Makna Kebahagiaan

Ketika malam Hana putri kami tertidur lelap. Ibunya selalu memandangi
wajahnya. Malam itu istri saya mengatakan, "Mas, Kalo melihat hana
sedang tertidur lelap begini rasanya saya bahagia.." mendengar
kata-kata istri saya, saya bisa membayangkan kebahagiaan seorang ibu
yang setiap hari menjaga dan merawat hana dengan setulus hatinya.
Tentunya semua hal yang dilakukan seorang ibu mengasuh dan merawat
anaknya memiliki makna kebahagiaan tersendiri.


Ada dua ungkapan, senang dan bahagia. Senang adalah terpenuhinya
tuntutan syahwat, misalnya sedang lapar menemukan makanan lezat,
sedang haus menemukan minuman segar, sedang sulit menemukan kemudahan,
sedang kesepian ketemu teman atau kekasih, sedang nganggur dapat
pekerjaan. 

Adapun bahagia berhubungan dengan misteri yang sangat subyektif tetapi
intinya adalah datangnya  pertolongan ilahiyah hingga memperoleh
sesuatu yang dianggap sebagai kebaikan ilahiyah (al khoir). 

Seperti Rasa bahagia terasa ketika anaknya lahir laki-laki setelah
sekian lama mendambakan ingin mempunyai anak lelaki. Keberhasilan
memeliliki anak-lelaki tidak diklaim sebagai prestasinya – "ini karena
aku bisa bikinnya" kata sang ayah tetapi orang yang mempunyai anak
lelaki setelah hampir putus asa mendambakan kehadirannya merasa bahwa
kehadiran anak lelaki itu merupakan anugerah Alloh SWT yang tak ternilai. 

Kebahagiaan juga terasa ketika seorang ibu yang membesarkan anak
gadisnya tanpa kehadiran suami sehingga ia dalam keadaan berat selalu
berharap agar anaknya memiliki masa depan yang baik. Pada saatnya anak
gadisnya dipersunting oleh seorang  pemuda saleh yang cerah masa
depannya. Masa depan cerah anak gadisnya itu tidak diklaim sebagai
prestasinya tetapi benar-benar dipandang sebagai anugerah Alloh SWT.


Sumber, http://agussyafii.blogspot.com


Salam cinta,
agussyafii

=======
Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye "Keluargaku, Surgaku"
silahkan kirimkan dukungan dan komentar anda di
http://agussyafii.blogspot.com atau sms 0888 176 48 72



Kirim email ke