perlu kita pahami bahwa matematika yang ada sekarang adalah ciptaan manusia, 
tentunya jika disamakan dengan matematika Tuhan maka jauh berbeda, nah....pola 
pikir kita seharusnya bukan berdasarkan pola pikir matematis ala manusia, 
tetapi menggunakan dasar yang sudah tertulis dalam kitab suci. jadi semua yang 
terjadi di dunia ini sangatlah mungkin bagi Tuhan, tidak ada yang tidak mungkin 
bagi Tuhan "Kun faya kun". selama kita mau memberi dalam bentuk apapun (tidak 
hanya materi) dengan tulus ikhlas, maka balasanya akan berlipat2 dan tentunya 
balasan itu terserah kehendak Tuhan, terkadang apa yang kita mohonkan pada 
Tuhan tidak dijawab dengan dikabulkannya permohonan tersebut, tetapi dalam 
bentuk lain, karena manusia boleh berkehendak tetapi Tuhanlah yang menentukan, 
dan kita tidak pernah tau apa rencana Tuhan terhadap manusia. 

salam, 
dody f
  ----- Original Message ----- 
  From: Dadan Ramdani 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, April 04, 2008 11:17 PM
  Subject: Re: [Bicara] Tuhan Tidak Pintar Matematika


  Sebenarnya Tuhan pintar matematika, tapi saking sayangnya pada manusia, dan 
ke Maha Kayanya Dia, Dia tak pernah memberlakukan hukum matematika ketika 
memberi. Dengan skenarioNya selalu tiba-tiba muncul angka yang tidak kita 
sangka-sangka asalnya dari mana tiba-tiba datang dan memenuhi kebutuhan kita.

  percaya cakep <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

    ya, , betul sekali,, sebenarnya hal ini bisa dijelaskan dengan logika,,
    jadi misalnya apabila kita punya 5buah dan kemudian dibagikan pada  5 orang 
masing2 satu buah maka sisa buah kita menjadi = 0 + (10*5) = 50. begitulah 
perhitungannya,, mengapa tidak menjadi 0 atau habis itu tergantung keikhlasan 
memberi.. dan itu semua ada faktor x nya..
    seperti dalam ilmu matematika lanjutan apabila kita melakukan penelitian 
tentunya harus ada faktor koreksi,,,

    dalam kehidupan nyata faktor koreksi itu adalah faktor x yang mana dalam 
hal cerita anda,,, uang anda tidak habis padahal menurut logika manusia 
seharusnya habis... itulah yg disebut berkah...

    sebenarnya dalam islam hal ini dijelaskan lebih dalam,, namun saya sedang 
terburu2 jadi tidak bisa menjelaskan secara detail...

    terimakasih,,,

    Arif Rahman Hakim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
      Pak Made,
      dalam Agama saya Islam, hal ini sudah disebutkan sejak dahulu kala oleh 
Nabi Muhammad saw dan di dalam Kitab Suci Al Qur'an.
      sayangnya sebagian besar umat islam sendiri enggan memahaminya dan 
meyakininya.
      saya berharap bisa mengirim pada bapak beberapa artikel soal Rezeki yang 
merupakan hak prerogatif Tuhan tersebut, namun tidak bisa hari ini.

      Salam kenal buat bapak sekeluarga.

      Arif Rahman Hakim
      Yogyakarta

      Made Teddy Artiana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        Tuhan Tidak Pintar Matematika 
        Posted by: "Nh1nY Taulangi" [EMAIL PROTECTED] 
        Thu Apr 3, 2008 3:31 am (PDT) 

        TUHAN TIDAK PINTAR MATEMATIKA

        Dari pengamatan saya terhadap keseharian yang saya temui, saya dapat 
menyimpulkan satu hal:
        Tuhan memang serba bisa, tapi Dia tidak pintar matematika. 
        Kesimpulan ini bukan tanpa dasar lho.
        Banyak bukti empiris yang mendukung kesimpulan saya ini.
        Sebagai seorang "fresh graduate", saya tak mungkin mengharapkan 
penghasilan tinggi dalam waktu sekejap.
        Terlebih karena saya memegang prinsip bahwa hal yang terpenting dalam 
bekerja adalah kepuasan hati.
        Saya lebih memilih pekerjaan yang mungkin tak segemerlap pekerjaan yang 
dipilih teman-teman seangkatan saya, tapi mampu "memuaskan" idealisme saya.

