Dear LoA'ers,
Malam ini saya mau mengkoreksi sedikit kesalahan LoA - LoA saya. Namun sebelum saya mengkoreksi positif terhadap saham.(lho, kok saham?) maksud saya LoA saya, izin'kan saya bertestimonial terlebih dahulu sesuai anjuran Moderator untuk selalu memposting kejadian LoA. Minggu, 6 April 2008. Tepat satu minggu yang lalu, kita para penghuni MILIS Lingkar LoA Jabodetabek (juga yang di JOGLOSEMAR) mengadakan GETAR LoA (KOPDAR LoA buat yang di JOGLOSEMAR, podo wa'e). seperti kita tahu berdasarkan postingan teman2 kita bahwa acara tersebut sangatlah berkesan dan membekas di kehidupan kita. Saya yang dulu kalau me'LoA sesuatu masih punya rasa ragu (mental blocking) atau apapun anda bisa sebut, kini Alhamdulillah dengan izin Allah SWT dan atas "tangan" Tuhan melalui Mba Issa dan Pak Ronny plus Mas Krishnamurti pada hari ini, saya kembali dapat mengkoreksi apa yang kurang sempurna. Hari ini, Mba Henny masih mengadakan kumpul2, namun dengan tajuk NLP'nya. Menurut laporan pandangan mata, walau acara ini bertajuk NLP, para LoA'ers masih mengisi bangku2 yang tersedia. Bukan main, sebuah indikasi mereka adalah orang2 yang diberkahi Allah (Tuhan). Bagaimana tidak, dalam dua kali hari Minggu secara berturut-turut kami mendapat ilmu yang bukan main berharga'nya dari praktisi2 terbaik di LoA dan NLP. Berkatilah kebaikan mereka ya Allah. Amin. TESTIMONIAL Selepas acara di Minang Restro lantai dasar, saya harus segera menuju lantai 5 Blok M Plaza, maklum bagian operasioanal tidak kenal libur kerja di hari Minggu, hehehe. Setibanya di atas saya mengecek omzet sementara outlet saya. Alhamdulillah, sudah lewat dari dua juta setengah pada pukul 5:30 PM. Maka saya bervisualisasi, "hari ini outlet saya akan mendapat lebih dari Rp. 3.000.000,- di sisa waktu sebelum closing pukul 9:00 PM. Tak cukup banyak waktu untuk mengejar selisih yang kurang bila saya berfikir dengan logika. Pukul 8:00 PM, saya cek ulang. Hasilnya mendadak sudah Rp. 3.005.000,- Tanpa saya perlu jelaskan panjang lebar, yang jelas mengejar selisih 400 ribu-an di hari Minggu pula dalam tempo dua setengah jam adalah hal yang irasioanal bagi outlet Sekolah-Salon semacam saya, khususnya bila tidak ada perawatan besar. Alhamdulillah mencapai. Lalu saya melihat bon pengeluaran, Rp. 101.900,- . Waduh, kalau pemasukan dikurang pengeluaran rutin tersebut, artinya omzet akhir kurang dari 3 juta. Maka saya me'LoA (sudah tanpa visualisasi), langsung naik ke Time Line (karena buru2, hehehe) dan "melihat 30 menit ke depan" bahwa pada saat closing hari ini, Omzet di kurang pengeluaran akan tetap pada angka 3 juta (at least mepet). Alhamdulillah, tepat pada pukul 8:30 PM dimana saat printer mulai mencetak laporan harian, angka menunjukan Rp. 3.105.000,- pas dan bulat seperti itu. Artinya, bila di potong pengeluaran, ya tetep di atas tiga juta pas kan? MANTAFF. efeknya, saya ikutan gempor wara wiri bantu staff. hahaha.. LoA Ok, kini giliran cerita "koreksi" LoA saya. Masih ingat LoA 100 juta saya? Yang akhirnya dapat (Alhamdulillah) numpang lewat itu lho. Yang ngga bisa di pake buat pribadi itu lho.. Hehehe, kalau anda datang yang di Minggu lalu pasti mengerti maksud saya. buat yang belum ngerti, mari saya jelaskan. Dulu, saat saya me'LoA 100 juta, saya berkata, "Ya Allah, saya ingin mendapatkan seratus juta". Waktu berlalu, dapet software Pak SOPA, saya kencang'kan lagi vibrasinya, "Ya Allah, hamba'mu ingin mendapatkan seratus juta Ya Allah". Pada waktu awal dan setelah software Pak SOPA, saya secara tidak sadar (dan baru saya sadari belakangan kemarin) di hati kecil "hanya ingin" mendapat 100 juta dalam artian hanya memegang sejumlah itu. Tidak pernah (dalam ingatan saya) terbesit keinginan untuk memiliki secara pribadi, dapat menggunakannya atau di apa'in kek tuh duit. Hasilnya, sesuai apa yang ada di pikiran saya terjadilah proyeksinya (seperti kata Mba Issa). Ya duit'nya numpang lewat, walau saya senang sekali pada waktu itu. Hingga