*Lingkaran-Lingkaran Kehidupan*
by (MTA) Made Teddy Artiana
http://semarbagongpetrukgareng.blogspot.com/


Matahari mengintip perlahan. Bola raksasa yang tampak kemerahan itu
menyembul dari cakrawala. Sinar kuning emasnya menyeruak menembus gumpalan
awan-awan tipis. Seolah puluhan lampu sorot memancar ke segala penjuru
langit, memantul diatas permukaan air yang dipenuhi riak kecil. Malam sudah
berlalu, pagi datang menjelang. Gelap yang menyelimuti pantai, kini semakin
sirna. Permukaan pasir pun kini kian memutih. Perahu-perahu yang tadinya
hanya sebuah bayangan hitam yang dingin, sekarang jelas sudah. Pagi yang
menakjubkan disuatu pantai nan indah.
Aku dan kakek menghentikan langkah kami sejenak. Ratusan jejak kaki yang
sedari tadi mengekor itu pun terputus. Begitu juga dengan dua bayangan hitam
yang terlihat memanjang itu. Dengan kaki terbenam basah di permukaan pasir
yang lembut, kami berdua memandang ke kejauhan. Tidak ada yang ingin ku
lakukan selain diam.
"Inilah yang ku pelajari dari hidup..", ujar kakek perlahan
Aku menoleh kepadanya sebentar, wajah yang tampak tertimpa cahaya matahari
itu tersenyum lembut.
"Hidup menyimpan begitu banyak misteri", lanjutnya sambil kembali melempar
pandangan kearah pantai.
"Misteri ?", tanyaku dengan kening berkerut.
"Iya, cucuku..", jawab kakek,"sampai kapanpun tidak perduli berapapun umur
yang dianugrahkan oleh sang hidup, selalu saja ada sesuatu yang tersembunyi
bagi matamu".
"Apakah itu berarti kakek tidak puas akan hidup ini?"
"Sama sekali tidak", kakek meraih tanganku, kami berjalan mencari tempat
yang kering kemudian duduk bersama di atas pasir.
"Hidup memberi petunjuk tetapi tidak membuka seluruhnya bagi hidupmu",
ujarnya kembali,"meninggalkan rasa ingin tahu yang dalam dihati mereka yang
bersedia berpikir".
"Jika demikian, apa yang Kakek pelajari setelah sekian lama hidup ?",tanyaku
sambil menghadapkan tubuhku kepada nya.
"Sederhana", jawab kakek,"aku belajar banyak hal. Tetapi dari semua hal itu,
lingkaran-lingkaran kehidupanlah yang paling aku sukai".
"Lingkaran kehidupan ?"
"Ya..lingkaran kehidupan", jawab kakek.
Tangannya kemudian meraih sebongkah kerang. Tangan tua itu bergerak-gerak,
menggambar diatas permukaan pasir. Sebuah lingkaran, kemudian dua buah
lingkaran yang saling berpotongan satu sama lain.
"Inilah yang ku maksud.", Kakek menunjuk lingkaran pertama, "Kehidupan ini
dibentuk oleh berbagai lingkaran. Segalanya bergerak dan tanpa disadari
sebuah lingkaranpun terbentuk. Air turun dari langit, jatuh diatas permukaan
tanah, bumi menghisapnya dan mengeluarkannya pada sebuah sungai. Sungai
berjalan beriringan menuju tempat dimana lautan sudah menunggunya. Setibanya
disana. Matahari menjemput air itu dan memberikannya lagi ke langit.
Demikian seterusnya dan seterusnya. Ini hanya secuil dari berjuta
lingkaran-lingkaran penyusun kehidupan ini".
"Bagaimana dengan manusia ?", tanya ku ingin tahu,"apakah manusia dan sesama
nya juga membentuk lingkaran-lingkaran itu ?"
"Benar cucuku",kata kakek sambil menunjuk kembali lingkaran yang pertama.
"Meskipun agak berbeda dengan alam. Tetapi manusia dan sesamanya membentuk
sebuah lingkaran dan setiap kita berada dalam lingkaran kita masing-masing."
"Apa maksud kakek ?"
"Pikiran, perkataan dan perbuatan mu menentukan kau ada di lingkaran yang
mana", jawab kakek
"Aku semakin tidak mengerti", kataku sambil menggaruk-garuk rambut di
