PARENTING & NLP # 1
*PERLUNYA BERSIKAP TEGAS & KONSISTEN TERHADAP PERILAKU ANAK
*(untuk tampilan yang lebih enak dilihat silahkan buka :
inspiring-enlightment-enrichment.blogspot.com)*
*
Saat ini mungkin Anda sedang duduk di depan komputer atau laptop, sambil
memegang mouse atau touchpad, dan menatap layar monitor di depan Anda. Mata
Anda menyusuri deretan huruf-huruf yang menyusun kata dan kalimat ini.
Pikiran Anda mengikutinya dengan membuat makna atas kata-kata ini dan ...
tanpa Anda sadari, anda mulai merasakan bahwa sungguh beruntung menemukan
tulisan ini.
Well, entah judul dari mana yang membuat Anda tertuntun dengan manis datang
ke tulisan ini. :-) Yang jelas, tulisan ini didedikasikan untuk memberikan
informasi mengenai PARENTING & NLP yang tepat dan mendidik kepada masyarakat
Indonesia.[1] <#_ftn1> Dalam rangka memperkaya khazanah praktek & keilmuan
PARENTING & NLP di Indonesia.
Contoh Kasus
Dalam sebuah acara forum sharing (berbagi) materi NLP bertanyalah seorang
bapak, "Bagaimana caranya menghadapi perilaku anak yang selalu menyatakan
keinginannya
dengan menangis ?"
Anda, mungkin pernah, atau sedang mengalami hal seperti ini. Pada
kesempatan tulisan ini, saya ingin berbagi mengenai PERLUNYA BERSIKAP TEGAS
& KONSISTEN TERHADAP PERILAKU ANAK, dari sudut pandang PARENTING & NLP.
Dalam buku "Menjadi Orangtua Efektif (MOE)", dituliskan : *Anda bahkan tidak
perlu bersikap konsisten untuk tetap menjadi orangtua yang
efektif*.[2]<#_ftn2>Kalau saya atau Anda
berhenti membacanya sampai di titik itu, maka saya secara pribadi tidak
setuju dengan penulisnya. Namun setelah kalimat tersebut, ada kalimat
lanjutannya seperti ini : "Anda tidak perlu berpura-pura untuk menerima dan
mencintai seorang anak apabila Anda sungguh-sungguh tidak merasakannya
demikian. Anda juga tidak harus merasakan derajat kecintaan dan penerimaan
yang sama terhadap semua anak Anda. Akhirnya, Anda dan pasangan Anda tidak
perlu membuat benteng bersama dalam menghadapi anak-anak. Tapi sangatlah
penting bagi Anda untuk belajar mengetahui apa yang sungguh-sungguh Anda
rasakan."[3] <#_ftn3>
Saya ingin menegaskan 2 (dua) kalimat terakhir yang tertulis diatas dari
perspektif NLP. "Anda dan pasangan Anda *tidak perlu membuat benteng bersama
dalam menghadapi anak-anak*. Tapi sangatlah penting bagi Anda untuk belajar
mengetahui apa yang sungguh-sungguh Anda rasakan."
Dalam kalimat mengenai tidak perlu membuat benteng bersama dalam menghadapi
anak-anak, hal ini akan sangat terasa oleh orangtua-orangtua yang sering
kesulitan menangani perilaku anak-anaknya. Maksud saya begini : bagi
orangtua-orangtua yang sering mengalami kesulitan dalam menangani perilaku
anak-anak mereka, ada kecenderungan untuk membuat benteng di depan anak-anak
mereka. Benteng yang dimaksud dapat berupa bersikap manis, berwajah manis
atau bermulut manis, atau hadiah-hadiah yang manis-manis lainnya – yang
notabene kesemua "yang manis-manis" itu merupakan cara orangtua untuk
"mengendalikan" anak-anak mereka sambil menyembunyikan perasaan-perasaan
mereka yang berkaitan dengan perbuatan anak-anak mereka
Dalam kalimat selanjutnya penulis buku itu melanjutkan," Tapi sangatlah
penting bagi Anda untuk *belajar mengetahui apa yang sungguh-sungguh Anda
rasakan*." Inilah yang saya setuju atau sependapat dengan penulis tersebut.
