* Artikel ini adalah kelanjutan dari ”23 Rahasia Keberhasilan Michael
Jordan”
Rahasia #8 : Kita semua bertanggung jawab atas kehidupan kita sendiri, tak
ada orang lain yang bisa melakukannya.
Lanjutan
kesuksesan kisah MJ
Saat musim 1993 dimulai. MJ semakin menambahkan kehebatan
dirinya. Seluruh musim sepertinya menjadi penampilan terbaik MJ. Musim ’93
memberikan MJ lawan main yang menarik yaitu Phoenix Suns. Bahkan kehebatannya
mengagumkan, dengan mencetak 55 point di pertandingan ke empat. MJ melakukan
apapun
yang dia harus lakukan untuk mengalahkan lawannya.
MJ merasa telah mencapai puncak karirnya. Untuk saat
ini, MJ memantapkan statusnya sebagai pemain terhebat NBA. MJ telah melakukan
yang tidak bisa dilakukan oleh Larry Bird dan Magic Johnson. Dengan
3 gelar beruntun di NBA. Itu hanya bisa
dicapai tim Celtics di era ‘60an.
Sisi lain cerita MJ bergabung Chicago Bulls
Cerita
flashback saat awal MJ direkrut oleh salah satu waralaba papan bawah NBA.
Saat MJ
bergabung, Chicago Bulls masih menjadi tim yg selalu ditertawakan. Tim
pecundang yang bermain di stadion bobrok dan tak memiliki tradisi untuk
menang.
MJ bisa saja menandatangani kontrak jangka pendek dan meninggalkan Chicago,
sementara timnya
terus berjuang. Sebaliknya, MJ malah mengangkat timnya Chicago Bulls ke
ketinggian yang tak tertandingi. Dia mengubah segalanya. Sehingga, membuat
Bulls menjadi waralaba paling terhormat di
NBA. Bahkan MJ juga turut mengembangkan para rekan-rekan setimnya menjadi
pemain kebanggaan.
MJ
menganggap bukti tanggung jawab setelah menandatangai kontrak adalah mengubah
tim dan menjadikannya sebagai tim pemenang, menjadikannya sebagai juara. MJ
menganggap itu suatu kewajiban, dan kewajiban itu harus dijunjung tinggi.
Sayangnya dewasa ini tak banyak pemain NBA yang merasa seperti itu.
Itu pula
alasan MJ tak pernah meninggalkan Bulls untuk bermain dengan tim lain saat tim
itu berusaha meraih predikat juara. Bahkan walaupun saat hubungan MJ dengan
pihak managemen tim memburuk, MJ tetap memegang tanggung jawab tersebut.
Belajar tentang
Tanggung jawab dari MJ:
1. Tanggung
jawab MJ dalam pertandingan
Bagaimana MJ memikul tanggung jawab di dalam timnya? Saya
membawa rekan-rekan ke pertandingan keenam putaran final melawan Utah Jazz pada
1998. Saat itu adalah detik-detik menakjubkan MJ, ke tembakan terakhirnya di
menit-menit akhir pertandingan. MJ menanggung beban sebuah pertandingan, dan
sebuah waralaba. Semua penonton bertanya-tanya siapa yang menjadi penentu
tembakan di akhir pertandingan. Namun tanpa dikomando, semua mata saat itu
tertuju pada sosok MJ yang dianggap bersedia memikul tanggung jawab jika Bulls
mengalami kekalahan. Dan sering kali MJ-lah sebagai penentu kemenangan Chicago
Bulls di saat-saat kritis. Tapi tidak jarang juga Bulls mengalami kekalahan,
oleh karena tembakan MJ yang tidak tepat sasaran.
Apa komentar MJ menerima tekanan berat itu?
”Kemenangan Bulls bergantung pada setiap pemain, tetapi
lebih dari semua itu, saya bergantung pada diri saya sendiri melalui kemampuan
yang sudah saya latih ribuan kali. Meskipun begitu, jika saya harus kalah, saya
ingin kalah sambil berupaya menembak.”
2. Tanggung
jawab dalam bersikap & berkata-kata
Sebagai orang yang selalu menjadi pusat perhatian, ada
tanggung jawab yang harus diemban. Dia harus menjaga mulut, mengendalikan
kata-kata dan tindakan. Ini dilakukan MJ dengan sangat hati-hati. Mj tak pernah
membiarkan dirinya keseleo lidah atau membiarkan rasa marah atau frustasi
menguasai dirinya.
3. Mau mengakui
setiap kesalahan
Phil Jackson mengungkapkan, ”Jika saya mengatakan kepada
Michael, kamu melakukan tembakan buruk. Dia akan menjawab ya dan tidak
membantah.” MJ juga bisa melakukan tembakan lalu dia berkata, ”Saya keliru,
mungkin seharusnya saya tidak menembak tadi.”
Demikian juga yang pernah diungkapkan oleh LaSalle
Thompson, mantan pemain NBA, waktu itu bermain untuk Sacramento. Dia memblok
tembakan MJ saat pertandingan tinggal 8 detik, mengakibatkan kekalahan Chicago
Bulls. Setelah pertandingan usai, MJ berkata kepada para wartawan bahwa dia
tidak mempunyai alasan mengapa dia kalah. Katanya, ”kami gagal, saya telah
melakukan kesalahan.”
Refleksi dari
topik ini:
Jadi apa tanggung jawab kita dalam kehidupan sehari-hari?
Kita bertanggung jawab atas perbuatan kita, atas perkataan kita, atas cara kita
membawa diri, atas cara kita menghabiskan waktu, atas cara kita berpikir,
bertindak dan berhubungan dengan orang lain.
Kita tidak menghadapi tekanan publik seperti MJ, tetapi
tak ada alasan mengapa kita tidak meniru sikap yang ditunjukkan oleh MJ.
Kata-kata menunjukkan siapa diri kita. Ada kalanya kita tidak bisa menahan
diri. Namun yang bisa kita lakukan adalah berusaha agar itu tidak sering
terjadi dan mengendalikan sikap kita dalam kehidupan kita sehari-hari. Inilah
tanggung jawab kita.
Oprah Winfrey mengungkapkannya dengan tepat, “Kita semua bertanggung jawab atas
kehidupan
kita sendiri, tak ada orang lain yang bisa melakukannya.”
Semoga Rekan-rekan mendapatkan manfaat dan pencerahan
dari tulisan kisah MJ ini.
Untuk memperoleh kembali artikel Rahasia MJ seri sebelumnya, silahkan kunjungi:
www.markustan.com
[bersambung]
Salam
Focus,
Markus Tan
Licensed Practitioner
of NLPTM (The Society of NLP)
Master
Trainer Bestcamp – To Be Number One
> www.best-camp.com
> www.markustan.com