Dear Bu Lies dan segenap sahabat Profecers yang baik,

Ulasan dan motivasi Bu Lies benar benar mengena sekali untuk kita simak dan 
ikuti dalam kehidupan ini, semuanya o.k. lho!!
Tapi saya setuju sekali, untuk tetap BERSYUKUR kepada TUHAN, untuk apa yang 
telah dirancangkan yang terbaik untuk kita umat NYA, yang masih mau berserah 
sepenuhnya dan tidak mengeluh melulu (bukan tidak boleh, tapi dengan mengeluh 
terus tidak menyelesaikan persoalan, tapi malah menambah "hawa negatif" dalam 
diri kita sendiri, dan pasti tidak bersyukur ("positif") kepada Tuhan.
Hal apapun, telah dipersiapkan olehNya tepat sebelum waktuNya (bukan waktu 
kita)..
Dibaris terakhir tulisan bu Lies memberikan lebih banyak semangat pada kami,

Salam hangat untuk bu Lies dan profecers yang lain, salam pengabdian untuk kita 
semua, semoga dapat berguna kepada sesama kita yang lebih membutuhkan, tetap 
semangat dan jangan cepat putus asa, tetap berserah dan mengucapkan syukur 
kepadaNYA, atas segala yang telah dirancangkan terbaik untuk hidup kita.

D.Budi Eman
0816871054-021.68176617- (off:57930341/direct; 5727337 ext.603); R:7540430)
[EMAIL PROTECTED]
www.lionsclubs307a.org

NB; SEMINAR KESEHATAN WOMEN'S HEALTH/KANKER SERVIKS LIONS-TPP-JRC DI PRESIDENT 
LOUNGE MENARA BATAVIA akan dirubah tanggalnya (dari semula tgl.9/4/2008, ada 
kesulitan teknis diluar kemampuan kami), tapi tetap diadakan di bulan April 
2008 (mungkin tgl.16/4/2008), kepastiannya akan kami umumkan sesudah rapat 
Senin 31/3 besok. Beriburibu Maaf kepada yang sudah mendaftar, tolong hubungi 
kami lagi (termasuk yang membaca di koran National News dan Juga International 
Daily News/ Guo Ji Re Bao dan ke 7 millis lainnya yang membantu mengetuk hati 
para anggota).
Btw. Bu Lies dapat hadir dan memberikan kesaksian hidup kan?? Kami harapkan 
sekali dan akan merasa tersanjung dengan kesediaan Ibu berbagi / sharing dan 
memberi semangat dan aura positif untuk semua. Tarerengkyu 
sateuacana/sebelumnya.

