Kriteria keindahan

Menyapa pagi hari pada setiap orang yang terdekat buat saya adalah
sebuah keindahan. Demikian halnya  menyapa istri dengan satu senyum
saja merupakan cara saya untuk memuliakannya. "Pagi ini mau masak
apa?" tanya saya. "Saya mau masak rawon, kesukaannya mas agus." jawab
istri saya. Rawon masakan istri saya teramat istimewa. semua masakan
yang dibuatnya merupakan kriteria keindahan pada dirinya yang
senantiasa saya syukuri. Dan setiap orang memiliki kriteria yang
berbeda tentang keindahan. Termasuk juga anda.

Ketika di kota Pekalongan ada seorang ulama tua, duda berusia 70 tahun
secara sederhana menyatakan kepada murid-muridnya (jamaahnya) bahwa ia
membutuhkan seorang isteri untuk merawat dirinya yang sudah tua,
ternyata yang segera menyatakan kesediaannya dan memang kemudian
menjadi isterinya adalah seorang gadis berusia 20 tahun, gadis yang
sangat rajin mengikuti pengajian dan menjadikan ulama itu sebagai
idola dirinya. 

Bagi gadis belia itu ternyata kriteria keindahan tidak lagi bersifat
lahir, bukan yang gagah, perkasa, seksi tetapi sosok keagungan
kepribadian. Ia mengabaikan tuntutan indahnya malam pertama, tetapi
membayangkan bisa melahirkan anak yang merupakan keturunan dari ulama
besar itu. Yang selalu terbayang di benak sang gadis adalah betapa
bahagiaanya jika ia dapat menjadi ibu yang melahirkan seorang anak 
keturunan  ulama  yang menjadi idolanya.


Salam Cinta,
agussyafii

=======
Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye "Keluargaku, Surgaku"
silahkan kirimkan dukungan dan komentar anda di
http://agussyafii.blogspot.com atau sms 0888 176 48 72





Kirim email ke