*SANG PEMBUNUH RAKSASA* *By Made Teddy Artiana*
Inilah kisah klasik yang telah terpelihara ribuan tahun lamanya. Kisah nyata tentang seorang gembala pembunuh raksasa. Demikian istimewanya kisah ini sehingga dicatat abadi dalam 3 Kitab Suci (Islam, Yahudi,Kristen). Kisah itu adalah kisah peperangan Daud(Dawud) melawan Goliat(Jalut). Kitab tiga agama itu mencatat jelas perbedaan keduanya. *Seorang anak gembala, melawan prajurit tempur raksasa.* *Ketepel dan batu kali melawan tombak dan pedang besi baja.* *Anak ingusan kemarin sore berkelahi dengan pegulat profesional olympiade.* *Anjing pudel melawan anjing herder.* *bajaj menyerang truk gandeng.* *Bambu runcing melawan tank…dan masih banyak lagi.* Bagi saudara-saudaraku yang belum pernah mendengar kisah ini, ijinkan saya meringkas nya buat Anda. Kisah ini dilatarbelakangi oleh peperangan antara Israel dan. Israel disisi pegunungan yang satu, Filistin disisi lain. Mereka berhadap-hadapan, siap untuk bertempur, sebelum seorang raksasa dari barisan Filistin tampil kedepan. Namanya Goliat/Jalut tingginya 3 meter. Pahlawan perang dari keturunan para raksasa. Goliat menantang prajurit Israel untuk berkelahi satu lawan satu dengan nya. Selama 40 hari, ia berkoar mengumandangkan tantangan kearah bani Israel. Caci maki memenuhi udara. Ludah hinaan muncrat kemana-mana. Parahnya, tidak ada satu orang pun dari bani Israel yang berani menerima tantangan itu. Mereka memilih bungkam, berpura-pura tidak mendengar dan sembunyi di tempat mereka masing-masing. Malu ? Jelas. Bagi mereka mungkin ini pertama kalinya kehormatan mereka dihina sedemikian rupa. Bahkan lebih dari itu semua, kitab-kitab mencatat, Goliat tidak hanya menantang mereka, raksasa itu mencaci maki nama Allah/TUHAN mereka. Sudah jatuh, tertimpa rumah berlantai tiga ! Syukurlah seseorang kebetulan mampir ke medan pertempuran. Daud(Dawud), seorang anak gembala tiba-tiba muncul. Sama sekali bukan jagoan yang dibutuhkan pada saat situasi genting saat ini. Tetapi drama belum berakhir, konflik justru meruncing. Semakin menarik, bahkan dapat dikatakan ironis. Tokoh kita yang muncul sangat telat ini, punya pandangan sangat berbeda dengan seluruh bani Israel. Daud tampak berang bercampur heran. Berang, karena hinaan dan cacian-cacian raksasa itu. Heran, karena tidak ada satupun dari bani Israel berani membungkam raksasa itu dan membela kehormatan bangsa dan TUHAN mereka. Tetapi keberanian Daud dirasakan laksana kotoran sapi yang mencoreng wajah seluruh prajurit bangsanya. Tahu apa gembala ingusan kemaren sore ini !!? Bagaikan anak TK yang bertanya 'mengapa Om takut ?' kepada seorang tukang pukul yang sedang menggigil ketakutan karena ditantang berkelahi oleh lawannya. Apakah Daud buta ? Apakah kedua matanya tidak melihat sosok besar, hitam dan mengerikan itu berdiri menutupi cahaya matahari ? Ataukah Daud sekedar provokator, pemandu sorak, tukang kompor, sekedar motivator bayaran yang tidak mau terlibat jauh dan justru akan lari pertama kali, ketika sesuatu yang buruk terjadi ? Ternyata tidak. Daud bukan penonton. Dia tokoh utama cerita ini. Singkat cerita, Daud 'hanya' dengan ketepel dan batu kali ditangan membunuh Goliat dihadapan kedua bangsa itu. Mulut ratusan ribu prajurit kedua bangsa itu ternganga lebar. Mata-mata mereka melotot keluar. Walaupun mereka bermusuhan, tetapi mereka sepakat dalam satu hal. Kejadian ini