Mas Hari yang ikutan sedih,

Kematian memang terlalu berat buat anak anak yang selama ini selalu kita
jaga dari rasa kehilangan karena akan membuat mereka bersedih namun tidak
seorangpun bisa mencegah kematian dan sudah menjadi PR kita untuk bisa
mengkomunikasikan dengan baik buat anak anak kita. Saya pernah mengalami
saat nenek anak anak saya meninggal dunia, kedua anak saya yang masih kecil
tidak terlalu sedih waktu itu karena mereka masih duduk di SD mereka mengira
kematian itu sama seperti di sinetron buat mereka pergi untuk selama lamanya
atau pergi ke surga terlalu berat mencernanya apalagi beberapa om mereka
aktor pemain sinetron/film laga yang seringkali di layar kaca mengalami
kematian tapi besoknya sudah ketemu sehat sehat saja.

Yang penting kita memberi info yang benar walau mereka tidak mengerti engga
apa apa karena info tsb. akan tersimpan di subconscious mind mereka sampai
mereka lebih dewasa dan bisa memahami makna kematian yang sesungguhnya.

By the way mas Hari minta no hp dong berhubung hpku hilang melulu sehingga
data orang orang penting seperti mas  pun ikutan ilang.

Salam epos,
Lies Sudianti
Founder & Moderator
0817 0707770



On 4/16/08, Hari Subagya :) <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
>
>
> Aussie adalah anak kedua saya. Saat ini duduk di bangku kelas 2 SD
> Al-Azhar 6 Jaka Permai.
> Dia tampak bingung, namun juga sedih. Belum sempat saya membuka pintu
> mobil, karena baru saja pulang dari Indofood Tower, dia berteriak dengan
> wajah sangat sedih.
>
> "Yah... Bu Tari meninggal....!"
>
> "Bu Tari Guru Adik, waktu TK?"
>
> Dia hanya mengangguk pelan tanpa berkata. Saya pun sangat bersedih, karena
> ibu guru ini sangat *special.* Beliau adalah *team keluarga* kami, saat di
> Hotel Horison Aussie mendapat penghargaan dengan piala yang sangat besar,
> karena berhasil katam Al-Qur'an 3 Kali, sebelum Lulus TK. Beliau adalah guru
> yang sangat semangat menggapai prestasi. Hampir-hampir selalu menang bila
> ada lomba di TK Al-Azhar 8 Jaka Permai.
>
> Begitu tekun dan gigih menyemangati Aussie dalam meng-katamkan Al-Quran.
> Tentu bukan hal yang mudah mengajari anak TK untuk tetap konsisten membaca
> al-quran. Disekolah, dirumah, kami bahu membahu untuk menggapai prestasi
> itu. Saya sendiri hanya ingin mengatakan, kalau motivasi bukan semata
> materi. Ibadah pun butuh semangat, butuh ketekunan dan butuh kesabaran.
>
> Bu Tari,
>
> Seorang Guru TK, yang sangat baik. Bahkan beliaulah yang mengenalkan
> ajaran-ajaran Agama ke anak kami. Beliau bernyanyi ceria, berjoget gembira
> bersama anak-anak. Memeriksa kuku dan lubang telinga, mengajari berdo'a
>
> Bu Tari..
>
> Sesuai janji Tuhan Alloh Swt, bahwa ilmu yang bermanfaat, *adalah amalan
> yang tidak akan putus walaupun kita sudah tiada*. Akan saya jaga, semoga
> Aussie mengamalkan ilmu-ilmu ibu, agar pahala tetap mengalir.
>
> Selamat jalan Bu Tari,
>
> Do'a kami sekeluarga untukmu, Semoga Alloh mengampuni segala dosa, dan
> menerima semua amal ibadah yang telah iklas engkau lakukan. Saya pribadi
> sangat kehilangan, karena kepergian Ibu begitu mendadak. Semoga keiklasanmu
> dan ketulusanMU menjadi inspirasi bagi saya dan sahabat sukses semua di TCI.
>
> Kucium kedua pipi Aussie, yang sebenarnya masih bingung dengan apa itu
> kematian.
>
> "Sayang tadi ayah sudah telpon Bu Nunuk (kepala sekolahnya), Bu Tari sudah
> dikubur, Bu Tari sudah pulang menghadap Alloh. Jangan Lupa Berdo'a untuk Bu
> Tari....."
>
> Sebuah misteri........
>
> Begitu sering saya mendengar dan melihat.... Orang-orang yang sangat
> baik... begitu cepat kembali.....
> Semua akan kembali....
>
> Salam Perubahan!
>
> Hari Subagya
> www.bisnispartner.com
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke