Tulisan Anda membuat saya tambah mensyukuri apa yang sudah Allah berikan kepada 
saya. Mulai Selasa pagi ini atau 13 Mei, saya membiasakan diri untuk berdoa 
dulu ketika hendak berangkat kerja.Begitu juga ketika hendak tidur malam, 
sambil berdoa juga mensyukuri apa yang telah Allah berikan hari itu kepada saya 
dan keluarga saya. 


----- Pesan Asli ----
Dari: "Rahardi, Mohamad Rian" <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [EMAIL PROTECTED]
Terkirim: Rabu, 7 Mei, 2008 09:35:16
Topik: [Bicara] Motivation of The Day : " 10 Ribu Rupiah Membuat Anda Mengerti 
Cara Bersyukur "


Selamat Pagi..!!! Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin…
 
Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia 
tidak bersyukur. QS. Al Baqarah : 243

Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia 
menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan 
di sebuah toko swalayan. Usai mereka membayar semua barang belanjaan. 
Tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan. Baru saja mereka 
keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang 
saat
itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri 
Budiman, 
 
"Beri kami sedekah, Bu!" Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia 
menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah.

Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala ia tahu jumlahnya dan ternyata 
itu tidak mencukup kebutuhannya, ia kemudian menguncupkan jari-jarinya dan ia 
arahkan kearah mulutnya, kemudian ia memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia 
mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke arah mulutnya. Seolah ia berkata 
dengan bahasa isyarat, 
 
"Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami tambahan 
sedekah untuk bisa membeli makanan." Mendapati isyarat pengemis wanita itu, 
istri Budiman pun membalas
isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, 
 
"Tidak... tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!" Ironisnya meski 
ia tidak menambahkan sedekahnya malah istri dan putrinya Budiman menuju ke 
sebuah gerobak gorengan untuk membeli
cemilan. Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna 
mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang adalah tanggal dimana ia menerima 
gajian dari perusahaannya, karenanya Budiman ingin mengecek saldo rekeningnya.

Ia sudah berada di depan ATM. Ia masukkan kartu ke dalam mesin tersebut. Ia 
tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudian muncullah beberapa digit 
angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang 
gajiannya sudah masuk ke dalam rekening.

Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. Pecahan 
ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya. Lalu ada satu 
lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik 
dari dompet. Kemudian uang itu ia lipat menjadi kecil dan ia berniat untuk 
berbagi dengan wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah.


Budiman memberikan uang itu.. Lalu saat sang wanita melihat nilai uang yang ia 
terima betapa girangnya dia. Ia berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih 
kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan:

"Alhamdulillah. .. Alhamdulillah.. .. Alhamdulillah. .. Terima kasih tuan! 
Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga.Semoga Allah 
memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan
keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga 
harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga 
diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga...!" Budiman tidak 
menyangka ia akan mendengar respon yang begitu mengharukan. Budiman mengira 
bahwa pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja. Namun, apa yang 
diucapkan oleh wanita pengemis tadi sungguh membuat Budiman terpukau dan 
membisu. Apalagi tatkala sekali lagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri 
kecilnya, 
 
"Dik, Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga....!" Deggg...!!! Hati 
Budiman tergedor dengan begitu kencang. Rupanya wanita tadi sungguh berharap 
tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan. Sejurus kemudian mata Budiman 
membuntuti kepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk 
ke sebuah warung tegal untuk makan di sana .

Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan putrinya 
kembali lagi dan keduanya menyapa Budiman.. Mata Budiman kini mulai 
berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu. 
 
"Ada apa Pak?" Istrinya bertanya. Dengan suara yang agak berat dan terbata 
Budiman menjelaskan:


"Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!" 
Awalnya istri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman menyatakan bahwa ia 
memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis, namun Budiman melanjutkan 
kalimatnya:


"Bu..., aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat menerimanya, ia 
berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, ia 
mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluarga kita. Panjaaaang sekali 
ia berdoa! Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah 
sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku 
mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan 
ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya 
mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap 
hamdalah. Bu..., aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu begitu 
bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang 
demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang 
menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima 
jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak
 berucap hamdalah."

Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan beberapa bulir 
air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa 
selama ini kurang bersyukur sebagai hamba.
Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang suka lalai atas segala nikmat-Mu!
 
Oleh : Bobby Herwibowo
 
Baca juga artikel motivasi lainnya hanya di :
 
http://www.beraniegagal.com
 
Salam Sukses,
M. Rian Rahardi
 
# BeraniBisnis. Com 
# KeuanganPribadi. Com
P  Please consider the environment before printing this email 
 
This email and any attachments are confidential and may also be privileged. If 
you are not the addressee, do not disclose, copy, circulate or in any other way 
use or rely on the information contained in this email or any attachments. If 
received in error, notify the sender immediately and delete this email and any 
attachments from your system. Emails cannot be guaranteed to be secure or error 
free as the message and any attachments could be intercepted, corrupted, lost, 
delayed, incomplete or amended. Standard Chartered PLC and its subsidiaries do 
not accept liability for damage caused by this email or any attachments and may 
monitor email traffic.



Standard Chartered PLC is incorporated in England with limited liability under 
company number 966425 and has its registered office at 1 Aldermanbury Square, 
London, EC2V 7SB.



Standard Chartered Bank ("SCB") is incorporated in England with limited 
liability by Royal Charter 1853, under reference ZC18. The Principal Office of 
SCB is situated in England at 1 Aldermanbury Square, London EC2V 7SB. In the 
United Kingdom, SCB is authorised and regulated by the Financial Services 
Authority under FSA register number 114276.



If you are receiving this email from SCB outside the UK, please click 
http://www.standard chartered. com/global/ email_disclaimer .html to refer to 
the information on other jurisdictions.
  


      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Kirim email ke