Terima kasih atas tulisannya

pungky
08128616601
http://myprusyariah.blogspot.com



--- Pada Jum, 13/6/08, Ibnu Muhammad Salim <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: Ibnu Muhammad Salim <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: Re: [Bicara] Tolong bantu saya
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 13 Juni, 2008, 5:43 PM

Saya tidak bisa bantu,  tapi saya pernah nulis catatan harian, siapa tahu 
menarik dibaca!
Cukuplah Mati sebagai Guru!Ibnu Muhammad Salim  Waktu Anda lahir, Anda 
menangis, padahal semua orang di sekitar Anda tertawa bahagia. Berkhidmatlah 
kepada manusia, sehingga ketika Anda mati, semua orang di sekitar Anda 
menangis, padahal Anda sendiri tertawa bahagia Kepastian yang Tak PastiBeberapa 
tahun lalu, dua orang pasien dijadwalkan untuk operasi di sebuah rumah sakit 
besar di Jakarta. Yang pertama pria belia berpenyakit usus buntu, dan yang 
kedua pria tua berpenyakit kanker. Ahli bedah yang sama melakukan operasi pada 
kedua orang tersebut. Operasi usus buntu dilakukan secara sederhana dan 
berakhir dengan cepat. Ketika sang dokter mengoperasi pria yang berpenyakit 
kanker, ia melihat kanker tersebut telah menyebar sedemikian rupa sehingga ia 
tidak mungkin lagi dioperasi. Ia sekadar menutup kembali pembedahan 
tersebut.Sang dokter mengatakan, si pemuda mungkin memiliki kesempatan hidup 
yang panjang, tetapi si pria tua tidak akan bertahan lama. Malam
 itu, pria muda tersebut meninggal dunia, dan beberapa hari berselang, si pria 
tua meninggalkan rumah sakit. Beberapa bulan kemudian, ia kembali ke rumah 
sakit membawakan sang dokter buah-buahan dan sayuran segar dari kebunnya. 
Tampaknya, ia dalam kondisi kesehatan yang baik.Kita tidak mengetahui berapa 
lama lagi waktu yang kita miliki. Kita mungkin berpikir bahwa kita kuat dan 
sehat dan memiliki masih banyak waktu, tapi kita harus selalu sadar bahwa 
kematian dapat datang kapan saja. Bahkan, jika kita memiliki penyakit yang 
serius, seperti kanker, kita harus ingat bahwa jika Tuhan mengizinkan, kita 
mungkin saja memiliki umur panjang.Ya, kematian adalah kepastian yang tak 
pasti. Soal mati, kita harus menumbuhkan dua sikap penting. Pertama, kematian 
adalah keniscayaan. Suka tidak suka, manusia pasti mati. “Di mana pun kalian 
berada, kematian pasti mengejar kalian, sekalipun kalian berada di puncak 
benteng yang kokoh” (Q.S. al-Nisâ’ [4]: 78).
 “Katakanlah, ‘Kematian yang kalian hindari itu pasti menemui kalian”’ (Q.S. 
Al-‘Imrân [3]: 145)Kedua, menyadari, kita tidak tahu kapan ajal menjemput kita. 
Ia mungkin saja bulan depan atau beberapa tahun dari sekarang, namun kita tidak 
mengetahuinya dan tidak dapat memastikannya. Ketentuan hidup sepenuhnya di 
tangan Allah. Ibarat buah kelapa, bila telah matang, maka ia akan jatuh 
sendiri, ke tanah tempat asalnya. Ada yang jatuh sewaktu masih berbentuk putik, 
ada yang jatuh setelah tua. “Manusia tidak mengetahui kapan dan di mana ia akan 
mati” (Q.S. Luqmân [31]: 34).  Kematian: Serial Kehidupan BaruKemanakah kita 
setelah mati? Pertanyaan ini mengguncang akal manusia sepanjang masa. Maka tak 
heran bila Alquran pun mengabadikan pertanyaan ini:Dan manusia berkata, 
“Betulkah apabila aku telah mati, bahwa aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan 
menjadi hidup kembali?” Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa Kami 
sesungguhnya telah
 menciptakannya dahulu sedang ia tidak ada sama sekali?(Q.S. Maryam [19]: 
66-67).Banyak yang menganggap kematian sebagai kelenyapan, akhir dari 
segalanya. Akibat pandangan demikian, tak sedikit orang menebarkan kerusakan di 
muka bumi ini. Mereka hidup sesukanya. Tak ada yang perlu dipertanggungjawabk 
an. Sebaliknya, tak jarang pula yang frustasi, fatalistik, dan hampa makna.  
Karena, mati begitu menakutkan. Kematian dipandang kekuatan mahadahsyat yang 
siap merenggut eksistensi seseorang kapan saja dan di mana saja. Setelah itu, 
berakhirlah riwayatnya. Menakutkan? Ya, setidaknya ada tiga alasan mengapa mati 
begitu mengerikan. Pertama, seperti dibincangkan di atas, karena manusia tidak 
tahu apa yang akan terjadi setelah mati. Memasuki belantara gelap dan senyap di 
dunia ini saja begitu mencekam, bagaimana ia memasuki alam kubur yang sempit? 
Kedua, bagi kita yang merasa dimanjakan oleh kenikmatan duniawi, kematian 
adalah akhir dari sekian banyak kenikmatan
 yang telah kita peluk selama ini. Maka, memasuki hari tua berarti memasuki 
fase penyesalan. Dan, kematian merupakan puncak kekalahan dan penderitaan. 
Ketika Imam ‘Alî k.w. ditanya mengapa orang takut mati, ia menjawab, “Karena 
kalian memakmurkan duniamu dan menghancurkan akhiratmu! Bagaimana mungkin 
kalian mau pindah dari kemakmuran menuju kehancuran?” Ya, mati seakan pindah 
dari istana ke penjara.Ketiga, karena merasa banyak dosa—lebih banyak amal 
kejahatannya daripada kebaikannya. Inilah ketakutan yang dirasakan orang saleh. 
Kalau kita takut mati karena keterikatan kita kepada dunia, orang saleh takut 