        Saya memang sangat mencintai dan menikmati pekerjaan saya saat ini. 
Tapi saat saya berbincang dengan seorang teman yang bekerja di ibukota, ia 
mulai membandingkan penghasilan kami (dari sisi finansial tentunya). Jelas saja 
saya kalah telak darinya.

        Saya sempat jengkel sebentar.
        Bagaimana tidak.
        Selama bermahasiswa, sepertinya prestasi kami sejajar, bahkan saya 
lebih dahulu lulus ketimbang dia.
        Tapi kenapa Tuhan tidak menitipkan rejeki yang sama besarnya dengan 
yang dititipkan pada teman saya ini?

        Tapi, begitu saya merenungkan kembali segala kebaikan Tuhan saya 
menemukan satu hal yang luar biasa.
        Ternyata penghasilan saya yang tak seberapa itu cukup untuk memenuhi 
kebutuhan sehari-hari saya, bahkan untuk mengirim adik ke bangku kuliah.
        Padahal logikanya pengeluaran saya per bulannya bisa sampai dua kali 
lipat penghasilan saya.
        Lalu darimana sisa uang yang saya dapat untuk menutupi kesemuanya itu?
        wah, ya dari berbagai sumber.
        Tapi saya percaya tanpa campur tangan-Nya, itu semua tidak mungkin.
        Nah, ini salah satu alasan mengapa Tuhan tidak pintar matematika.
        Lha wong seharusnya neraca saya sudah njomplang kok masih bisa terus 
hidup.

        Bukti kedua adalah kesaksian seorang teman.
        Ia mengaku kalau semenjak lajang, penghasilannya tidak jauh berbeda 
dengan sekarang.
        Anehnya, pada saat ia masih membujang, penghasilannya selalu pas. 
        Maksudnya, pas akhir bulan pas uangnya habis.
        Anehnya, begitu ia berkeluarga dan memiliki anak, dengan penghasilan 
yang relatif sama, ia masih bisa menyisihkan uang untuk menabung.

        Aneh bukan?
        Berarti kalau bagi manusia 1 juta dibagi satu sama dengan 1 juta dan 1 
juta dibagi dua sama dengan 500 ribu, tidak demikian bagi Tuhan.
        Dari kesaksian teman saya, satu juta dibagi 3 sama dengan satu juta dan 
masih sisa.
        Betul kan bahwa Tuhan itu tidak pintar matematika?

        Ah, saya cuma bercanda kok.
        Buat saya, kalau dilihat dari logika manusia
        Dia memang tidak pintar matematika.
        Mungkin murid saya yang kelas 2 SD lebih pintar dari Dia.
        Tapi satu hal yang harus digarisbawahi:
        MATEMATIKA TUHAN BEDA DENGAN MATEMATIKA MANUSIA.
        Saya tidak tahu dan mungkin tidak akan pernah sanggup mengetahui 
persamaan apa yang digunakan Tuhan.
        Tapi kalau boleh saya menggambarkan, ya kira-kira demikian:

        X= Y
        dimana
        X = pemberian Tuhan
        Y = kebutuhan

        Ya, Tuhan selalu mencukupkan apapun kebutuhan kita.
        Tanpa kita minta pun, Dia sudah "menghitung" kebutuhan kita dan 
menyediakan semua lewat jalan-jalan- Nya yang terkadang begitu ajaib dan tak 
terduga.

        Menyadari hal itu, saya bisa menanggapi cerita teman-teman yang 
"sukses" dengan penghasilan tinggi di luar kota dengan senyum manis. Soal 
penghasilan Tuhan yang mengatur.
        Untuk apa saya memusingkan diri dengan berbagai kekhawatiran sementara 
Dia telah menghidangkan rejeki di hadapan
        saya.
        Yang perlu saya lakukan hanyalah melakukan bagian saya yang tak 
seberapa ini sebaik mungkin, dan Ia yang akan mencukupkan segala kebutuhan saya.


        ***
        om santi..santi..santi
         
        MTA
        IT & fotografer & grafik desainer
        www.orang-bali.com
        http://prewedding.multiply.com
        http://outdoorprewedding.multiply.com
        http://candidwedding.multiply.com










--------------------------------------------------------------------------
      You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster 
Total Access, No Cost.


    Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 




------------------------------------------------------------------------------
  You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster 
Total Access, No Cost.

   

Kirim email ke