Bagaimana membebaskan diri dari pasungan perasaan di kehidupan ini Semenjak mengenal ilmu pengetahuan dan banyaknya pengalaman yang kualami, membuat aku bertambah wawasan dalam kehidupan. Dari hari ke hari, bulan ke bulan bahkan puluhan tahun telah aku lalui dengan begitu saja.
Sehingga tertulisnya tulisan ini aku tulis untuk mendapatkan jawaban agar dapat lepas dari Pasungan Perasaan yang membatasi gerak langkahku untuk maju lebih jauh lagi. Dalam benak ini selalu berpikir bagaimana caranya menggapai apa yang aku harapkan itu terwujud nyata. Aku banyak belajar mengenai ilmu bagaimana caranya menggapai impianku. Dari mulai belajar dengan berteriak keras bahkan sampai menangis meneriakkan " Aku Pikir Bisa maka Aku Bisa". Ya, waktu itu aku memang dapat melakukan! Padahal sebelumya aku pikir tak sanggup melakukannya ternyata berhasil melakukannya dalam pelatihan tersebut. Sehingga munculah semangatku sampai bertemu dengan yang kuinginkan. Sesungguhnya, ketika aku melakukan dan mengerjakannya telah terjadi kebingungan-kebingungan yang menyebabkan lelah dan menurunnya semangatku. Karena tidak seperti pada saat latihan yang begitu mudahnya kulalui. Ternyata ketika "Aku berpikir Bisa maka Aku Bisa" itu hanyalah sementara saja. Maka aku mencari cara lain lagi. Belajarlah aku tentang menggapai impian dengan jalan apa yang kuinginkan itu. Kucoba ambil gambarnya, kutempel di tempat yang strategis agar aku mudah melihatnya dan menginstall ke pikiranku bahwa gambar itu yang kuinginkan. kubayangkan segala sesuatunya yang ada pada gambar itu. Seolah-olah aku sudah dapat merasakannya dalam benakku ini, sehingga aku terbuai dan melamunkan gambar itu. Tetap saja aku tak dapat mewujudkan dengan begitu saja. Aku bekerja dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkannya ternyata tidak kudapati juga. Aku tak berputus asa, aku mencari lagi cara yang lain dan belajar kembali berbagai metode dan teknik mengenai menggapai impianku. Sampai aku menemui beberapa metode dan teknik untuk menggapainya dengan cara merubah Mindset yang berpikiran Positif. Melangkah yang Positif, serta jangan berpikiran Negatif dan mengindari langkah-langkah yang Negatif. Nah, di sini aku bertambah bingung! Jelas aku bingung! Sekali ketika metode dan teknik itu kupraktekan, banyak terjadi pertanyaan-pertanyaan di dalam pikiranku ini. Secara metode dan teknik itu amat jelas sekali petunjuk dan cara- cara untuk menggapai keinginan tetapi dalam pikiranku ini malah timbul pertanyaan-pertanyaan : 1. Kalau aku lakukan seperti itu? Kok, rasa-rasanya. Kayaknya berat, deh. Enak gak siiiih. kalau sampai dilihat orang? 2. Kalau aku lakukan seperti ini? Aaaaah. kan sudah pernah! Hasilnya cape dan lagian kayaknya enggak pantes, deh! Juga gak nyaman. Dan masih banyak yang lain-lainya. Nah, semua pertanyaan-pertanyaan yang timbul itu adalah pertanyaan-pertanyaan tentang Perasaanku sendiri yang aku Pikirkan. Yang mengakibatkan secara Pikiran aku dapat segera mengerjakannya, tetapi secara Perasaan aku meragukannya. Ternyata setelah merenung, aku tersadar! Bahwa yang Memasung gerak langkah ini adalah ketika berpikir yang kupikirkan adalah Persaaanku sendiri. Sehingga aku terPasung oleh Perasaanku sendiri. Nah!!! Jadi Bagaimana caranya agar aku Membebaskan Pasungan Perasaan pada Diriku ini? Wahai, Perasaanku Bebaskanlah aku dari Pasunganmu agar aku dapat bergerak menggapai Impianku dan biarkanlah Pikiran ini mencari jalan melangkah yang engkau mau menyemangatinya. tulisan terkait lainnya : www.kehidupanpd.info dan www.praktisinlp.info Latihan membedakan pikiran dan perasaan ada di kelas : Basic Principle of Life Expanding