tidak dapat mereka percaya! Tetapi tidak demikian menurut Daud. Akhir cerita ini sudah dapat diramalkan olehnya. Sama sekali tidak ada yang istimewa baginya. Dia percaya sekali bahwa dia akan menghukum mati Goliat. Logis ? Sangat logis. Berikut dasar nya… Demikian Quran mencatat apa yang dilakukan Daud, sebelum maju ke medan pertempuran menghadapi Goliat, *"Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran ke atas diri kami, dan kukuhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir." (Al-Baqarah, 2: 250)* Dan Alkitab mencatat kata-kata Daud terhadap Goliat, *Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. * *Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami." * *(1 Samuel 17: 45-47)* * * Moral dari cerita tersebut sebenarnya sederhana tetapi sangat dalam. Kisah seseorang yang tanpa bantuan siapapun kecuali TUHAN berhasil mengalahkan raksasa ketakutan yang membuat kecut bangsa nya. Pada saat bangsanya terfokus pada besarnya ukuran Goliat dengan segala kebengisannya, Daud mengarahkan fokusnya hanya kepada kebesaran, kehebatan dan kuasa TUHAN. Akhirnya, jika kita yakin bahwa TUHAN tidak pernah berubah, dulu, sekarang sampai selama-lamanya, berarti TUHAN yang sama, yang telah membuat Daud berhasil membunuh Goliat, juga siap melakukannya untuk saya, anda dan kita semua. Dan kabar baiknya adalah tidak ada syarat apapun selain dengan ketepel dan batu kali (baca: hanya dengan apa yang ada pada diri kita) dan fokus pada kuasa dan kebesaran Sang Khalik. Kalo dipikir-pikir..(buat yang mau mikir)…situasi Daud ada kemiripannya dengan situasi kita dan bangsa ini. Kenaikan BBM dan harga-harga yang semakin membumbung tampak seperti raksasa yang mengangkangi bangsa kita. Menakutkan memang. Tetapi sekarang setelah saya merenungkan kisah Daud 'Sang Pembunuh Raksasa', ternyata ada tips mujarab untuk mengalahkan para raksasa. Berpegang dengan itu semua, saya rasa tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bangkit dan mengalahkan raksasa-raksasa ketakutan dalam hidup kita. Oh iya, sedikit melanjutkan cerita tentang Daud dan bonus-bonus yang didapat olehnya. Dan tengoklah akhir cerita peperangan itu, tidak hanya berhasil membunuh raksasa Goliat, Daud akhirnya menjadi raja atas bani Israel menggantikan Saul/Thalut. Coba cek apa yang dikatakan Quran menyebutkan kemuliaan yang diberikan Allah kepada Daud. *"Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Dawud kurnia dari Kami. (Kami berfirman): "Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud", " * *(Saba',34:10) "Sesungguhnya Kami tundukkan gunung-gunung kepadanya, semuanya tasbih pada petang-petang dan pagi-pagi, dan (Kami tundukkan pula) burung-burung yang dikumpulkan, masing-masing banyak kembali kepada Allah." (Shaad, 38: 18-19)* Jadi ..siapkan ketepel Anda, jangan lupa mengisinya dengan beberapa batu kali yang licin, tetapi terlebih dari itu semua, alihkan pandangan Anda dari raksasa kesulitan kita kepada Dia, Yang Maha Raksasa, pembuat dan pengatur triliyunan galaksi dan bintang yang ada. Dia jauh..jauh..jauuuuuh lebih besar dari kesulitan kita. Dan percayalah.. kita tidak pernah ditinggal sendirian. Akhir kata… *FOKUS KEPADA **TUHAN** – RAKSASA KITA TERJUNGKAL.* *FOKUS KEPADA RAKSASA – KITA TERJENGKANG**.* * * Salam hangat, *MTA (bukan Mall Taman Anggrek)* Orang Indonesia, penulis, fotografer, penikmat hidup dan…pembunuh raksasa.
