penuh percaya diri saya berkata, "I am a writer. It's my
curse."

Cilangkap, 28 Maret 2008

Jonru

1. NB: Saya pernah menulis artikel yang mirip sekali dengan artikel di atas.
Judulnya "Bagaimana Jika Kamu Menjadi Spiderman?"
Klik http://www.jonru.net/bagaimana-jika-kamu-menjadi-spiderman

2. Maaf ini bukan promosi. Saya sudah merasakan manfaat yang sangat luar
biasa setelah mengikuti Workshop EDAN bersama Pak Ikhwan Sopa. Rasa percaya
diri saya meningkat dengan luar biasa. Rasa percaya diri merupakan salah
satu kunci sukses. Karena itu, tak ada salahnya bila Anda mengikuti Workshop
yang sangat luar biasa ini. Untuk informasi selengkapnya, klik
http://milis-bicara.blogspot.com/

-- 
Thanks dan wassalam

Jonru
Founder PenulisLepas.com
http://www.penulislepas.com/v2

Belajar Menulis Jarak Jauh, Kapan Saja di Mana Saja, Berlaku Internasional
=====>>> http://www.SekolahMenulisOnline.com

Mau menerbitkan buku tapi belum tahu caranya?
http://www.naskahoke.com/e-mbig :)

Peluang Bisnis untuk Penulis?
===>>> http://bisnis.penulislepas.com/

Personal blog:
http://www.jonru.net
http://jonru.multiply.com

Ingin belajar menulis?
http://www.belajarmenulis.com

Kirim email ke