Lies Sudianti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             
Sahabat Profecers yang aku sayangi,
 Hari ini hari Minggu hari yang selalu ditunggu tunggu khususnya oleh mereka 
yang sudah lelah bekerja membanting tulang di hari hari kerja yang baru lewat 
untuk kelangsungan hidup. Memang ada saja orang yang begitu beruntung sehingga 
setiap hari bisa dianggap hari Minggu atau libur tapi tak banyak orang yang 
seberuntung itu malah masih sangat banyak orang yang tidak mengenal hari Minggu 
karena mereka terpaksa  mencari nafkah setiap hari  untuk hidup hari itu jadi 
mana mungkin mereka tidak bekerja walaupun di hari Minggu.
 Sebagian besar orang hidup untuk memenuhi kebutuhan BODY atau TUBUH seperti 
sandang, pangan dan papan , mereka mengejar keberuntungan mereka untuk 
kepentingan tubuh, untuk memuaskan kebutuhan daging semata. Memang sich mereka 
juga memikirkan sisi SPIRITUAL mereka...... juga mencoba memelihara MIND  agar 
selalu positip namun itu semua bisa dijalankan dengan mudah jika kebutuhan 
mendasar tubuh ini sudah terpenuhi. Perut kosong dan ketidak jelasan akan hari 
esok membuat banyak orang sulit berpikir dan berperasaan positip ataupun 
bersyukur kepada Tuhan, memang ada orang yang iman mereka begitu tebal sehingga 
derita yang datang bertubi tubi tetap mampu disyukuri tapi jujur berapa banyak 
orang yang sungguh sungguh bisa ikhlas saat menerima cobaan?
 Memang kebutuhan TUBUH menjadi dominan jika kita memang hanya memikirkan hidup 
di dunia ini saja, tidak memikirkan kehidupan selanjutnya maka kebutuhan dan 
tuntutan tubuh akan mendominasi pikiran dan perasaan kita, banyak orang khilaf 
dan melakukan hal hal negatip hanya karena perutnya lapar atau perut anak istri 
di rumah yang sudah tiga hari keroncongan. Kehidupan glamour yang dipampang di 
teve setiap hari membuat mereka semakin marah karena merasakan  ketidak adilan 
, walau pikiran sehat terus menerus mencoba menembus kabut kegelapan yang 
menyelimuti otak dan hati  namun sepertinya tidak banyak yang berhasil. Memang 
cukup banyak orang yang begitu pandai menyimpan uneg uneg di dalam hati dan 
tetap bisa berbicara bijak namun dia sendiri tahu bahwa itu hanya sekedar 
kepura puraan demi menjaga image apalagi kalau dia tokoh masyarakat. Istilahnya 
banyak orang yang memakai topeng, menjadi orang lain hanya sekedar menjaga 
image tapi pernahkah mereka berpikir apa jadinya sang
 hati yang selalu harus bekerja keras untuk menata rasal, untuk menekan 
kemarahan, rasa cemburu dan iri serta keputus asaan terlebih lagi jika tingkat 
spiritual mereka sangat tipis sehingga tidak mampu mengkomunikasikan kesedihan 
mereka kepada Sang Khalik dan mencoba menyelesaikan masalah mereka sendiri.
 Oleh karena itu Profecers, dalam kehidupan yang serba kekurangan ini sebaiknya 
kita melatih mental agar bisa bertahan dalam menerima tekanan hidup agar bisa 
tegar dan tetap mampu menjalani hidup ini dengan santai. Jangan terpaku pada 
keinginan yang tidak sampai tapi syukurilah semua yang kita miliki saat ini 
apakah itu tubuh yang lengkap dan sehat, keluarga yang hangat, teman teman yang 
baik, pekerjaan atau bisnis  yang ada walau mungkin tidak mampu menutup semua 
kebutuhan, rumah yang melindungi diri  dari hujan dan panas walau kecil 
sekalipun, kendaraan yang selalu setia membawa kita kemana mana walau bukan 
mobil mewah dari tahun terbaru. Ingatlah seburuk apapun kehidupan kita lebih 
banyak lagi orang yang lebih buruk nasibnya oleh karena itu jangan selalu 
terfokus pada diri sendiri tengoklah sekeliling kita maka kita akan mampu 
bersyukur karena ternyata kesusahan yang kita rasakan tidak ada apa apanya 
dibanding orang lain.
 Kebahagiaan hanya bisa dirasakan jika MIND BODY & SOUL/SPIRIT kita sehat dan 
seimbang oleh karena itu tugas kitalah menyeimbangkannya dan jika kita merasa 
kesulitan melakukannya maka bukalah diri kita untuk bisa mendiskusikannya 
kepada orang terdekat (hanya orang yang benar benar bisa kita percaya) ataupun 
dekatkan diri kita kepada Nya, mengeluh, menangis, meminta pertolongan, mengadu 
.......lakukan hanya kepada Nya jangan mencari jalan pintas dengan mencari 
kemudahan duniawi dengan mengorbankan akhirat kita.
 Hari ini hari yang sangat bermakna buat aku karena sepagian aku berhasil 
melakukan repotting pada hampir 20 buah tanaman walau aku juga sedih karena 
beberapa koleksi tanamanku khususnya yang masih kecil banyak yang mati karena 
busuk batang rupanya dosis penyiraman yang berlebihan telah membuat tanamanku 
yang masih kecil tidak kuat dan akhirnya mati membusuk untung masih kecil. Tapi 
aku terus berusaha untuk menjadikan itu semua sebagai proses belajar sama 
sekali aku tidak memperhitungkan kerugian material dengan matinya tanaman 
tanaman tsb. karena setiap kematian pasti akan tergantikan dengan yang baru 
hanya kita tidak boleh terlalu terpaku pada apa yang hilang sehingga kehidupan 
yang baru terabaikan.
 Salam epos,
 Lies Sudianti
 Founder & Moderator
 0817-0707-770
 [EMAIL PROTECTED]
 
     
                                       

       
---------------------------------
No Cost - Get a month of Blockbuster Total Access now. Sweet deal for Yahoo! 
users and friends.

Kirim email ke