Rahasia #17: Buatlah Impian, Goal dan apa yang anda inginkan dalam bentuk
tertulis
The Power of Raising Your Standards
Kehidupan AR bisa berubah secara drastis setelah dia membuat keputusan
dengan menaikkan level standart pribadinya, di level yang baru. Saat pertama
dalam hidupnya, AR menulis dengan jelas apa yang dia inginkan, dan KOMITMEN
untuk mencapainya selama hidupnya. AR mengidentifikasi kualitas apa saja yang
harus dia ketahui, agar goalnya Harus dicapai. Kualitas disini meliputi :
kepercayaan diri, fleksibility, sikap positip dan keyakinan untuk melakukan
segala sesuatu yang harus dilakukan. Seperti merubah beberapa kebiasaan buruk
yaitu: suka menunda, negative thinking, kemalasan. Hari dimana AR membuat
Keputusan yang powerful (Masih ingat K Besar?) untuk menaikkan standart
dirinya, hari itulah titik balik yang merubah hidupnya seperti saat ini.
Mengapa membuat K Besar dan menaikkan level standart begitu penting bagi AR?
Karena AR sangat mendambakan impiannya terwujud. Dan jika dia tidak memaksa
dirinya mencapai potensi maksimal, impiannya tidak akan pernah terwujud.
Standart baru tersebut mengijinkan dia untuk menciptakan hasil dalam hidupnya
yang dimasa lalu seperti tidak mungkin untuk diwujudkan.
Dalam wawancara khusus Februari 1994, di media Selling Magazine, AR
bertutur:
Suatu waktu Anda mulai membuat keputusan jangka pendek untuk menghindari
kesedihan jangka pendek. Anda menciptakan kesengsaraan di jangka panjang. Orang
yang sukses, akan melakukan apa saja yang diperlukan di jangka pendek, karena
mereka mempunyai visi jangka panjang, dan berkomitmen terhadap visinya. Dan
saya berpikir itulah rahasia sukses.
Put Your Dream & Desire in Writing
Saat AR memutuskan mulai mendisain masa depan baru bagi dirinya, AR tidak
berhenti sampai di sini. Ia menjabarkan visinya secara lebih kongkret, secara
tertulis.
Tepatnya di tahun 1983, AR memutuskan menciptakan masa depan yang sangat
berbeda dengan hidup yang sebelumnya. AR men-set goalnya dan menuliskan segala
sesuatu yang dia inginkan. AR menuliskan kepercayaan yang menghambatnya, dan
menghancurkan semua hambatan yang melemahkan dia. AR menuliskan impiannya
terus-menerus selama 3 jam, mencurahkan semua ide yang muncul saat itu, segala
kemungkinan yang bisa dibayangkan tentang impiannya itu.
AR mulai dengan kata:
- Doing (apa yang ingin saya lakukan)
- Being (saya ingin menjadi apa)
- Having (apa yang ingin saya miliki)
- Creating (apa yang akan saya ciptakan)
- Experiencing (sesuatu yang ingin saya alami)
- Contributing (apa yang bisa saya sumbangkan)
AR menyusun semua goalnya dalam sebuah Time Line dalam kurun waktu 20
tahun. Penting untuk dicatat disini pesan yang disampaikan AR: Saya tidak
berhenti untuk berpikir, apakah saya bisa mewujudkan goal itu atau tidak.
Secara sederhana saya mencari ide apapun yang bisa menginspirasi saya dan terus
menuliskannya.
Kini 25 tahun telah berlalu sejak AR menuliskan semua impiannya. Dan seperti
bisa kita saksikan, AR telah meraih semua impiannya, yang telah ditulisnya saat
itu.
Tapi mungkin terlintas dalam pikiran anda, apa ini bisa berhasil buat saya?
Apakah saya bisa mencapai apa yang saya tuliskan?
