* Ini adalah kelanjutan dari serial 18 Rahasia Kesuksesan Anthony Robbins



Rahasia #7: Jika anda ingin berbicara dengan perasaan, anda harus menjadi penuh 
emosi tentang topik anda
   
  Inilah mengapa ketika anda berada di depan audien, dalam banyak kasus, anda 
berusaha mengalihkan perhatian audien ke slide di depan atau power point. Cara 
yang efektif adalah pergilah ke tempat duduk audien, sentuhlah sebanyak mungkin 
orang di pundaknya di sekitar anda berdiri. Ingat, mereka tidak akan menggigit 
anda, mereka akan senang dan menghargai anda. Dan jika memungkinkan, 
kunjungilah audien yang duduk dideretan paling belakang sekali waktu. Saya 
mengerti mungkin anda akan berpikir, saya nggak ada waktu jika sampai harus 
mengunjungi peserta seminar di deretan paling belakang. 
   
  Tetapi sekali lagi jagalah selalu prinsip ini di dalam pikiran anda bahwa 
“Saya harus melakukan segala sesuatu agar saya bisa membangun ‘ikatan batin’ 
dengan audien saya”. Apa artinya membangun ikatan batin? Baiklah saya jelaskan 
seperti ini, bila dalam cerita anda, anda menunjukkan perasaan sedih, audien 
secara spontan ikut juga merasa sedih. Jika anda tertawa keras, audien anda 
juga ikut bergembira tertawa seperti anda. Ingat jagalah selalu kedekatan 
dengan audien anda. Audien anda merasa dekat dengan anda, mereka akan merasa 
nyaman, dan mereka akan memberi perhatian penuh pada presentasi anda.
   
  Jika ikatan batin sudah terbangun, bahkan Audien anda yang akan selalu ingin 
dekat terus dengan anda. Ini yang terjadi dalam seminar AR. Banyak peserta 
seminar yang datang dari negara selain Singapore, seperti Thailand, Hongkong, 
China, Malayasi, Indonesia bahkan beberapa dari Australia. Mereka juga rela 
membayar mahal untuk bisa duduk di kursi deretan depan. Padahal harganya dua 
kali lebih mahal dari harga tiket normal. 
   
  Salah satu ciri yang sering digunakan untuk melukiskan sosok Anthony Robbins 
adalah ‘Passion’. Dengan kata lain, AR memiliki ‘greget’ dan antusias yang 
cukup berlebihan ketika dia berbicara. Seperti beberapa contoh cerita tentang 
AR di tulisan sebelumnya. Bagaiman cara AR menyampaikan materinya dengan penuh 
semangat dan antusias? 
   
  Kuncinya : Jadilah Antusias tentang topik anda dan transfer-lah perasaan 
anstusias dan emosi tersebut kepada audien anda.
   
  Kita sering mendengar seseorang berkata tentang seorang pembicara yang 
katanya ilmunya sangat mumpuni, tapi komentar yang bisa diberikan, “Dia 
membosankan, dia terlalu kaku.” Ini artinya adalah Dia sebagai seorang trainer 
tidak cukup mengekspresikan dirinya dalam setiap presentasinya.  Dia hanya 
berkata-kata menyampaikan pesan presentasinya tanpa menunjukkan  perasaan 
antusias dan emosi positip. 
   
  Kini selalu tanamkan dalam pikiran anda, Anda tidak akan berbicara dengan 
penuh emosi dan perasaan bila anda menghayati dan antusias yang tinggi tentang 
topik anda. 
   
  Itulah satu alasan mengapa AR berbicara dengan penuh perasaan, dia sangat 
bersemangat dengan materi yang dia sampaikan, dan dia berbagi teknik dan 
strategi cara merubah hidupnya. 
  
  Salam Focus,
   
   
  Markus Tan
 
  Life Management Institute
  > Jl. Bratang Gede I/46 Surabaya
> 081 333 999 650
  > www.best-camp.com 
  > www.markustan.com
  > [EMAIL PROTECTED]
   
  

       
---------------------------------
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total 
Access, No Cost.

Kirim email ke