Sejak "memperoleh" tubuhnya, manusia mulai memasuki sekolah kehidupan.
Yang dihadapi setiap hari tak lain adalah "pelajaran" demi" pelajaran".
Setiap pelajaran selalu diulang sampai kemudian dikuasai. Tak ada kata
salah-benar, yang ada hanya pelajaran. Proses belajar itu tak ada
akhirnya. Orang lain adalah cermin bagi kita. Seperti apakah hidup kita
nanti amat tergantung pada diri sendiri.

 

Anto memiliki tabiat yang kurang baik. Gampang marah, memaki, atau
ngomel. Suatu hari ayahnya memberi sekantung paku seraya berpesan,
setiap kali marah atau ngomel, ia harus menancapkan sebuah paku pada
kayu pagar belakang rumah.

 

Hari pertama, Anto menancapkan 27 paku. Hari demi hari berikutnya ia
mampu mengurangi jumlah paku yang mesti ditancapkan. Lama-lama ia sadar,
ternyata lebih mudah mengendalikan emosinya daripada harus menancapkan
paku. Ia melaporkan hal itu pada sang ayah. Setelah itu ayahnya
menyarankan, mulai sekarang Anto diharuskan mencopot kembali satu paku
setiap kali ia berhasil mengendalikan emosinya. Pada akhirnya anak muda
itu berhasil mencopot semua paku yang tertancap pada kayu tersebut.

 

Sang ayah kemudian menggandeng Anto melihat pagar kayu. "Kau telah
melakukan sesuatu yang baik anakku. Namun, lihatlah kayu besar ini
sekarang berlubang-lubang, tidak mulus lagi. Inilah cermin hidup. 

Setiap kemarahan, kegusaran, akan menimbulkan bekas luka di hati orang.
Persis seperti bekas-bekas lubang paku pada kayu ini. 

Betapapun kita berkali-kali minta maaf, luka itu masih ada"

 

Setiap kemarahan akan membuatmu menjadi lebih kecil, sementara memaafkan
akan mendorongmu untuk berkembang jauh melebihi ukuranmu." 

 

***************************************************************

 

"Jadilah bambu. Jangan jadi pisang. Daunnya lebar membuat anaknya tidak
kebagian sinar matahari. 

Bambu lain rela telanjang asal anaknya, rebung, pakaiannya lengkap."

 

Baca juga artikel motivasi lainnya hanya di :

 

http://www.beraniegagal.com

 

Salam Sukses,

M. Rian Rahardi

 

# BeraniBisnis.Com <http://www.beranibisnis.com/?id=inaya>  

# KeuanganPribadi.Com <http://www.keuanganpribadi.com/?id=misterryan> 

P  Please consider the environment before printing this email 

 



This email and any attachments are confidential and may also be privileged.  If 
you are not the addressee, do not disclose, copy, circulate or in any other way 
use or rely on the information contained in this email or any attachments.  If 
received in error, notify the sender immediately and delete this email and any 
attachments from your system.  Emails cannot be guaranteed to be secure or 
error free as the message and any attachments could be intercepted, corrupted, 
lost, delayed, incomplete or amended.  Standard Chartered PLC and its 
subsidiaries do not accept liability for damage caused by this email or any 
attachments and may monitor email traffic.

 

Standard Chartered PLC is incorporated in England with limited liability under 
company number 966425 and has its registered office at 1 Aldermanbury Square, 
London, EC2V 7SB.

 

Standard Chartered Bank ("SCB") is incorporated in England with limited 
liability by Royal Charter 1853, under reference ZC18.  The Principal Office of 
SCB is situated in England at 1 Aldermanbury Square, London EC2V 7SB. In the 
United Kingdom, SCB is authorised and regulated by the Financial Services 
Authority under FSA register number 114276.

 

If you are receiving this email from SCB outside the UK, please click 
http://www.standardchartered.com/global/email_disclaimer.html to refer to the 
information on other jurisdictions.

Kirim email ke