mati karena merasa belum cukup bekal. Inilah rasa takut yang dianjurkan. 
Seperti ‘Alî Zayn al-‘Âbidîn, berdoalah dengan khusyuk,  “Ya Allah, kepada-Mu 
aku berlindung dari habisnya usia sebelum siap sedia!”Kembali pada pertanyaan 
di atas, kalau “dunia hanyalah persinggahan”—demikian lirik lagu Rhoma 
Irama—begitu pula kematian.
 Kematian bukanlah akhir dari  kehidupan. Ia garis transisi (barzakh), fase 
perkembangan manusia.  Sementara perkembangan kita sebelum dilahirkan lebih 
bersifat fisik,  perkembangan kita setelah lahir lebih bersifat moral dan 
spiritual (baca: Q.S. [23]: 12-16; [22]: 5; [40]: 67). Sementara lahirnya kita 
dalam kehidupan ini benar-benar merupakan manifestasi kematangan fisik kita di 
dalam rahim, kebangkitan kembali kita di akhirat benar-benar merupakan 
manifestasi kematangan spiritual kita di dunia. Karena itu, kita mendapati 
gambaran simbolis hari pembalasan (pascamati) yang menunjukkan bahwa perbuatan 
moral dan spiritual kita di dunia ini akan dimanifestasikan oleh badan kita di 
akhirat. Amal-amal kita akan dipasang di leher kita (Q.S. [17]: 13;  [34]: 33; 
[36]: 8)’ lidah, tangan, dan kaki kita akan bersaksi terhadap perbuatan kita 
(Q.S. [24]: 24; [36]: 65); kita akan makan buah perbuatan kita (Q.S. [37]: 
39-68); orang yang buta spiritual di dunia
 ini akan buta pula di akhirat kelak (Q.S. [57]: 12; [66]: 8); setiap perbuatan 
kita akan mendapatkan balasannya (Q.S. [99]: 7-90).Dengan demikian, bagi orang 
yang dalam hidupnya telah banyak berbuat baik, kematian adalah gerbang memasuki 
kehidupan baru yang lebih indah, alam keabadian (akhîrat), tempat memanen 
kebahagiaan sejati. Ibarat anak sekolah, arwah orang yang hidup penuh kesalehan 
akan dinaikkan kelasnya lewat kematian. Pendeknya, kematian hanyalah salah satu 
fase perkembangan manusia menuju Yang Maha Tak Terbatas. Ia fase yang pasti 
ditempuh semua makhluk dalam siklus Ilayhi Râji‘ûn—kepada-Nya semua kembali. 
Semuanya pasti kembali. Tapi, ada yang kembali dengan terpaksa, tanpa 
kesadaran, (idlthirârî), ada pula yang dengan suka rela, penuh kesadaran, penuh 
persiapan (ikhtiyârî), bahkan penuh kerinduan tak terkira-kira untuk segera 
berjumpa dengan-Nya (liqâ’ Allâh). Aku mati sebagai mineral dan menjelma 
tumbuhanAku mati sebagai
 tumbuhan dan terlahir binatangAku mati sebagai binatang dan kini menjadi 
manusia.Suatu hari nanti, aku akan mati sebagai manusia,dan melambung bersama 
para malaikatBahkan setelah menjelma malaikat, aku harus mati lagiApabila telah 
kukorbankan jiwa malaikat ini,Aku akan menjelma sesuatu yang tak 
terpahami                                                                       
 --Rûmî  Mengingat Mati, Menghargai HidupKetika Nabi tahu bahwa ajal 
mengahampirinya, beliau mengumpulkan sahabat-sahabat terdekatnya. Mereka sangat 
sedih. Banyak di antara mereka yang merasa dirinya tidak dapat hidup tanpa 
bimbingan dan petunjuk beliau. Nabi menghibur mereka dengan berkata, ”Aku 
tinggalkan kepada kalian dua guru: yang satu berbicara, yang lainnya bisu.” 
Saat para sahabat mulai mengira-ngira identitas guru tersebut, Nabi 
menambahkan, ”Guru yang berbicara adalah Alquran, dan guru yang bisu
 adalah kematian.”Jadi, kita dinasihati sang guru yang bisu tidak dengan 
kata-kata, melainkan lewat kejadian nyata. Kita belajar darinya dengan cara 
merenungkannya. Nyatanya, merenungi kematian adalah sarana luar biasa dalam 
mengeluarkan kita dari kebiasaan dan perilaku lama. Memikirkan kematian adalah 
sebuah latihan untuk menjadi lebih peka akan masa kini. Ia adalah jalan untuk 
memulai proses pertumbuhan diri.Maka, mengingat mati tidak berarti lalu pasif, 
melainkan justru lebih serius menjalani hidup, mengingat fasilitas umur yang 
teramat pendek. Ibarat orang lomba lari, maka ia akan berpacu karena adanya 
batas waktu dan garis finis. Justru karena umur manusia terbatas, hidup lalu 
menjadi sangat berharga. Bukankah Tuhan menciptakan kematian dan kehidupan 
untuk mendorong manusia agar berkarya dengan sebaik-baiknya, ahsanu ‘amalâ 
(Q.S. al-Mulk [63]: 2). Dia menunjukkan jalan yang baik dan jalan yang buruk, 
dan manusia diberikan kebebasan untuk
 memilih salah satu jalan itu. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya 
Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala 
akhirat, Kami berikan pula kepadanya pahala akhirat. Dan kami akan memberikan 
balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Barang siapa menghendaki keuntungan, 
di akhirat, akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barang siapa 
menghendaki keuntungan di dunia, Kami berikan kepadanya sebagian dari 
keuntungan dunia dan tidak ada baginya bagian sedikitpun di akhirat. (Q.S. 
al-Syûrâ [42]: 20).  Sebagai penutup, cukuplah kita renungkan pesan ini:Ada dua 
macam kematian: kematian yang membuat dirinya istirahat dan kematian yang 
membuat orang lain istirahat. Bagi seorang mukmin, kematian memberinya peluang 
untuk beristirahat di tempat yang penuh kedamaian. Buat pendurhaka,  kematian 
membuat semua makhluk beristirahat dari gangguannya

