Mba  Astrid,

Sedikit sumbang saran ;

Mulailah pembicaraan selalu dengan kata...." Bagaimana  "

Misal :  Atasan yang cerewet.
              Yang kita bicarakan :   " Bagaimana ya menghadapi atasan 
yang cerewet "

Sehingga isi pembicaraan berikut akan memberikan potensi-potensi  yang 
mengarah ke  solusi.

Best Regards,
    b h



Astrid Soendjasmono <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected]
08/01/2008 12:21 PM
Please respond to
[email protected]


To
[email protected]
cc

Subject
Re: [Bicara] Motivation of The Day : " Mengeluh "







otomatis....kita selalu mengeluh ya...
meski dengan kata lain bercerita.. tapi intinya ya mengeluh...
hm...
bagaimana caranya agar kata yang keluar dari mulut kita
agar p[embicaraan selalu seputar hal2 yang positif dan memberi semangat?
 
salam,
 
astrid

------------------------------
http://www.PanduanDasarMembuatWebsite.com/?id=ayuwls
http://sehatdancantik.blogspot.com
http://dbc.bisnis-solusi.com

--- On Thu, 7/31/08, Rahardi, Mohamad Rian 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Rahardi, Mohamad Rian <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Bicara] Motivation of The Day : " Mengeluh "
To: "[EMAIL PROTECTED]" 
<'[EMAIL PROTECTED]'>
Date: Thursday, July 31, 2008, 10:21 PM

Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan 
sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar 
maupun tidak sadar. Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan teman-teman 
lama saya. Seperti biasanya kami membicarakan mengenai pekerjaan, pasangan 
hidup, masa lalu, dan berbagai macam hal lainnya.

Setelah pulang saya baru tersadar, bahwa kami satu sama lain saling 
berlomba untuk memamerkan keluhan kami masing-masing seolah-olah siapa 
yang paling banyak mengeluh dialah yang paling hebat.

"Bos gue kelewatan masa udah jam 6 gue masih disuruh lembur, sekalian aja 
suruh gue nginep di kantor!"

"Kerjaan gue ditambahin melulu tiap hari, padahal itu kan bukan "job-des" 
gue"

"Anak buah gue memang bego, disuruh apa-apa salah melulu".

Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya.

Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita 
mengalami hal tersebut. Sebagai contohnya, salah satu teman baik saya 
selalu mengeluh mengenai pekerjaan dia. Sudah beberapa kali dia pindah 
kerja dan setiap kali dia bekerja di tempat yang baru, dia selalu 
mengeluhkan mengenai atasan atau rekan-rekan sekerjanya. Sebelum dia 
pindah ke pekerjaan berikutnya dia selalu ribut dengan atasan atau rekan 
sekerjanya. Seperti yang bisa kita lihat bahwa terbentuk suatu pola 
tertentu yang sudah dapat diprediksi, dia akan selalu pindah dari satu 
pekerjaan ke pekerjaan berikutnya sampai dia belajar untuk tidak mengeluh.

Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang 
hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu 
kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu 
berpikiran positif dan yang kedua selalu
mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi 
seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, 
tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan 
menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan 
teman-teman kita.

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena 
kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. 
Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang 
susah, kita hanya perlu bersyukur.

Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal 
yang dapat kita syukuri. Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan 
Anda. Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia 
? Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, 
jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda 
mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja
ekstra. Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan 
Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda 
lembur atau memberikan pekerjaan tambahan. Bersyukurlah karena Anda telah 
diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin dengan Anda lebih rajin 
siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda 
harapkan.

Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan 
keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat 
hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda 
terlalu sibuk mengeluh.

Try it now:
Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari. Bersyukurlah atas 
pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda 
syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian 
lanjutkan kembali kegiatan Anda. 
Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal 
berikut ini. Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan 
kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, 
tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur 
atas semua yang terjadi pada saat ini. 
Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama 
teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau 
tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan lihatlah perubahan dalam 
hidup Anda. 

"Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki, 
maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri."
 
Sumber : Anonymous
 
Baca juga artikel motivasi lainnya hanya di :
 
http://www.beraniegagal.com
 
Salam Sukses,
M. Rian Rahardi
 
# BeraniBisnis. Com 
# KeuanganPribadi. Com
P  Please consider the environment before printing this email 
 
This email and any attachments are confidential and may also be 
privileged.  If you are not the addressee, do not disclose, copy, 
circulate or in any other way use or rely on the information contained in 
this email or any attachments.  If received in error, notify the sender 
immediately and delete this email and any attachments from your system. 
Emails cannot be guaranteed to be secure or error free as the message and 
any attachments could be intercepted, corrupted, lost, delayed, incomplete 
or amended.  Standard Chartered PLC and its subsidiaries do not accept 
liability for damage caused by this email or any attachments and may 
monitor email traffic.

 

Standard Chartered PLC is incorporated in England with limited liability 
under company number 966425 and has its registered office at 1 
Aldermanbury Square, London, EC2V 7SB.

 

Standard Chartered Bank ("SCB") is incorporated in England with limited 
liability by Royal Charter 1853, under reference ZC18.  The Principal 
Office of SCB is situated in England at 1 Aldermanbury Square, London EC2V 
7SB. In the United Kingdom, SCB is authorised and regulated by the 
Financial Services Authority under FSA register number 114276.

 

If you are receiving this email from SCB outside the UK, please click 
http://www.standard chartered. com/global/ email_disclaimer .html to refer 
to the information on other jurisdictions.


 

Kirim email ke