Dalam Framework NLP disebutkan bahwa hal dasar atau yang terlebih dahulu
dilakukan oleh diri sendiri, sebelum melangkah lebih lanjut ke teknik atau
pattern / pola yang digunakan dalam mengubah perilaku, adalah Rapport (baca
: Rapo). Dalam hal belajar mengetahui apa yang sungguh-sungguh Anda rasakan,
dapat dimulai dengan Rapport kepada atau terhadap diri sendiri.
Ketika seseorang sudah mulai Rapport dengan dirinya sendiri, maka dia akan
mengenal dirinya dengan lebih baik : pikirannya, perasaannya, tubuhnya
bahkan hatinya. 2 (dua) kalimat terakhir yang saya kutip dari buku MOE,
sangat menunjukkan kualitas Rapport orangtua dalam menghadapi anak-anak
mereka.
Orangtua yang sudah memiliki Rapport yang baik dengan dirinya sendiri, maka
mereka pun akan lebih mudah menangani anak-anak mereka. Orangtua tersebut
menjadi mudah dan sungguh-sungguh mengenali perasaan mereka ketika
berhadapan dengan perilaku-perilaku anak-anak mereka, yang saat itu sedang
membuat mereka kesulitan menghadapinya. Dengan Rapport yang baik terhadap
diri mereka sendiri, orangtua tidak perlu lagi membuat benteng terhadap
perilaku anak-anaknya. Dengan Rapport yang baik terhadap diri mereka
sendiri, orangtua menjadi lebih mudah menghadapi apapun perilaku anak-anak
mereka. Berikut ini akan saya hubungan pembahasan ini dengan judul tulisan
ini, dengan sebelumnya membahas mengenai pola-pola perilaku anak-anak dan
orangtuanya.
*POLA-POLA PERILAKU ANAK-ANAK DAN ORANGTUANYA*
*"Buah Jatuh Tak Jauh Dari Pohonnya" (Pepatah Indonesia)*
"Anak-anak adalah *hacker* bagi perilaku orangtuanya", begitu kata mas Bobby
Meidrie Levianto dalam sharingnya. Saya setuju dengan pendapat ini
berdasarkan pengamatan terhadap orangtua-orangtua murid yang pernah
*curhat*ke saya dan pengalaman saya dengan anak saya, Salwa.
Anak-anak adalah seorang pembelajar NLP sejati! Mereka memodel apapun yang
dikatakan atau dilakukan kedua orangtuanya, bahkan mereka pun mampu
mengenali pola-pola perilaku orangtua mereka dalam situasi-situasi tertentu,
yang boleh jadi hal ini kurang atau tidak disadari oleh orangtua.
Disisi lain sebagai orangtua, tentu ada perilaku-perilaku yang ingin
ditampilkan atau ditunjukkan oleh anak-anak mereka. Atau dengan kata lain,
orangtua menginginkan anak-anak mereka berperilaku tertentu seperti yang
mereka ajarkan dan harapkan. Sayangnya menjadi orangtua itu tidak ada
sekolahnya, "Sekolah Menjadi Orangtua". Saya sempat menemukan baru-baru ini
mulai bermunculan jenis training seperti ini yang berisi materi-materi
mengenai menjadi orangtua yang efektif atau yang lebih baik. Insya Allah
saya akan mengisi kekosongan kondisi "Sekolah Menjadi Orangtua" ini dengan
training-training yang saya rancang. Ok, justru karena itulah saya sharing
materi ini!
Pada umumnya orangtua juga manusia biasa. Mereka memiliki pikiran, perasaan,
tubuh dan hatinya sendiri, selain kebiasaan, pola-pola perilaku yang dia
sudah kenal dan gunakan selama ini, pengalaman, kesibukan di pekerjaan
sampai kepada pola-pola asuh yang diserapnya – secara sadar atau tidak –
dari orangtua mereka, teman-teman mereka, buku atau sumber-sumber lainnya.