                       Messages in this topic           (3)                     
 Reply           (via web post)           |                     Start a new 
topic        Messages                                                           
                                   INDONESIA BISA! POWER WORKSHOP E.D.A.N.

 "POWER COMMUNICATION & SELF CONFIDENCE WORKSHOP"

 Info: http://milis-bicara.blogspot.com

 JAKARTA:
 28 Juni 2008, AMA-DKI (Asosiasi Manajemen DKI Jakarta), Hotel Ciputra, Hub: 
HaBe Consulting: 0811-826362, CityTraining: 021-9303829, GSS: 021-5644928, 
Oviss: 021-68816522, IndoKarcis: 021-92995396

 SURABAYA:
 12-13 Juli 2008, Hub: Moch. Slamet S, 081654905350

 SURABAYA:
 09-10 Agustus 2008, Hub: Moch. Slamet S, 081654905350

 JAKARTA:
 30-31 Agustus 2008, Hub: HaBe Consulting: 0811-826362

 JAKARTA:
 27-28 September 2008, Hub: HaBe Consulting: 0811-826362

 JAKARTA:
 25-26 Oktober 2008, Hub: HaBe Consulting: 0811-826362

 SURABAYA:
 08-09 November 2008, Hub: Moch. Slamet S, 081654905350

 JAKARTA:
 29-30 November 2008, Hub: HaBe Consulting: 0811-826362

 SURABAYA:
 13-14 Desember 2008, Hub: Moch. Slamet S, 081654905350

 JAKARTA:
 20-21 Desember 2008, Hub: HaBe Consulting: 0811-826362

 IKLAN: Iklan diperkenankan hanya hari Jumat, awali subject dengan "Iklan 
Jumat:" Iklan MLM, Forex, Affiliate, Referral dan sebagainya hanya satu bulan 
sekali pada hari Jumat MINGGU KEDUA.

 CATATAN PENTING: Pastikan bahwa Anda mencerna semua hal di atas dengan 
penyesuaian kepada sistem tata nilai yang Anda anut. Beberapa hal mungkin tidak 
sesuai dengan tata nilai Anda, beberapa lainnya akan universal sifatnya. Tugas 
kami hanya mengingatkan Anda. Mohon dimaklumi, ada file-file yang secara rutin 
dikirim berulang 1 bulan sekali.

http://milis-bicara.blogspot.com                     MARKETPLACEYou rock! 
Blockbuster wants to give you a complimentary trial of - Blockbuster Total 
Access.     
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
       Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch 
format to Traditional 
         Visit Your Group         |                Yahoo! Groups Terms of Use   
    |                Unsubscribe      Recent Activity 17New Members             
Visit Your Group              Curves on Yahoo!Share & discussCurves, fitnessand 
weight loss.Weight Loss Group


      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Kirim email ke