kepala.
"Begini maksud kakek. Jika pikiran, perkataan dan perbuatan mu baik, kau
berada dalam lingkaran yang baik. Tetapi jika ketiga hal itu berada ditempat
yang tercela, berarti hidupmu tergabung dalam lingkaran orang-orang tercela.
Orang lain dapat kita bohongi, bahkan diri kita sendiri, tetapi hidup adalah
hakim yang adil. Engkau hanya akan mendapatkan upah sesuai dengan di
lingkaran mana kau berdiri. Jika hidupmu tulus, maka engkau akan merasakan
ketulusan dari orang lain dan orang itupun akan mengalami ketulusan juga
dari orang yang lain lagi. Begitu juga jika engkau murah hati, maka hidup
akan mendekatkanmu dengan orang-orang yang murah hati, sehingga orang-orang
yang murah hati itu akan membentuk sebuah lingkaran lagu. Tetapi jika
pikiran, perkataan dan perbuatan kita penuh tipu daya, maka hidup akan
mengutus orang-orang lain untuk memperdaya kita. Dan orang yang memperdaya
kita akan diperdaya lagi oleh orang lain, dan demikian seterusnya."
"Tetapi Kek, pernah ku ketahui ada seseorang yang jujur dan diperdaya dengan
orang lain. Bagaimanakah lingkaran kakek dapat menjelaskan hal itu ?"
Kakek tersenyum, kemudian mengelus kepalaku sebentar.
"Engkau cerdas.", jawabnya sambil menunjuk lingkaran yang saling
berpotongan.
"Karena itu aku menggambarkan lingkaran lain,"
"Lingkaran-lingkaran yang ku jelaskan tadi kadang kala bersinggungan.
Seperti gambar ini. Itu lah hidup. Ia selalu memberikan kesempatan dan
kebebasan buat kita untuk memilih. Apakah tetap pada lingkaran ataukah
pindah ke lingkaran lain, keputusan ada ditangan kita. Suatu saat lingkaran
ketulusan harus bersinggungan dengan lingkaran tipu daya. Ini sebuah ujian
bagi mereka yang berada dalam lingkaran ketulusan. Apakah ia akan tetap
berada dilingkarannya ataukah dendam dan kepahitan membuat mereka membalas
dan akhirnya terbuang dari lingkaran yang mulia. Jika mereka bertahan, upah
yang menjadi bagian mereka tetap akan mereka dapatkan. Hal yang sama berlaku
pada lingkaran tipu daya, persinggungan ini membuat mereka yang berada dalam
lingkaran jahat tersebut, punya kesempatan untuk melihat keindahan lingkaran
lain. Inilah yang Kakek ingin kau pegang seumur hidupmu. Berusahalah menjadi
bagian dalam lingkaran yang mulia dan sekali engkau masuk kedalamnya, jangan
pernah keluar lagi. Sebab besar upah yang pasti menjadi bagian mu. Ingat
hidup adalah hakim yang adil. Dan siapapun tidak berkuasa untuk mengurangi
ataupun mencuri upah mu itu. Dan jika suatu saat lingkaran mu bersinggungan
dengan lingkaran yang jahat. Janganlah tawar hati. Bertahanlah. Lapangkanlah
hatimu. Siapa tahu mereka-mereka yang kurang beruntung, yang kebetulan
berada dalam lingkaran itu, karena keteguhanmu, akhirnya berpindah menjadi
bagian lingkaranmu. Dengan begitu hidup mereka akan menjadi yang lebih
mulia, sesuai dilingkaran mana mereka sekarang berada." (*** mta ***)


-- 
what a wonderfull world..what an exciting journey !!!
Made Teddy Artiana
(021)70820318 - 0813 178 227 20

*BOB SADINO dalam lensa kamera ku...... **http://withbobsadino.multiply.com/
* <http://withbobsadino.multiply.com/>

Visit "My WEDDING Photography Portfolio" and give us your comment...
http://prewedding3.multiply.com
http://prewedding2.multiply.com
http://prewedding1.multiply.com
http://prewedding.multiply.com
http://outdoorprewedding.multiply.com
http://candidwedding.multiply.com

---

Kirim email ke