Berikut saran AR untuk mengatasi keraguan itu:
Janganlah pernah berpikir tentang impian anda, Ini tidak realistis...!
atau Saya tidak tahu bagaimana mungkin saya bisa mencapai semua itu. Biarkan
saja semua berjalan mengalir. Langkah yang paling penting selama proses ini
adalah jangan memberi batasan pada diri anda. Miliki cukup keyakinan bahwa
orang lain dapat mencapai goal mereka. Tidak ada alasan lagi, mengapa anda
tidak bisa seperti mereka?
(Cara untuk menuliskan impian bisa anda baca dan ikuti di Buku Awaken The
Giant Within, bab 12: Obsesi hebat menciptakan masa depan)
Bagaimana AR mengawali karir sebagai Pembicara?
Pada saat mengikuti seminar, AR sangat terkesan dengan teknik NLP dalam
membantu seseorang menyembuhkan fobia. AR juga tertarik mendalami terapi
Gestalt, hypnosis Ericksonian dan NLP. Ketika ikut training tersebut, AR
belajar menghilangkan pobia kurang dari satu jam, padahal penyembuhan
tradisional memerlukan waktu 5 tahun lebih. Di Hari ke-15, AR menjadi psikolog
dan psikiatri di kelas. Dia mengajak semua orang untuk mencari orang yang fobia
dan menyembuhkannya. Semua memandang AR seperti orang gila. AR juga dianggap
sebagai orang yang tidak berpendidikan. Tapi AR tidak peduli. AR diminta
menunggu program sertifikasi 6 bulan berakhir lalu menjalani ujian. Namun AR
tidak mau menunggu. Sepulang seminar, AR mulai mengadakan acara di radio dan TV
Kanada serta Amerika. AR berkeliling kota menemui setiap orang dijalan, dan
mewawancarai mereka. Jika mereka punya fobia, AR langsung membantunya
menyembuhkan fobia yang mereka alami. Mulai dari fobia ketinggian, fobia
makanan,
hewan, kecoa, ular maupun trauma kekerasan rumah tangga yang dialami dalam
keluarga.
Inti pesannya satu : AR mempercayai bahwa Semua Perubahan bisa dibuat dalam
sekejap. Termasuk mendisain masa depan dan mengatasi segala fobia.
Penampilannya di seminar, radio dan televisi mengundang kontroversi saat itu.
Khususnya para psikolog, psikiatri dan kalangan berpendidikan. Namun banyak
juga yang mengalami perubahan hidup berkat seminar AR dan terapi2nya. Lambat
laun orang mulai percaya dan menarik simpati pada AR. Bahkan tahun2 awal, AR
menghabiskan 270 hari di jalan untuk memberi seminar.
Pengalaman saya di tahun 2005
Pengalaman ini saya tulis dengan tujuan ingin memberi inspirasi, khususnya
bagi calon trainer atau siapapun yang ingin menapaki jalur trainer atau public
speaker. Impian saya yang kedua yaitu Ingin menjadi trainer atau pembicara.
Saya ingin membaktikan hidup saya untuk memberi nilai bagi kehidupan orang
lain. Saya ingin suatu hari impian saya ini terwujud. Lalu saya menuliskan
semua impian2 saya.
Apakah saya saat itu punya keyakinan bahwa saya bisa menjadi pembicara yang
hebat?
Dengan tegas saya jawab : Tidak!
Karena sebelumnya saya termasuk bukan orang pede dalam berbicara dengan
background yang kurang menguntungkan seperti cerita saya sebelumnya. Namun saya
hanya punya satu titik keyakinan saja di dalam pikiran saya, bahwa suatu hari
impian itu pasti terwujud.
Saya pun melahap banyak buku, mendengarkan audio dan melihat video course
berbagai pembicara dunia, dan mengaplikasikan apa yang telah saya pelajari.