Masalah seperti yang saya tuliskan diatas itu timbul karena, tanpa disadari,
orangtua menggunakan pola-pola yang dikenalnya tersebut secara langsung
kepada anak-anaknya. Dan tanpa sengaja juga, anak-anak mereka mengikuti dan
mengenali pola-pola yang digunakan orangtua mereka dalam kondisi-kondisi
tertentu, seperti saya sebutkan diatas.
Hal ini baru kemudian menjadi masalah ketika timbul perilaku-perilaku anak
yang kurang atau tidak diharapkan orangtua karena orangtua merasa tidak
nyaman dengan perilaku anak-anak mereka.
Bagusnya kalau orangtua tahu dan menyadari bahwa perilaku anak-anak mereka
yang sekarang menjadi "masalah" itu adalah merupakan pola-pola perilaku yang
dia (orangtua) sendiri yang membentuknya. Celakanya ketika orangtua itu
hanya melihat perilaku anak-anak mereka pada saat itu karena perilaku itu
merupakan perilaku "asli" anak-anak mereka tanpa orangtua menyadari atau
merasa pernah "mengajarkan" perilaku tersebut kepada anak-anak mereka.
Seperti saya sebutkan diatas, bahwa anak-anak dapat mengenali pola-pola
perilaku orangtuanya dalam keadaan-keadaan tertentu terhadap
perilaku-perilaku dirinya (sang anak).
Oleh karenanya menjadi penting bagi semua orangtua yang ingin membentuk
perilaku anak-anak mereka menjadi seperti yang mereka inginkan dan harapkan
untuk menyadari setiap tutur kata dan pola-pola perilaku mereka (orangtua)
dalam membentuk perilaku-perilaku yang diinginkan dan tidak dinginkan dari
perilaku-perilaku anak-anak mereka.
Untuk lebih mudah dipahami, baiklah saya perjelas seperti ini.
Bentuklah pola-pola perilaku Anda sebagai orangtua untuk membentuk pola-pola
perilaku yang Anda inginkan dari anak-anak Anda. Dan bentuk pula pola-pola
perilaku Anda sebagai orangtua untuk membentuk pola-pola perilaku yang Anda
tidak inginkan dari anak-anak Anda. Selanjutnya buatlah kedua buah pola
perilaku ini menjadi jelas dan mudah dipahami anak-anak Anda.
Ketika anak-anak Anda menunjukkan perilaku yang Anda inginkan atau Anda
senangi, perlihatkanlah, perdengarkanlah atau tunjukkanlah pada mereka pola
perilaku Anda yang menunjukkan persetujuan terhadap mereka (anak-anak).
Namun ketika anak-anak Anda menunjukkan perilaku yang Anda tidak inginkan
atau Anda tidak suka melihatnya, mendengarnya atau merasakannya, maka
perlihatkanlah, perdengarkanlah, atau tunjukkanlah pada mereka
ketidaksetujuan Anda kepada perilaku mereka, bukan kepada mereka secara
personal.
Dalam hal anak-anak menunjukkan perilaku yang Anda setuju, silahkan Anda
menjadikan satu antara anak Anda secara pribadi dengan perilaku-perilakunya.
Hal ini untuk memperkuat efek meningkatkan percaya diri dan harga diri pada
sang anak.
Namun dalam hal anak-anak menunjukkan perilaku yang Anda tidak
menyetujuinya, harap berhati-hati. Hal ini dapat berefek sebaliknya.
Sebaiknya, saat itu terjadi silahkan Anda pisahkan antara anak-anak dan
perilakunya. Anda dapat mengatakan,"Papa/Mama tidak suka apa yang baru saja
kamu lakukan/katakan!" Hindari mengatakan,"Kamu nakal!" dan kata-kata lain
sejenis itu. Hal itu berarti sedang menyatukan anak Anda dengan perilakunya,
sekaligus menjatuhkan rasa percaya diri dan harga dirinya. Hal ini tentu
tidak Anda inginkan sebagai orangtua. Jadi sebaiknya Anda hindari, ya !
