Ya pertanyaan ini sangat menggelitik. Siapakah kita sebenarnya? Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan negeri yang subur Biji atau batang kayu dilemparpun tetap akan tumbuh subur Perut bumi kita pun kaya akan minyak dan hasil tambang yang lain Tetapi realitanya banyak sekali saudara kita yang miskin Apa yang salah ? tidak ada yang salah, tapi faktanya bagaimana? Siapa yang salah ? Jawabnya tentu tidak ada orang yang mau dipersalahkan, karena mereka merasa benar dan membenarkan. Lalu pertanyaannya berikutnya siapa kita sebenarnya? Kok tidak bisa mengelola negeri yang subur /gemah ripah lohjinawe ini. Tentunya dengan kondisi seperti diatas bangsa kita ini jelas bangsa yang egois, bukan bangsa yang pengasih dan penyayang dan tidak punya hati nurani, maksudnya hati nuraninya tidak terbuka ( hatinya tertutup oleh nafsu duniawi). Memang sering kita dengar perkataaan pakailah hati nurani , bahkan dipanggung live show TV pun si mentor mengatakan pilihlah dengan hati nurai dan berulangkali diucapkan. Ya hati nurani gampang diucapkan seperti kata-kata lainnya tapi yang sebenar-benarnya sulit untuk menggunakan Hati Nuarani. Karena Hati Nurani adalah percikan dzat dari Sang Pecipta jagad raya ini, yang mempunyai sifat maha pengasih lagi maha penyayang dan maha mengetahui, maha solidaritas dan maha-2 yang baik lainnya. Hanya orang yang bersih fisik, mental dan spiritual saja yang bisa menggunakannya ( terbuka hati nuraninya ) Bagaimana tentang dunia pendidikan di Negeri kita ini apakah ada pelajaran hati nurani atau sekedar formal dan komersial saja ? sepanjang pengetahuan saja belum ada pendidikan hati nurani, pendidikan dinegeri ini hanyalah pendidikan teori-teori yang dinilai dengan angka – angka saja. Siapa kita sebenarnya ? Jawaban sebenarnya ada di hati Nurani, sayangnya hati nurani bangsa ini masih tertutup oleh nafsu harta, nafsu jabatan dan nafsu-nafsu duniawi lainnya. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimanan cara merubah pendidikan kita baik pendidikan foemal maupun pendidikan agama menjadi pendidikan yang berhati Nurani ? bukan hanya teori teori saja. Salam senyum dari hati Nurani Seelo, http://bebasfinansial.com/?id=wening100
"agussyafii" <[EMAIL PROTECTED]> Sent by: [email protected] 17/07/2008 09:49 Please respond to [email protected] To [email protected] cc Subject [Bicara] Solidaritas Sosial Kita Dipertanyakan Solidaritas Sosial Kita Dipertanyakan sumber, http://mubarok-institute.blogspot.com Kontroversi nampaknya terjadi dimana-mana. Di dunia, citra Indonesia sangat kurang begitu baik. Korupsi, anarki, pelanggaran HAM, kemiskinan, salah urus, fundamentalisme, terorisme dan banyak lagi stempel buruk, banyak dialamatkan kepada bangsa Indonesia. Benarkah semua berita itu? atau hanya rekayasa media Barat yang memang mempunyai agenda tersendiri ? Terlepas dari benar tidaknya citra itu, memang banyak dijumpai kontroversi pada masyarakat kita. Disebutkan bahwa Indonesia sedang dalam keadaan krisis hebat, dan sudah berada di ambang kebang¬krutan, tetapi jemaah haji Indonesia ternyata mencapai angka duaratus ribu, atau terbesar di dunia, dan banyak diantara mereka yang pergi haji untuk yang kedua, ketiga, ke empat dan seterusnya... Meningkatnya jumlah jemaah haji semestinya merupakan indikator peningkatan ekonomi rakyat, karena hanya yang memiliki istitha`ahlah yang bisa pergi haji. Di Makah dan Madinah, kesan Indonesia sedang berada dalam krisis berat justeru tidak nampak, karena jemaah haji Indonesia termasuk pembelanja berat. Para pedagang di dua kota suci itu sangat senang kepada jemaah haji Indonesia karena kegemaran belanjanya itu. Kontroversi juga nampak di dalam negeri. Di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, mobil mewah yang berharga diatas satu milyard rupiah berseliweran. Mobil built up yang berharga di atas duaratus juta tidak lagi dianggap mewah. Restoran mewah di pusat hiburan dengan menu diatas Rp. 400.000,-/per porsi (setara dengan 80 bungkus nasi padang) juga dipenuhi dengan pengunjung. Pada hari libur, hotel dan villa di Puncak misalnya, juga penuh terisi, bukan oleh turis asing, tetapi oleh turis domestik. Pesta pernikahan di kota besar lebih lagi tidak mencerminkan krisis ekonomi. Makanan lezat, pakaian mewah dan jumlah tamu undangan yang mencapai ribuan mengindikasikan kemakmuran. Di sisi lain, angka pengangguran sangat tinggi, pengemis, pengamen, pedagang asongan kecil,pak ogah dan "polisi" cepe "menghiasi" pemandangan di setiap keramaian. Gagal panen dan gagal memasarkan produksi pertanian juga sudah tidak lagi menjadi berita, tetapi kenaikan harga-harga, termasuk