duit itu masuk di rekening saya, pun saya tidak terbesit pula meminta izin kepada Ayahanda saya untuk dapat menggunakannya walau sepeser dari nominal tersebut. Artinya, apa yang dulu sekali saya pikirkan (sadar atau ngga sadar), tergambarkan hingga hari ini. Maka dari itu saya segera merevisi pemikiran atas sekuel LoA saya yang bertajuk, "Pane Go For Rp. 200 juta" dengan pemikiran seperti ini, "Ya Allah, izin'kan hamba'mu memiliki rezeki dari'Mu sebesar Rp. 200.000.000,- dari segala penjuru pintu rezeki'Mu pada'ku agar hamba dapat mempergunakan rezeki'Mu untuk kebaikan". Dalam target saya, Tanggal 31 Juli 2008 adalah garis finish si 200 juta, kali ini saya ingin menikmati proses tersebut. Lalu koreksi yang kedua adalah, dulu, waktu saya mencetak angka2 di atas plafon kamar saya yang bertuliskan Rp. 100.000.000,- saya sudah menanamkan sebuah "pesan" singkat ke diri saya sendiri dan ternyata (pasti kale'.) masuk ke alam bawah sadar saya, begini bunyi'nya, "Danny, nanti bila sudah dapet 100 juta jangan lupa copot angka 100 karena sudah ada penggantinya disana". Saudara, ternyata di belakang angka 100 sudah ada angka 200 yang saya persipakan jauh dari sebelum 2008 datang. Alam bawah sadar saya waktu sedang print angka2 tersebut sudah merujuk 200 juta pada dasarnya. Mungkin karena dia (dia=alam bawah sadar, red.) tahu yang 100 juta cuma bakal numpang lewat, hehehehe. Hingga kini saya bertanya-tanya, kok bisa ya saya bikin cadangan angka 200 di belakang angka 100. Padahal niat saya dari awal hanya 100 juta saja. Bagi yang dapat menjelaskan, mari kita berbagi, agar semua Lo A kita semakin sempurna, Amin. Lalu seingat saya, setelah mendapat 100 juta, saking senangnya plus semangat tiada tara ( euphoria ) saya tanpa sadar langsung menulis "Pane Go For Double Rp. 200.000.000,-" di mana2. Pake saya set up dapet'nya bulan February 2008 pula, hahahaha, nyata'nya gagal! Selidik, eh punya selidik ternyata setelah melalui proses penenangan diri kembali baru saya bisa me'recall pesan dari alam bawah sadar saya yang isi'nya, "Wahai Danny sayang (cie'elah), sobek angka 100 dari print2an Rp. 100.000.000,- di atas plafon kamar kamu, agar muncul angka Rp. 2000.000.000,- secara utuh". Maka dari itu, posting inilah saksi bisu dan buta dari prosesi pencopotan angka 100 hingga akan muncul angka 200. Pada saat ini, saya akan melepaskan diri dari postingan ini, untuk berdiri, jinjit dan melepas angka 100.. Saat ini, saya sudah melepaskan angka 100 tersebut dan sudah terpampang Rp. 200.000.000,- secara jelas di atas plafon saya. Alhamdulillah ya Allah, rasa ini sangat berkelimpahan. Andai saya tidak kenal teman2 di Milis LoA, tak pernah akan ada proses belajar se'indah ini. Maka dari itu saya kembali, start me'LoA dengan ijab seperti ini, Ya Allah, izin'kan hamba'mu memiliki rezeki dari'Mu sebesar Rp. 200.000.000,- dari segala penjuru pintu rezeki'Mu pada'ku agar hamba dapat mempergunakan rezeki'Mu untuk kebaikan dengan target terkumpul lengkap pada tanggal 31 Juli 2008". AMIN. (cara penulisan ini bukan membentak, berteriak atau berlaku tidak sopan lainnya, Cuma buat penegasan saja pada fokus2 LoA saya) Demikian'lah testimonial dan revisi LoA saya, semoga dapat menjadi inspirasi bersama. Tak ada keinginan untuk berlaku riya, hanya sebuah keinginan untuk dapat berkelimpahan bersama. Bila ada saran untuk melengkapi ijab LoA saya, maka dengan senang hati sebagai saudara saya ingin mendengar masukan dari anda. Mari jadikan FORUM Lingkar LoA ini sebagai media mencapai berkelimpahan. Amin. Terima kasih kepada Allah SWT, Mba Henny Budi dan putri2nya, Pak Ronny beserta istri,Pak SOPA, Mba Issa, Mas Krishnamurti, Mas Teddy "idnlp", Bung Onny dan Agung W. serta seluruh anggota MILIS Lingkar LoA di mana saja kalian berada yang telah menghantar'ku ke titik ini! Lingkar LoA for all mankind !!! Regards, Perdanawan P. Pane +62 817 8 13 7 82 +62 21 9280 5275 [EMAIL PROTECTED] http://perdanawan.multiply.com