*PERLUNYA BERSIKAP TEGAS & KONSISTEN TERHADAP PERILAKU ANAK*
Kini Anda sebagai orangtua sudah memahami pentingnya Rapport terhadap
diri sendiri yang sangat bermanfaat dalam membentuk perilaku anak-anak Anda.
Anda pun sudah mengerti bagaimana pola-pola perilaku Anda membentuk
pola-pola perilaku anak-anak Anda. Sekarang saya ingin mengakhiri pembahasan
tulisan ini dengan sub judul yang sesuai dengan judul tulisan diatas.
Saya pun awalnya merasakan sulit walaupun akhirnya mudah karena terbiasa
menyadari pola-pola perilaku saya dan istri dalam membentuk pola-pola
perilaku anak kami, Salwa. Begitupun juga dengan Anda, saya rasa demikian.
Yang terpenting adalah mulailah menyadari setiap tutur kata dan perilaku
Anda dan pasangan Anda kepada anak-anak Anda. Bukankah Anda dan pasangan pun
menginginkan anak-anak Anda menampilkan perilaku-perilaku yang Anda inginkan
dan bahkan banggakan ?! Tentu saja iya jawabnya !
Ketika Anda sudah terbiasa Rapport dengan diri sendiri dan menyadari
pola-pola perilaku Anda dan pasangan Anda kepada anak-anak Anda, selanjutnya
yang dibutuhkan hanyalah melanjutkan kebiasaan tersebut dengan sebuah Sikap
Tegas dan Konsisten, sesuai dengan pola-pola yang sudah terbentuk tadi.
Dengan berjalannya waktu, maka anak-anak Anda pun tumbuh dan berkembang
besar – yang saya berharap – seiring dengan pertumbuhan dan kedewasaan kita
sebagai orangtua dalam bersikap kepada anak-anak kita dengan lebih baik
lagi.
Selamat berlatih !
Selamat menjadi Orangtua yang lebih baik, untuk anak-anak dan generasi yang
lebih baik!
Saya menunggu sharing Anda di [EMAIL PROTECTED]
NB :
Untuk membantu atau menjawab pertanyaan diatas, dapat dilakukan "Break The
Pattern" yang digunakan anak pada saat itu, lalu alihkan perhatiannya ke hal
lain yang dia suka atau hal lain yang menyenangkan dan langsung Anda gunakan
pattern atau pola perilaku baru bagi anak agar keinginannya saat itu
tercapai dan langsung Anda berikan apa yang dia minta atau kalau Anda
berikan penundaan, katakan waktu penundaan yang jelas dan terbatas.
------------------------------
[1] <#_ftnref1>. Diadaptasi dari PortalHypnosis.com, dengan beberapa
penyesuaian yang diperlukan pada tulisan ini.
[2] <#_ftnref2>. Menjadi Orangtua Efektif, Petunjuk Terbaru Mendidik Anak
yang Bertanggung Jawab, Thomas Gordon, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta, Cet.
Kedua, Maret 1984, h. 13
[3] <#_ftnref3>. Ibid. h. 13
--
Fitra Faturachman
"Amanahku untuk membuat Anda Semua SUKSES !"
"Aku ada untuk memberi manfaat kepada sebanyak mungkin manusia & Alam
semesta !"
School Counselor of
SMA Insan Cendekia Al-Kausar, Sukabumi
bkicalka.blogspot.com
[EMAIL PROTECTED]
Certified Practitioner NLP by NFNLP, USA
0856 932 90 479
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
fitrafaturachman.blogspot.com
inspiring-enlightment-enrichment.blogspot.com
SALAM (Super Adventurous Life Mapping) Training
salamtraining.blogspot.com