harga BBM, tarip listrik dan telpon secara sistematis terus berlanjut, menyebabkan menurunnya secara drastis daya beli masyarakat. Penurunan daya beli masyarakat luas ini membawa imbas pada terhambatnya pendidikan generasi muda karena ketidakmampuan orang tua membayar biaya pendidikan yang bermutu. Keadaan ini diperparah dengan bencana alam yang datang secara beruntun, tanah longsor dan banjir, ditambah problem daerah konflik Aceh, Ambon, Kalimantan, Maluku Utara dan Poso yang belum selesai kemudian menempatkan banyak masyarakat dalam posisi economic need. Boro-boro mikir masa depan anak, makan hari ini dan tempat berteduhpun masih menjadi problem. Hujan dan banjir meluas dan berkepanjangan sedikit banyak menumbuhkan gerakan solidaritas sosial dari pelbagai pihak. Tetapi lagi-lagi, aksi solidaritas sosial kita belum menyentuh pemecahan masalah. Pasca musibah, problem masyarakat kecil sangat mendasar, baik menyangkut dasar-dasar ekonomi mereka maupun pendidikan bagi anak-anak dan generasi mudanya, sementara nilai aksi solidaritas sosial masyarakat yang hanya bersifat konsumtif tak ubahnya sekedar terapi Reumason, sebentar memberi rasa kehangatan, tetapi sebenarnya belum menyentuh permasalahan. Proposionalkah orang menjalankan ibadah haji ke tiga, ke empat, ke lima dan seterusnya? Sementara di tanah air, ratusan ribu saudara-saudaranya membutuhkan bantuan strategis. Proposional kah orang makan di restoran yang sekali makan saja biayanya setara dengan kebutuhan 80 perut orang miskin, dan ketika bencana terjadi ia hanya sekedar mengirimkan sekian truk Indomie ke daerah bencana? Proposionalkah orang yang menikmati "keberkahan" negeri ini secara melimpah ruah, tetapi ia tak berfikir nasib masa depan orang lain yang jauh berada di bawah garis kemiskinan ? Tidakkah sudah waktunya memikirkan bagaimana sistem sosial kita agar kesenjangan sosial tidak terlalu lebar ? Moralitas al Qur'an berbunyi; bahwa di dalam harta si kaya terdapat hak bagi orang yang meminta dan yang tidak sempat meminta, wafi amwalihim haqqun lissa ili wal mahrum (Q/51:19), bahwa orang miskin memiliki saham pada harta si kaya. Menjadi tugas para negarawan yang juga khalifah Allah untuk mengetrapkan nilai moralitas ini dalam sistem sosial. Dari segi agama, adalah juga sangat ironis, seseorang berderma dengan uang sisa dan pakaian bekas, tetapi ia berdoa untuk dimasukkan ke sorga. Ia membayar dengan sesuatu yang tak bernilai, tetapi mohon kepada Alloh SWT sesuatu yang tak ternilai. Siapakah kita sebenarnya? sumber, http://mubarok-institute.blogspot.com Salam Cinta, agussyafii Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui [EMAIL PROTECTED] atau http://mubarok-institute.blogspot.com ------------------------------------ INDONESIA BISA! POWER WORKSHOP E.D.A.N. "POWER COMMUNICATION & SELF CONFIDENCE WORKSHOP" Info: http://milis-bicara.blogspot.com JAKARTA: 28 Juni 2008, AMA-DKI (Asosiasi Manajemen DKI Jakarta), Hotel Ciputra, Hub: HaBe Consulting: 0811-826362, CityTraining: 021-9303829, GSS: 021-5644928, Oviss: 021-68816522, IndoKarcis: 021-92995396 SURABAYA: 12-13 Juli 2008, Hub: Moch. Slamet S, 081654905350 SURABAYA: 09-10 Agustus 2008, Hub: Moch. Slamet S, 081654905350 JAKARTA: 30-31 Agustus 2008, Hub: HaBe Consulting: 0811-826362 JAKARTA: 27-28 September 2008, Hub: HaBe Consulting: 0811-826362 JAKARTA: 25-26 Oktober 2008, Hub: HaBe Consulting: 0811-826362 SURABAYA: 08-09 November 2008, Hub: Moch. Slamet S, 081654905350 JAKARTA: 29-30 November 2008, Hub: HaBe Consulting: 0811-826362 SURABAYA: 13-14 Desember 2008, Hub: Moch. Slamet S, 081654905350 JAKARTA: 20-21 Desember 2008, Hub: HaBe Consulting: 0811-826362 IKLAN: Iklan diperkenankan hanya hari Jumat, awali subject dengan "Iklan Jumat:" Iklan MLM, Forex, Affiliate, Referral dan sebagainya hanya satu bulan sekali pada hari Jumat MINGGU KEDUA. CATATAN PENTING: Pastikan bahwa Anda mencerna semua hal di atas dengan penyesuaian kepada sistem tata nilai yang Anda anut. Beberapa hal mungkin tidak sesuai dengan tata nilai Anda, beberapa lainnya akan universal sifatnya. Tugas kami hanya mengingatkan Anda. Mohon dimaklumi, ada file-file yang secara rutin dikirim berulang 1 bulan sekali. http://milis-bicara.blogspot.comYahoo! Groups Links Notice: This message and any attachments are the property of Alcan and are intended solely for the named recipients or entity to whom this message is addressed. If you have received this message in error please inform the sender via e-mail and destroy the message. If you are not the intended recipient you are not allowed to use, copy or disclose the contents or attachments in whole or in part.