Saya rancang materi yang saya kuasai. Mula-mula hanya durasi 1-2 jam. Lalu saya
kontak semua teman dan relasi saya, saya beritahu mereka saya ingin berbagi
ilmu memberi seminar GRATIS. Ada yang menyambut, ada juga yang tidak. Saya
berfokus pada mereka yang mau. Segera jadwal seminar saya menjadi penuh. Dari
satu seminar ke seminar saya lakukan brainstorming dengan peserta dan saya
perbaiki beberapa kesalahan.
Ada juga cerita unik, sewaktu memberi seminar di Pasuruan, ternyata yang
datang cukup banyak sekitar 75 orang. Akhirnya sebuah garasi disulap jadi
tempat seminar. Sewaktu pulang, saya diberi oleh-oleh buah, sirup dan makanan
khas daerah. Mungkin karena sebagian besar peserta adalah ibu-ibu darma wanita.
Ada banyak kisah dalam roadshow seminar tsb. Rekan-rekan trainer yang lain
pasti punya pengalaman serupa. Dari sini, saya mulai bisa menetapkan sebuah
harga yang layak untuk seminar saya.
Sebuah tantangan pernah saya alami sewaktu memberi pelatihan 3 hari untuk
siswa dan guru di Lhokseumawe, Aceh. Pelatihan dengan topik Best Camp To be
Number one in school & life. Dimana suasana dan kultur agama yang sama sekali
berbeda. Saya harus berjuang melakukan 2 hal yang berbeda. Pertama bagaimana
saya bisa diterima dengan baik oleh semua peserta. Karena hal ini akan
menentukan berhasil tidaknya pelatihan yang saya berikan. Ternyata sambutan
sangat mengharukan. Dan di hari penutupan hadir juga pihak Yayasan Pendidikan
Arun dan Kadiknas Lhokseumawe berkenan memberi sambutan. Benar apa yang
disampaikan oleh AR, ada kepuasan tersendiri jika kita bisa memberi arti bagi
kehidupan orang lain. Sesuatu yang bersifat batin dan spiritual yang tidak bisa
dibeli dengan uang.
Kesempatan ini saya tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Bapak Errol
Jonathans (Direktur Radio Suara Surabaya). Beliau, pribadi yang luar biasa,
salah satu mentor saya di bidang Public Speaking yang membimbing saya di awal
karir.
Berikut Pesan AR untuk topik ini:
Anda harus menyatakan impian anda secara tertulis. Kekuatan dari impian
yang tertulis, membuat anda mendapatkan sesuatu yang spesifik tentang goal
anda. Tentang gambaran jelas apa yang anda inginkan. Dan ini akan bekerja
seperti MAGIC apa yang terjadi ketika anda mengambil pena di tangan kanan
anda dan mulai menuliskan impian anda. Dalam pikiran anda, akan ada komentar
seperti: Oh, saya mengira serius tentang hal ini! (Pikiran anda akan
mempunyai anggapan bahwa anda SERIUS dengan goal anda)
Maka pikiran anda akan bekerja seperti Servo Mechanism dan mulai memutar
antena untuk mencari jalan bagaimana bisa membuat impian anda menjadi
kenyataan.
* Disinilah Hukum Ketertartarikan LOA The Secret bekerja dalam diri
Anda. Untuk lebih jelasnya simak kembali film The Secret berulang-ulang.
Pertanyaan AR untuk refleksi diri:
· Apakah Anda memiliki impian 5 20 tahun mendatang? (ada yang
sudah punya ada yang belum)
· Apakah impian Anda sudah anda buat dalam bentuk tertulis?
· Apakah impian Anda sudah meliputi beberapa segi kehidupan?
(seperti: Financially, Spiritual, Phisics, Family, Emotional, Sosial,
Contribution)
· Apakah Anda sudah melakukan Public Commitment terhadap impian
Anda?
· Apakah Anda selalu meng-update impian Anda secara regular?
(artinya membuat semakin jelas, bukan mengganti dengan yang baru)
Salam Focus,
Markus Tan
> [EMAIL PROTECTED]
> www.best-camp.com
Everyone Can Change, Because Impossible is Nothing
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.